Andai di Indonesia ini bisa terjadi... wah keren pastinya pendidikan di Indonesia .... bagaimana tidak... lha wong menyontek saat ujian lho bisa dipenjara ...

NEW DELHI, KOMPAS.com - Ruby Rai, seorang siswi di di negara bagian Bihar, India dijatuhi hukuman penjara dua minggu karena terbukti menyontek dalam ujian ulangan.

Ruby Rai menduduki peringkat pertama dalam ujian akhir sekolah menengah di negara bagian tersebut. Namun dalam sebuah rekaman wawancara, dia mengatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang terkait dengan masak memasak.

Setelah video tersebut beredar meluas di internet, remaja perempuan berusia 17 tahun itu, --bersama beberapa murid lain yang nilainya bagus, diharuskan untuk mengikuti ujian ulangan. Mereka lalu ditangkap, karena ternyata hasilnya tidak cukup untuk bisa lulus.

Biaya Kuliah Tambah Mahal....

Diposting oleh Fidi Handoko | 11:09 AM

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi diketahui berapa uang kuliah yang dipatok masing- masing perguruan tinggi.

Inilah yang menyebabkan biaya kuliah semakin tinggi, kenapa ? kadang banyak yang salah sasaran... bagi yang tidak mampu akan langsung diberikan kebijakan tersendiri seperti program bidik misi, bagi yang diatasnya seperti keluarga pra sejahtera, sejahtera dll masih sangat memberatkan. Padahal sudah ada amanat bahwa 20% APBN untuk pendidikan... sekarang kok tambah mahal ya...? apa uang kita tergerus inflasi terus menerus sehingga nilai uang turun ?

Kita semua berharap agar pendidikan di Indonesia semakin ringan dan membuat para orang tua gembira, tidak kepikiran. Semoga semua berjalan dengan baik yang akibat akhirnya adalah kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Bahasa Jawa memang memiliki banyak makna... kadang wong jowo dewe ra ngerti opo maksud e... ini dia angka dalam bahasa jawa yang penuh makna. Filosofi bilangan dalam jawa. Dalam bahasa Indonesia : 
21 Dua Puluh Satu, 22 Dua Puluh Dua,...s/d 29 Dua Puluh Sembilan. Dalam bhs Jawa tidak diberi nama Rongpuluh Siji, Rongpuluh Loro, dst; melainkan Selikur, Rolikur,...s/d Songo Likur. Di sini terdapat satuan LIKUR Yang merupakan kependekan dari (LIngguh KURsi), artinya duduk di kursi. 

Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya; Ada penyimpangan pada bilangan 25, tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE. SELAWE = (SEneng-senenge LAnang lan WEdok). Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan. Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten). 

2 hari ini kita semua disuguhi berita-berita tentang teroris yang menyerang di Jakarta tepatnya di Sarinah Jl. MH Thamrin. Korban 7 orang dengan 5 orang terorisnya dan 2 orang warga asing. Kejadia pengeboman ini terulang lagi, walau korban tak sebanyak Bom bali 1 dan 2, terus Kedubes Australia.

Sebenarnya masyarakat Indonesia sudah mulai memahami dan tahu, karena mungkin sudah beberapa kali, terus bagaimana cara menanggulangi agar tidak ada teroris lagi, nomer satu adalah Pendidikan. Ya pendidikan tentang Moral, Agama dan lainnya yang mendukung harus ditanamkan sejak dini.

Walau kelihatannya sederhana tapi ini harus dijalankan kalau tidak ingin kejadian seperti ini terulang beberapa tahun mendatang, karena sistem teroris terus berubah dan mencari didikan  maupun pengaruh dengan gaya baru. So Pendidikanlah wadah utama untuk menangkal Bahaya Teroris.


