23 May, 2007

Google bans essay writing adverts
By Sean Coughlan
BBC News education reporter

Computer keyboard
Google is blocking adverts where essays sell from £5 to £5,000
Google is to ban adverts for essay writing services - following claims that plagiarism is threatening the integrity of university degrees.

There have been complaints from universities about students being sold customised essays on the internet.

The advert ban from the Google search engine has been "warmly welcomed" by university authorities.

But it has angered essay writing firms which say this will unfairly punish legitimate businesses.

From next month, Google will no longer take adverts from companies which sell essays and dissertations - and the internet company has written to advertisers to tell them about the policy.

Plagiarism software

Google's forthcoming ban on adverts for "academic paper-writing services and the sale of pre-written essays, theses, and dissertations" means that essay websites join a blacklist of "unacceptable content" including adverts for weapons, prostitution, drugs, tobacco, fake documents and "miracle cures".

The move has been applauded by universities which have struggled with the problem of students dishonestly submitting material copied from the internet.

University lecture
Universities warn that plagiarism "devalues" higher education

"Making life harder for these cynical web 'essay mills' is a step in the right direction," says Professor Drummond Bone, president of Universities UK.

"We welcome this move. Essay writing sites claim that students pay hundreds of pounds for model answers - but do not then submit these as their own work. We all know this claim is absurd."

The universities organisation says that in particular there have been difficulties with essays bought by students from companies which sell tailor-made answers, where fees can be up to £5,000 for a single piece of extended work.

There have been reports of up to 12,000 essays being sold to students in a year, says Universities UK.

These essays and assignments can be written by freelance academics or other students - and it is less easy for plagiarism software used by universities to detect such work.

Google, commenting on the change, says its advertising policies are "developed and evaluated based on multiple factors, including legal and cultural considerations plus user and customer experience".

And a spokesperson said that the advert ban was expected to be applied across Google's global network.

Unfair ban?

But one of the UK companies fearing that it will be prevented from advertising, Essaywriter.co.uk, is angry at the threat to its business - with 80% of its customers coming through Google.

Managing director Matthew Wilson says this will punish the legitimate, transparent companies, which sell essays, but which warn students that they must not be used dishonestly.

Mr Wilson says that such a bespoke service, selling tailor-made essays at short notice, with prices around £70 and upwards, can be used as a guide for students wanting extra assistance.

Overseas students are frequently customers, he says - but the firm makes clear that essays should not be passed off as being written by the student.

And he says that such a blanket ban will not stop the search engine from generating links to rogue essay selling companies, which have been accused of scamming customers by providing poor quality material.

18 May, 2007

Fla. governor signs law requiring P.E. in elementary schools

DAVIE, Florida (AP) -- Elementary school students must have at least a half-hour of physical education each day under a bill signed Thursday by health-conscious Gov. Charlie Crist.

Crist and state lawmakers say the requirement, which takes effect with the new school year in August, can help prevent childhood obesity and related health problems. A state task force found in 2003 that millions of schoolchildren were at risk for juvenile diabetes and other ailments because of poor exercise and nutrition habits.

Crist said students will benefit academically by being in better health, and the former high school quarterback recalled that his own grades improved during football season.

"Having a good quality of life and good cross-section of education that addresses the mind, the body and the soul is very important. With the P.E. bill, we get to that," he said.

The slim governor, who has also established a state council on physical fitness, signed the bill after tossing three spirals into a practice net at Miami Dolphins training camp.

The bill will require at least 2.5 hours of physical education each week for students between kindergarten and fifth grade. Middle and high schools are encouraged to provide up to 3.75 hours of gym class weekly.

"We're trying to create a culture of activity in our elementary schools," said state Republican Rep. Will Weatherford, the bill's sponsor.

Crist has said he hopes to have gym class required through 12th grade by 2012, along with money from the state to help schools purchase necessary exercise equipment.

