MULAI 2015 SMK 5 TAHUN

Diposting oleh Fidi Handoko | 8:51 AM

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggodok aturan baru tentang durasi belajar di sekolah menengah kejuruan (SMK). Jika saat ini rata-rata lama belajar di SMK tiga tahun, mulai tahun depan menjadi empat tahun.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud Mustaghfirin Amin mengatakan, saat ini ada sejumlah SMK yang melakukan masa pendidikan selama empat tahun. "Tetapi belum menyeluruh. Rencananya kita nasionalkan program SMK empat tahun itu," katanya kemarin (20/6).

Banyak pertimbangan yang membuat lama belajar di SMK ditambah menjadi empat tahun. Salah satunya terkait dengan hasil evaluasi. Dengan durasi belajar tiga tahun, lulusan SMK baru menguasai kemampuan atau kehalian dasar.

Belakangan ini kalau kita mengajar anak kita kalau tidak bisa pasti disuruh mencari ke Google search... atau lainnya, atau kalau belum mengertipun kita yang mencarikannya... kelihatan diawalnya bagus... karena anak akan segera cepat tahu... tapi tahu nggak nantinya sisi negatif nya ? Para guru di Irlandia Utara mengungkapkan kekhawatiran dampak teknologi modern terhadap kemampuan belajar anak di sekolah. Masalah itu menjadi salah satu pembahasan dalam konferensi tahunan Persatuan Guru dan Dosen, ATL, yang berlangsung di Belfast, Kamis 22 Mei.

Mereka mengatakan prihatin dengan banyaknya waktu yang digunakan anak-anak dalam menggunakan komputer dan peralatan digital lain di luar sekolah. Kebiasaan tersebut, menurut ATL, menyebabkan murid-murid menghadapi kesulitan untuk berkonsentrasi di sekolah dan juga tidak bisa bermain serta berinteraksi dengan baik.

"Kami mendengar laporan-laporan tentang anak yang masih amat muda yang tiba di sekolah dan tidak bisa berkonsentrasi dan bersosialisasi dengan baik karena menghabiskan waktu terlalu banyak di permainan digital dan media sosial," jelas Mark Langhamer, Direktur ATL Irlandia Utara.

ATL mengharapkan Kementerian Pendidikan Inggris mengeluarkan petunjuk kepada semua orang tua tentang batasan waktu anak-anak dalam menggunakan peralatan digital.

Potensi bahaya Tehnologi

KURIKULUM 2013

Diposting oleh Fidi Handoko | 8:17 AM

Sampai sekarang memang belum semua kelas melakukan kurikulum 2013, ya masih memamsuki tahun kedua kan... jadi kurang 1 tahun lagi semua baru memasuki kurikulum 2013. Anehnya di dunia pendidikan ya biasa -biasa saja... tetap saja seperti kurikulum KTSP... pembelajaranpun tak jauh beda....

 bukannya ingin memvonis kurikulum 2013 tidak akan jalan tapi begitulah ketika kurikulum baru dijalan 1-4 tahun... biasanya ada perbaikan disana sini. Kurikulum 2013 sebenarnya baik walau kadang membuat para guru bingung juga. Btw semoga terus bisa berjalan dan apabila ada kesalahan bisa segera diperbaiki dan menjadikan pendidikan lebih baik.

Siapa sih nggak ingin kerja di GOOGLE.. ? bayaran yang besar... fasilitas uookkeee... terus apa ya kira-kira persyaratan untuk jadi karyawan Google ? Sekolah tinggi (S3 / S4) dengan IP tinggi .... ternyata tidak. Dalam percakapan dengan Tom Friedman dari The New York Times, pimpinan operasional Google, Laszlo Bock, merinci hal yang dicari perusahaannya saat merekrut. Dan uniknya, kriteria akademis tidak menjadi yang utama.

Para lulusan sekolah top dihindari oleh Google dengan alasan mereka biasanya tidak memiliki apa yang disebut sebagai "kerendahan hati intelektual". Megan McArdle berpendapat bahwa para penulis menunda "karena mereka mencetak terlalu banyak nilai A di kelas". Demikian juga dengan lulusan kampus. Lulusan terbaik biasanya dididik untuk mengandalkan bakat mereka yang pada gilirannya menyulitkan untuk beradaptasi dalam pekerjaan.

