Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

07 September, 2021

Blokir Pendidikan Bangsa dibuka

 Sudah hampir setahum admin tidak menulis disini, diperuntukkan untuk pendidikan bangsa. KArena Pandemi melanda, maka pendidikan pun terkena dampaknya paling signifikan. Kalau tidak sekolah 1 bulan... atau biasa disebut libur semesteran/ kenaikan sudah biasa... lha ini samapai 1 tahun lebih.

Walau tetap ada pemebelajaran secara daring atau campuran, tetep saja tatap muka masih belum tergantikan. Perkembangan teknologi memang sangat mendukung saat ini ... untuk tatap  muka bisa menggunaka Zoom, Gmeet, Teams Vies dan lainnya. 

Kita semua dipaksa untuk  bisa dan memanfaatkannya secara maksimal. diawal pandemi mungkin masih belum ada yang tergerak, ketika pendidikan ini terganggu sampai lebih dari 6 bulan... terjadilah kebingungan baik siswa, orang tua siswa apalagi gurunya.

Tapi semua ini pasti ada manfaatnya. Beruntungnya di Indonesia Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RISTEK nya Bapak Nadiem Makarim, sang founder Go Jek.... mmmm maka terlihat sekali perbedaan mencolok. 

Mulai awal  tahun 2021 dibulan Januari semua guru aktif mendapat akun email belajar.id yang langsung masuk di fasilitas Google.  Banyak sekali yang didapat, admin kan guru juga jadi pastilah ikut merasakan, dimana penyimpanan dapat unlimited (Google Drive), Gmeet bisa merekam dan fasilita2 lainnya yang sangat tepat digunakan dalam dunia pendidikan saat ini, walau untuk menyadarkan 100% guru di Indonesia sulit juga... tapi penggunaannya melebihi dari 50% sudah sangat bagus.

Apalagi ada paket gratis setiap sekolah di verval ponsel yang akan mendapat kuota Online, internet dll per siswa TK-mahasiswa ... bayangin ... hebat dahhh mas Menteri ...

Semoga kita semua bisa memanfaatkannya dengan baik ... salam MAJU dari duni Bendidikan Bangsa

09 April, 2018

Pendidikan DI Indonesia

Bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia di tahun 2018 ini ? Kondisi memang sudah meningkat, dengan anggaran yang disediakan negara untuk pendidikan. Secara kunatitas sudah membaik, tapi secara kualitas masih belum ada peningkatan.


Lowy Institute adalah sebuah lembaga pemikir ternama di Australia dan mereka secara teratur menyelenggarakan acara di Galeri National Victoria, dan hari Senin, Rosser hadir bersama dengan Dr Ken Setiawan juga dari Universitas Melbourne membicarakan masalah pendidikan di Indonesia.

Acara tersebut diselenggarakan lewat kerjasama antara Lowy dengan Departemen Pendidikan negara bagian Victoria dengan maksud untuk melihat peluang apa yang tersedia bagi kalangan pendidikan di Australia untuk masuk ke dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Dalam paparannya, Professor Andrew Rosser yang banyak melakukan penelitian mengenai pembangunan di Indonesia mengatakan bahwa dunia pendidikan di Indonesia banyak digunakan untuk kepentingan lain, sehingga hal yang utama seperti peningkatan kemampuan murid di bidang ketrampilan dasar seperti membaca, menulis dan matematika tidak mendapat banyak perhatian.

"Kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dibandingkan dengan negara-negara di kawasan yang sama, tidaklah menunjukkan perbaikan," ujarnya.

Hmm bagaimana Indonesia... ayo membangun bangsa ini menjadi lebih baik... dari pendidikan lah semua itu berasal, maju pendidikan dapat dipastikan maju negara tersebut....

 Sumber : Kualitas tidak meningkat

23 April, 2011

Perlunya Kurikulum Entrepeneurship di Indonesia

Peranan penting untuk menciptakan kemajuan dalam masyarakat dan sebuah bangsa adalah PENDIDIKAN. Dalam praktiknya pendidikan harus mampu melahirkan generasi unggul, berprestasi dan berakhlak mulia, serta terampil dan cakap dalam penguasaan bidang keilmuannya. Bukan produk pendidikan yang makin meresahkan dan menjadi beban.
Penggangguran intelektual merupakan penyakit sosial yang menimbulkan keresahan-keresahan pada masyarakat.Oleh karenanya, bila kita memahami bahwa pendidikan merupakan sarana paling penting untuk menuai kesuksesan di masa depan.pendidikan harus di tempatkan menjadi ujung tombak bagi kemajuan suatu bangsa. Sebab, dengan banyaknya orang yang mengenyam pendidikan, tentunya kualitas suatu bangsa mempunyai nilai tawar yang tinggi pula.