Florida has historically left curriculum decisions to individual school districts. The state's largest school district, Miami-Dade County, already requires 2.5 hours of physical education per week for elementary students.

Copyright 2007 The Associated Press. All rights reserved.This material may not be published, broadcast, rewritten, or redistributed.

Bila Murid SD Berbahasa Inggris

Jakarta, Jumat (9 Februari 2007)— Hingga akhir 1980-an, sebagian besar siswa sekolah dasar (SD) belum menerima pelajaran bahasa Inggris. Hanya segelintir SD mengenalkan bahasa Inggris kepada siswanya. pada 1990-an, bahasa inggris mulai diajarkan pada murid-murid SD kelas IV ke atas. Di akhir dekade 1990-an, bahasa inggris mulai merambah ke siswa kelas I SD, bahkan murid Taman Kanak-kanak (TK) dan playgrup alias taman bermain. Kini, bukan pemandangan aneh lagi di banyak kota, murid SD kelas I sudah mampu bercakap dalam bahasa Inggris.

Memang, belum semua SD di seluruh kota di Tanah Air sudah menjadikan bahasa Inggris sebagai salah satu pelajaran wajib. Namun, mulai 2007 ini, Direktorat Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional akan dirintis bahasa INggris sebagai pelajaran muatan lokal di SD perkotaan. "uji coba segera dilakukan di SD-SD negeri yang berada di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Denpasar," Kata Drs Mudjito AK, MSi, Direktur Pembinaan TK-SD Depdiknas.

Meski ujicoba dilakukan di sekolah negeri, namun program itu tidak membedakan sekolah negeri dan swasta. Justru peran sekolah swasta selama ini telah menjadi trendsetter pembelajaran bahasa Inggris di SD.

Program anyar Depdiknas itu juga didukung British Council, sebagai lembaga partner. British Council bukan saja dilibatkan dalam penyusunan strategi efektif pelaksanaan program pembelajaran bahasa Inggris untuk SD. Namun British Council juga memberikan bantuan dana. Salah satu kegiatan pendukung adalah penyelenggaran Simposium Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar di Hotel Bumikarsa, Jakarta, pertengahan Februari ini.

Acara dihadiri sekira 40 orang. Di antaranya, para pejabat Depdiknas, kalangan perguruan tinggi, dan para kepala subdin Pendidikan Dasar dari Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. Juga para kepala SD Bilingual.
Sebenarnya pembelajaran Bahasa Inggris untuk SD telah ada pada Kurikulum 1994. Namun hasilnya tidak mengembirakan. Pada Kurikulum 2004, pembelajaran bahasa Inggris di SD pun kembali dikembangkan. Hasilnya sami mawon. Hingga muncul Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar Kompetensi dan Kompetensi dasar Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar.

Menurut Drs Mudjito, agar program kali ini berhasil, telah disiapkan metodologi pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan. "Selama ini metode pembelajaran melulu berisi penguasaan gramatikal. Juga budaya malu disinyalir sebagai penyebab kesulitan terbesar dalam aplikasi Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Padahal, di Singapura dan Malaysia yang juga punya budaya multikultur ini, warganya tak malu berbahasa Inggris dengan dialek Tiongkok, Melayu dan India yang campur aduk di dalamnya. Berbeda dengan Indonesia yang punya 700-an bahasa daerah. Orang malu mengucapkan bahasa Inggris dengan dialek kedaerahan, misalnya Inggris dialek Sunda, atau Jawa. Sehingga orang menganggap pengucapan yang benar mesti dengan logat Inggris. "Persepsi seperti ini mestinya diubah," katanya.

Mudjito juga berharap, target kurikulum bahasa Inggris sebaiknya tidak membebani siswa. "Sebagai muatan lokal, durasi dua jam pelajaran setiap minggu sudah cukup," kata Mudjito.