NAIK BIS TRANS SIDOARJO

Diposting oleh Fidi Handoko | 5:40 PM

Beberapa hari yang lalu admin sekeluarga mencoba naik Trans Sidoarjo, angkutan publik baru bagi warga Sidoarjo yang mirip Bus TransJakarta. Kalau Bus Transjakarta ada jalur khusus kalau bus Trans Sidoarjo nggak ada, kalau yag lainnya sama deh kelihatannya,,, Halte, bentuk bis dan fasilitasnya, kenyamanannya (baik untuk umum dan pendidikan / pelajar sudah ok)... eh bayarnya nggak juga sama .. pakai karcis ketika naik Bus.




Tempat duduk tidak banyak cuman disediakan gantungan pegangan (berdiri). Bus Trans Sidoarjo merupakan sumbangan dari Kementerian Perhubungan dan pengelolaannya diserahkan ke DAMRI. Launching pertama sempat di demo oleh kendaraan umum lain yang jalurnya dilewati... tapi dengan rapat dan negoisasi yang intens akhirnya terjadi persetujuan.

Ada beberapa hal (kritikan membangun) untuk kelangsungan BUS TRANS SIDOARJO ini :
1. Kurangnya Halte Bis (lokasi halte satu dengan lainnya terlalu jauh)
2. Fasilitas pemberhentian akhir baik di Porong dan Bungurasih sangat kurang representatif
2. sistem pembayaran yang berupa karcis rawan korupsi.


Ini pengalaman kami ketika naik pertama kali Bis Trans Sidoarjo, dimana harga tiket jauh dekat Rp 5000,- (umum) sedangkan untuk pelajar Rp 1000,-. Ketika sang kondektur (cewek kelihatannya baru dan masih muda-muda) menarik biaya tidak lansung memberikan karcis kepada penumpang. Setelah ditanyakan baru diberi (itupun tidak menyobek karcis baru). Bahkan ketika dikroscek oleh petugas dan ditanyai jumlah penumpang sama jumlah karcis yang dijual kok nggak sama (beda jauh) katanya lupa belum dikasih. JAwaban dari petugas hanya : "Dijual ya karcisnya " ......

Inilah yang terjadi, kalau seperti ini bagaimana bisa maju, biaya mahal dan masih sedikitnya penumpang Trans Sidoarjo bisa mengakibatkan kerugian yang besar. Mereka masih muda saja berani begitu bagaimana selanjutnya ?


KEJUJURAN PENDIDIKAN

Diposting oleh Fidi Handoko | 11:00 PM

Kami para pendidik / guru yang senang melihat anak didik berhasil..... adakalanya para pendidik melakukan hal yang sangat berlebih untuk mengahsilkan hal yang terbaik untuk para siswa. Pendidikan merupakan hal pokok yang harus dijaga agar masa depan bangsa dan negara ini semakin terarah.

Kejujuran merupakan pondasi dasar dari pendidikan, banyak sekali kejadian yang membuat tercorengnya dunia pendidikan. Sudah banyak tulisan dimana-mana... tapi kalau semua sudah terkoordinir dengan rapi dan terlihat sistem yang baik... kejahatan menjadi terlihat seperti kebaikan.

Hal inilah yang akan menghancurkan intelektual murni anak didik...... Nilai baik bukan tujuan utama pendidikan... tapi aklak yang baik itu merupakan tuntutan hal utama...... Sebaik apapun suatu hal yang tak baik pasti akan terbongkar... Allah tidak pernah tidur... Allah Maha Tahu. Semoga pendidikan menjadi semakin baik ke depan Amin.

Pendidikan Indonesia kembali diuji dengan pergantian dari kurikulum 2013 kembali ke kurikulum sebelumnya, begitu yang disampaikan Bapak Menteri Anis Baswedan. Repotnya sebagian sekolah yang sudah melakukan kurikulum 2013 selama 3 semester dianjurkan untuk terus menggunakan.

sedangakan sekolah lainnya silahkan ke KTSP dulu dan dinanti paling lambat di tahun 2020 sudah mengikuti kurikulum 2013.... aneh juga ya... apa nggak ribet... tapi begitulah kenyatannya. Pendidikan kita sebelum kurikulum 2013 masih berbasis pada penilaian angka sehingga masyarakat terbiasa seperti itu karena sudah sejak duluuuu kala... nah kalau dirubah kelihatnnya masih harus membiasakan deh...

lihat saja semester 1 tahun ajaran 2014-2015 yang hampir seluruh Indonesia menerpakan kurikulum 2013 dimana nilai raportnya yang beitu jlimet... nggak ada angkanya .. hanya tulisan buanyak lagi wkwkwk ... mungkin penilaian inilah yang perlu disederhanakan... jadi masih ada angka dan mungkin tulisan lebih banyak (1 lembar nilai angka 2 lembar kata-kata). Ok itu dulu,... lama nggak cerita di blog ini... Pendidikan untuk Bangsa Negara memang harus lebih baik.