Google lebih ingin mendapatkan orang yang mampu menerima ide-ide dari orang lain saat ide itu memang bagus, lebih dari yang mereka miliki. Itulah kerendahan hati yang Google maksud, ujar Bock. Walaupun tidak semuanya, banyak lulusan brilian yang sangat jarang alami kegagalan dan tidak belajar bagaimana belajar dari kegagalan itu.

Mereka yang berbakat jenius biasanya, kata Bock, menunjukkan kesalahan atribusi yang mendasar karena cenderung berpikir saat ia sukses, itu karena dirinya jenius. Sementara saat gagal, ia akan menyalahkan orang lain di sekitarnya atau hal-hal lain. Di Google, Anda boleh bersikeras dan mempertahankan ide hingga titik darah penghabisan tetapi jika orang lain bisa memberi bukti faktual bahwa ada ide lain yang lebih baik, Anda harus mengakui dan mendukungnya.

Anehnya, orang-orang tanpa gelar sarjana justru bisa melakukannya dengan lebih baik. "Orang-orang yang bisa tetap sukses meski tidak mengenyam pendidikan formal adalah orang yang luar biasa dan kami harus mendapatkan orang-orang semacam itu,"Bock mengatakan.

Banyak kampus yang gagal mewujudkan janji mereka, klaim Bock. Apa yang lebih penting dari tingkat kecerdasan, gelar akademik atau ijazah dengan nilai A ialah kemampuan belajar. "Kampus cuma lingkungan belajar yang artifisial. Yang lebih penting ialah kemampuan kognitif umum seseorang, kemampuan memproses sembari bekerja, mengumpulkan banyak informasi dan mengolahnya secara terstruktur yang dapat diketahui melalui wawancara behavioral yang Google berikan,"ujarnya lagi.


Gimana... IQ bukan pertimbangan utama... IQ yang dulu dipuja.... kalau harus dilengkapi mungkin juga IQ, EQ dan SQ nya top... nah ini ok..

bLOG Pendidikan Bangsa ini merupakan blog yang fokus mengarah kependidikan baik formal maupun non formal..... nah sudah berapa kali ya bahas sistem pendidikan di blog ini ? nah hari ini kaskus memuat hot threadnya tentang pendidikan :

Pendidikan adalah hal mendasar yang dibutuhkan oleh manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Di indonesia, masalah pendidikan ini diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi, “setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” dan ayat 2 “ setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Dari kedua ayat tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa negara memberikan hak dan kewajiban warga negara untuk mendapat pendidikan dan negara wajib membiayai untuk pendidikan dasar. Mari kita lihat realita tentang pendidikan yang sedang terjadi di Indonesia untuk menjawab apakah sudah sesuai dengan apa yang diamanatkan undang-undang dasar 1945 kita.

Kurikulum 2013 di TAhun 2014

Diposting oleh Fidi Handoko | 2:45 PM

Bagaimana perkembangan kurikulum 2013 yang sudah mulai diterapkan di beberapa sekolah ? apakah sudah baik... perlu perbaikan... atau perlu dirombak lagi? Yap... beberapa daerah sudah mulai terus menerapkan Kurikulum 2013 ini dimulai dengan dikelas dasar SD kelas 1 dan kelas 4...  kalau di Jawa timur kota-kota besarnya sih sudah ok.. nah kalau dipelosoknya menunggu implementasi dan pelatihan secara nyata... agar tidak salah dalam menjalankannay maklum keuangannya pasti pas-pas an.


Sebenarnya Inti dari Kurikulum 2013 ini  adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.

Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

Pemerintah menginginkan terbaik,,, tapi pelaksana menginginkan termudah.. simple dan hasil maksimal. jadi siap tidak siap Kurikulum 2013 sudah disahkan... sperti biasanya kalau di Windows itu seperti Service PAck 1 lalu service PAck 2 dan seterusnya... demikian kurikulum... ini semua dilaksanakan demi mencapai pendidikan di Indoensia yang lebih maju...

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mematangkan persiapan pelaksanaan ujian nasional (unas) 2014. Nah bagaimana Ujian Nasional untuk SD... apakah dihapuskan ? atau bagaimana lagi rencananya ? Ternyata Kemendikbud memastikan memasrahkan pelaksanaan unas SD ke pemerintah provinsi (pemprov). Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dirjen Dikdas) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, untuk tahun depan sudah tidak lagi menggunakan istilah unas untuk jenjang SD. "Sebab pelaksananya sudah didaerahkan. Yakni dipasrahkan ke pemerintah provinsi," kata mantan Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud itu.


