Showing posts with label Pendidikan Bangsa. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Bangsa. Show all posts

11 November, 2010

Pendidikan BAngsa

Kali ini kritik terhadap pendidikan bangsa ini sangat perlu dilakukan lagi, maklum.. ternyata korupsi di pemerintahan masih ada, tapi lebih bersifat profesional. Sebenarnya dalam bisnis korupsi sudah tidak ada, tapi coba saja lihat semua dengan teliti. TEtap. TErbukti dari perekrutan CPNS yang bebebrapa hari yang lalu meledak karena calo salah strategi. NAh kalo calo itu benar cara memasukkan CPNS pasti tidak akan terbongkar.

Berhubung yang tertipu banyak akhirnya mereka melaporkan kejadian itu. NAh apakah dikota lain juga seperti itu ? kemungkinan besar masih seperti itu. KOrupsi dan Nepotisme yang masih begitu mengakar di Indonesia memang harus terus dilakukan pemberantasan yang baik dan terus diawasi. Dan Pendidikan bangsa akan korupsi harus segera masuk Kurikulum sekolah. KOrupsi dikehidupan sehari-hari harus juga didisiplinkan bin dihapus. Lihat siswa yang datang terlambat, malas belajr, tidak mengerjakan PR dan bermain sendiri waktu belajar. Ini merupakan korupsi yaitu korupsi waktu..

07 May, 2010

Dosen Indonesia Makin Laris Di Malaysia

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Jumlah dosen Indonesia di Malaysia kecenderungannya makin meningkat seiring dengan makin bertambahnya jumlah universitas dan fakultas yang dibuka di beberapa negara bagian di negeri jiran ini.

"Ya memang jumlah dosen Indonesia makin laris di Malaysia karena industri pendidikan semakin berkembang dan bertambah, baik jumlah institusi pendidikan maupun fakultasnya," kata Dr Riza Muhida, ketua ILRAM (Indonesian Lecturer and Researcher Association in Malaysia), di Kuala Lumpur, Jumat sore.

Sementara tidak semua universitas di Malaysia menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Hanya beberapa universitas di Kuala Lumpur menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Banyak universitas gunakan bahasa Melayu jadi banyak peluang bagi dosen Indonesia, kata Dr Rida yang mengajar di Fakultas Teknik Universitas Islam Internasional Malaysia.

Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar bertemu, berdialog dengan para dosen dan peneliti Indonesia sekaligus mendukung terbentuknya ILRAM. Ada sekitar 100 dosen dan peneliti Indonesia dari berbagai universitas di Malaysia berkumpul di KBRI.

"Contohnya di kampus saya, tahun 2007 ada 30 dosen Indonesia dan kini sudah ada 40 dosen Indonesia. Setiap tahun ada tiga atau empat dosen Indonesia baru masuk di Universitas Islam Internasional Malaysia," kata dia.

ILRAM sendiri kini telah memiliki 80 anggota yang terdiri dari dosen dan peneliti warga Indonesia. Diperkirakan jumlah anggotanya akan bertambah menjadi 300 orang dari total sekitar 500 warga Indonesia yang menjadi dosen dan peneliti di Malaysia," katanya.

"Hari Kamis (6/5) warga Indonesia Dr Seca Gandaseca terpilih menjadi dosen terbaik di UPM (Universitas Putra Malaysia). Sultan Selangor langsung memberikan penghargaan kepada beliau. Sayang karena bukan warga Malaysia, dia tidak dikirim untuk bersaing menjadi dosen terbaik antar universitas se Malaysia mewakili kampusnya," kata Rida.

Di Universitas Islam Internasional Malaysia belum lama ini juga memilih dosen Indonesia DR Irwandi Jaswir sebagai peneliti terbaik tahun 2009, mengalahkan dosen Malaysia dan mancanegara di kampusnya. Bahkan mendapatkan award sebagai saintis muda se Asia Pasifik mewakili kampusnya dan Malaysia.

Dubes Da`i Bachtiar mengatakan, sumbangsih warga Indonesia kepada tanah airnya tidak harus berada di dalam negeri. Dari luar negeri pun warga Indonesia bisa tetap menyumbangkan perannya untuk kemajuan bangsa dan negara. "Anda semua menjadi dosen , peneliti sekaligus duta bangsa dan rakyat Indonesia," pesan mantan Kapolri itu. (*)
(T.A029/J006/R009)dikutip dari antaranews

02 May, 2010

2 MEI - HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Blog ini adalah Blog Pendidikan, tujuan membuat blog ini adalah memberikan Pendidikan kepada seluruh negeri ini (bagi yang baca :) agar berambah pengetahuannya dalam segala bidang dan langsung aplikasi pada kehidupan keseharian.

Hari Pendidikan diperingati oleh bangasa ini untuk mengingatkan bangsa ini akan pentingnya Pendidikan, masa depan bangsa ini juga ditentukan oleh Pendidikan. Pemerintah sampai menganggarkan 20% dari total APBN untuk membiayai Pendidikan ini.

Saya sebenarnya masih sangat ragu tentang BOS, pemberian dana dari pemerintah ke sekolah dasar dan menengah yang sekarang didengung-dengungkan yaitu Biaya Operasional Sekolah. Pemakaian di sekolah saya lihat tidak begitu wajar, bisa dilihat dari cara mengelola BOS. Semoga semua sadar BAhwa pendidiakn MAsa depan bangsa ini dipengaruhi oleh pendidikan

28 February, 2010

Generasi 20 tahun mendatang..!

Kalau kita perhatikan sekarang ini merupakan saat yang tepat dan tidak dapat ditunda-tunda lagi dalam peningkatan pendidikan mengejar ketertinggalan kita. Mumpung anggaran pemerintah ke arah pendidikan paling besar (20% APBN) sehingga dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik.

20 tahun yang akan datang merupakan hasil pendidikan dijaman sekarang ini, bagaimana berjalannya Negara ini dan bagaimana pemimpin kelak maka hari ini merupakan tolak ukurnya. Jangan terlalu memikirkan masa lalu, beri garis mulai hari ini kita semua akan lebih baik. Investasi yang paling baik adalah pendidikan bangsa (Education Country). Semoga semua pihak bisa memanfaatkan kondisi sekarang ini menjadikan tombak perubahan bangsa. Kita PASTI BISA, dengan segala apa yang kita punya..!