Dalam praksisnya, pendidikan tidak hanya diarahkan menghasilkan manusia terampil dari sisi intelektualitas ataupun tujuan utama pendidikan seperti diungkapan Paulo Freire adalah menciptakan kesadaran masyarakat. Namun, praksis pendidikan juga diarahkan menghasilkan manusia terampil, ahli dalam bidang keilmuannya serta melahirkan generasi unggul dan inspiratif serta berakhlak mulia. Dalam aplikasinya praksis pendidikan dapat diwujudkan melalui kurikulum yang membebaskan, eksplotatif, mencerahkan dan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk belajar seluas-luasnya.

Tidak hanya praksis pendidikan yang berprinsip link and match dengan dunia kerja. Di mana pendidikan hanya menghasilkan lulusan yang hanya bisanya mencari kerja saja tetapi juga melahirkan produk pendidikan yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Pendidikan yang melahirkan manusia mandiri. Fakta bahwa pendidikan hanya mencetak lulusan bermindset pencari kerja tampak dari jumlah angka pengangguran dari kalangan sarjana.

Dapat kita tengok dari data BPS (Februari 2008), jumlah sarjana yang menganggur menembus angka 1,1 juta orang. Akibatnya banyak sekali pengangguran terdidik yang berasal dari lulusan perguruan tinggi yang lebih terampil mengamati lowongan kerja dan membikin lamaran daripada mencipta lapangan kerja. Dari sini, menurut saya penting bagi sekolah untuk membikin kurikulum entrepreneurship. Apa itu kurikulum entrepreneurship?

Istilah entrepreneur berasal dari bahasa Prancis, etre (antara) dan prende (mengambil) yang diartikan orang yang berani mengambil risiko dan memulai yang baru. Di Indonesia istilah entrepreneur lebih dikenal dengan kewirausahaan atau usahawan. Namun, yang mesti dicatat kurikulum entrepreneurship bukan mengarahkan seseorang menjadi pedagang atau wirausaha. Tetapi, pendidikan yang menanamkan semangat, jiwa dan sikap seorang entrepreneur. Entrepreneur sejati ditumbuhkan melalui dorongan kreativitas dan inovasi.

Fakta inilah yang mengindikasikan betapa penerapan kurikulum entrepreneurship dalam kurikulum ajar sangat penting. Dalam konteks negara kita menghadirkan kurikulum entrepreneur menjadi sangat urgen, seperti yang diungkap David Mc Cleland, suatu negara akan makmur dan sejahtera bila sedikitnya memiliki dua persen entrepreneur dari jumlah penduduknya. Dengan jumlah penduduk sekitar 220 juta jiwa, Indonesia membutuhkan 4,4 juta entrepreneur bukanlah hal yang sulit. Bahkan Bapak CIputra sang pengusaha property tersukses di Indonesia juga mensyaratkan hal itu, Dia juga membuat sekolah Entrepeneur.

Namun, penduduk Indonesia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang membuat mereka merasa cerdas, tercerahkan dan memiliki keberanian dalam menentukan masa depannya, walau ada … pasti di sekolah-sekolah yang biaya mahal + STandar Internasional. Oleh karena itu, penerapan kurikulum berbasis entrepreneurship menjadi sangat penting untuk dikenalkan sejak dini. Gurunya diberikan pendidikan masalah entrepeneurship dulu baru ditularkan ke anak didik. Mari kita mulai dari diri kita berikutnya lingkungan sekitar kita.

02 May, 2010

2 MEI - HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Blog ini adalah Blog Pendidikan, tujuan membuat blog ini adalah memberikan Pendidikan kepada seluruh negeri ini (bagi yang baca :) agar berambah pengetahuannya dalam segala bidang dan langsung aplikasi pada kehidupan keseharian.

Hari Pendidikan diperingati oleh bangasa ini untuk mengingatkan bangsa ini akan pentingnya Pendidikan, masa depan bangsa ini juga ditentukan oleh Pendidikan. Pemerintah sampai menganggarkan 20% dari total APBN untuk membiayai Pendidikan ini.

Saya sebenarnya masih sangat ragu tentang BOS, pemberian dana dari pemerintah ke sekolah dasar dan menengah yang sekarang didengung-dengungkan yaitu Biaya Operasional Sekolah. Pemakaian di sekolah saya lihat tidak begitu wajar, bisa dilihat dari cara mengelola BOS. Semoga semua sadar BAhwa pendidiakn MAsa depan bangsa ini dipengaruhi oleh pendidikan