KURIKULUM 2013 YANG MASIH MEMBINGUNGKAN, benar nggak ? ini terjadi karena banyak sistem yang dirombak, mulai pelajaran yang tidak terpisah (karena menggunakan sistem tema), demikian cara pembuatan RPP kurikulum 2013 dimana tema tersebut sudah menyangkup materi beberapa mata pelajaran (harus dijelaskan juga).

Terus mengatur beban belajar kurikulum 2013 juga berbeda, sehingga diperlukan pendalaman. ada benarnya juga sih diadakannya pelatihan kurikum 2013 yang dianggarkan dari APBN, walau belum semua guru, harapannya sisanya akan dilatih dengan menggunakan anggaran APBD.

Tujuan dari pembuatan kurikulum 2013 ini mulia, dan terlihat sangat praktis, butuh waktu bagi guru untuk membiasakan, karena hal sebelumnya sudah berlangsung bertahu-tahun. Sabar ya para guru/ pendidik dan siswa ... karena merekalah yang harus menjalani. ini semua demi masa depan Indonesia.

MULAI 2015 SMK 5 TAHUN

Diposting oleh Fidi Handoko | 8:51 AM

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggodok aturan baru tentang durasi belajar di sekolah menengah kejuruan (SMK). Jika saat ini rata-rata lama belajar di SMK tiga tahun, mulai tahun depan menjadi empat tahun.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud Mustaghfirin Amin mengatakan, saat ini ada sejumlah SMK yang melakukan masa pendidikan selama empat tahun. "Tetapi belum menyeluruh. Rencananya kita nasionalkan program SMK empat tahun itu," katanya kemarin (20/6).

Banyak pertimbangan yang membuat lama belajar di SMK ditambah menjadi empat tahun. Salah satunya terkait dengan hasil evaluasi. Dengan durasi belajar tiga tahun, lulusan SMK baru menguasai kemampuan atau kehalian dasar.

Belakangan ini kalau kita mengajar anak kita kalau tidak bisa pasti disuruh mencari ke Google search... atau lainnya, atau kalau belum mengertipun kita yang mencarikannya... kelihatan diawalnya bagus... karena anak akan segera cepat tahu... tapi tahu nggak nantinya sisi negatif nya ? Para guru di Irlandia Utara mengungkapkan kekhawatiran dampak teknologi modern terhadap kemampuan belajar anak di sekolah. Masalah itu menjadi salah satu pembahasan dalam konferensi tahunan Persatuan Guru dan Dosen, ATL, yang berlangsung di Belfast, Kamis 22 Mei.

Mereka mengatakan prihatin dengan banyaknya waktu yang digunakan anak-anak dalam menggunakan komputer dan peralatan digital lain di luar sekolah. Kebiasaan tersebut, menurut ATL, menyebabkan murid-murid menghadapi kesulitan untuk berkonsentrasi di sekolah dan juga tidak bisa bermain serta berinteraksi dengan baik.

"Kami mendengar laporan-laporan tentang anak yang masih amat muda yang tiba di sekolah dan tidak bisa berkonsentrasi dan bersosialisasi dengan baik karena menghabiskan waktu terlalu banyak di permainan digital dan media sosial," jelas Mark Langhamer, Direktur ATL Irlandia Utara.

ATL mengharapkan Kementerian Pendidikan Inggris mengeluarkan petunjuk kepada semua orang tua tentang batasan waktu anak-anak dalam menggunakan peralatan digital.

Potensi bahaya Tehnologi