Nama pengganti untuk unas jenjang SD masih didiskusikan. Diantara opsi penamaannya adalah ujian akhir sekolah atau ujian sekolah. Dia menuturkan sebentar lagi akan dipastikan seluruh petunjuk teknis atau SOP unas 2014. Termasuk untuk ujian akhir di jenjang SD itu. Menurut Hamid penyerahan wewenang penyelenggaraan unas SD ke pemprov mulai dari urusan pembuatan naskah ujian. Dia mengatakan sebanyak 75 persen butir soal ujian akhir SD dibuat oleh tim di pemprov. Sedangkan Kemendikbud menetapkan 25 persen soal sisanya. "Kemendikbud tetap ikut membuat butir soal. Fungsinya lebih untuk kontrol kualitas secara nasional," tandasnya. Hamid menegaskan ujian akhir jenjang SD itu bukan sebagai syarat mutlak kelulusan siswa SD.

Ambulan... oh ambulan.... mungkin bagi semua orang sudah tahu akan AMBULAN... mobil ambulance ... mobil pembawa orang sakit  maupun orang yang sudah meninggal. Ketika bunyi ambulan berbunyi seharusnya pengendara lain harus mengalah baik mobil, sepeda motor, truk dan lainnya karena mengutamakan kepentingan yang lebih penting (sakit agar segera dilayani) eeeh ternyata.... tak terhiraukan...

Ini terjadi di kota-kota besar (kadang juga banyak dikotakota kecil) apalagi yang sudah tergolong macet... ternyata tidak diperhatikan.... ya begitulah.. padahal ketika ujian SIM (surat Ijin mengemudi) soal materi ini ada lho... tapi kenapa prakteknya nol... seperti tadi pagi waktu saya berangkat ke surabaya... wkwkwkwk mobil ambulance malah susah lewat... kendaraan umum tidak ada yang mo ngalah.. kasihan..

Apa ketika test SIM mereka hanya titip ya.... kasihan... makanya banyak sekali kejadian dijalan yang seharusnya kalau sudah mengikuti Ujian SIM pasti mengerti dan menaati... kenyataannya... yah itulah... harapan sih semakin lebih baik... jalan biar nggak terlalu mengerikan karena pengendara yang tak tahu aturan-aturan lalu lintas..

Kenapa sih para orang tua khawatir bila anak mereka pacaran ? dan kekhawatiran apa aja sih yang terfikir oleh mereka ?! berikut sebagian alasan utamanya :

1. Takut hamil

kekhawatiran paling utama pada orangtua yang memiliki anak perempuan, takut anaknya hamil, pergaulan bebas mungkin saja adalah faktor utama yang sangat menakutkan dan mengkhawatirkan, terlebih di indonesia, wajar saja apabila orangtua pasti akan khawatir dan mencoba menyaringnya (melihat teman-temannya) , untuk masa depan anaknya

2. Takut terjerumus ke NARKOBA serta SEKS BEBAS

Para orang tua mulai melihat keterkaitan antara pacaran, pergaulan bebas dan narkoba. Dan menurut mereka pacaran adalah sebuah jembatan yang bisa menghubungkan anaknya dengan pergaulan bebas. Karena alasan itulah mereka melarang anaknya pacaran.

3. Mengurangi waktu belajar

Kurikulum 2013 kelihatannya belum matang buuaaangget maklum banyak para guru yang memprotesnya... tujua pemerintah baik tapi implementaasinya terkesan dipaksakan..... berikut berita persetujuan DPR tentang kurikulum 2013 :

Setelah melalui pembahasan panjang, DPR akhirnya menyepakati rencana pemerintah untuk melaksanakan kurikulum baru pada 15 Juli 2013. Sebanyak 6 fraksi menyatakan setuju dan 3 fraksi menolak.

6 Fraksi yang sepakat pelaksanaan kurikulum baru pada 15 Juli 2013 dan anggaran sebesar Rp. 829.427.325.000 adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, PKB, Partai Gerindra dan Partai Hanura. Tiga fraksi yang menolak adalah PKS, PAN dan PPP.

Pandangan Fraksi Partai Demokrat dibacakan oleh Jefirstson R Riwu Kore. Fraksi Partai Demokrat menyepakati implementasi dan anggaran kurikulum 2013 tanpa catatan.

"Sehubungan masih adanya perdebatan konten kurikulum Fraksi Partai Demokrat menyerahkan pada pemerintah. Kedua, Fraksi Partai Demokrat menyetujui anggaran sebesar Rp. 829.427.325.000," kata Jefirstson.