Bolehlah siswa SD mulai diwajibkan mempelajari bahasa Inggris. Namun, yang tak kalah penting penguasaan bahasa Indonesia siswa SD di banyak daerah pun masih belum baik. Semoga, semangat mengejar ketertinggalan akan penguasaan bahasa dunia itu, tak membuat bahasa Indonesia dilupakan siswa SD.

16 May, 2007

A Major responsibility of schools entering this new era of globalization is to prepare students for the new challenges that are rapidly changing our society. One of the greatest challenges currently facing our youth is finding meaningful employment. The ability to speak a foreign language and computer literacy are currently two of the most common criteria required from people wishing to enter the workforce in Indonesia (and globally). As only about 20-30% of senior secondary school graduates nationally continue on to formal tertiary education, and with computers now infiltrating every aspect of human life it places a high burden of responsibility upon our education system to improve the development of our students' language and computer literacies.

09 May, 2007


SAAT ini, perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Malang sibuk mempromosikan lembaganya untuk menjaring calon mahasiswa baru. Mereka berlomba-lomba menyebarkan brosur dan selebaran, memasang iklan di media cetak, radio dan TV berisi informasi tentang penerimaan mahasiswa baru (maba), beserta program studi dan statusnya, termasuk daftar nama dosennya.

Tidak jarang isi brosur dan selebaran yang mengobral janji bahwa lulusan perguruan tingginya langsung mendapat pekerjaan. Ini suatu strategi promosi yang biasa dilakukan PTS dari zaman ke zaman, agar calon mahasiswa bisa tertarik untuk memilih perguruan tinggi itu.
Strategi dengan menyebarkan brosur merupakan strategi yang umum dilakukan PTS manakala nanti calon mahasiswa tidak semuanya tertampung PTN. Hal ini sangat boleh jadi seluruh rektor PTS Kopertis Wilayah VII (Surya, 8/3/07) merapatkan barisan untuk mendesak PTN agar PTN membatasi kuota penerimaan mahasiswa baru, sehingga PTS tidak kehilangan jatahnya.

Bila PTN sepakat membatasi kuota penerimaan mabanya, maka tinggal terjadi pesaingan antara PTS dalam merebut maba. Di samping terjadi persaingan antara PTS juga terjadi persaingan antara PTS dengan pendidikan pelatihan ketrampilan atau lembaga kursus, yang menawarkan jasanya kepada calon maba.
Dengan begitu banyaknya PTS dan pendidikan pelatihan ketrampilan, tentu tidak mudah bagi calon mahasiswa untuk memilih bahkan sering menimbulkan kebingungan bagi siswa untuk membedakan apakah itu perguruan tinggi atau lembaga kursus.
Menurut UU No: 2 tahun 1989, tentang Pendidikan Nasional, pasal 16, ayat (2) disebutkan bahwa satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan disebut perguruan tinggi, yang dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut atau universitas.

Di Indonesia terdapat kurang lebih 57 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan tercatat lebih dari 1.450 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Di Jawa Timur saja tercatat lebih dari 213 PTS. Bahkan dalam satu kota ada beberapa puluh perguruan tinggi, misalnya di Malang memiliki sekitar 43 buah perguruan tinggi (akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut atau universitas).
Persoalan yang memprihatinkan, banyak siswa masuk pendidikan tinggi hanya karena terdorong oleh teman yang sudah ada di perguruan tinggi tersebut (terutama PTS), terdorong karena kemewahan kampus yang serba aduhai, tergiur karena banyak brosur dan selebaran, iklan tanpa mengetahui lebih dekat tentang perguruan tinggi yang akan dimasukinya.

Maka memilih perguruan tinggi, harus jeli dan teliti sesuai dengan cita-cita hati. Tidak mudah percaya kepada manisnya promosi. Langkah awal yang sebaiknya dilakukan oleh calon mahasiswa/orang tuanya adalah mengumpulkan data-data dan informasi tentang perguruan tinggi. Kumpulkan informasi beberapa perguruan tinggi dan pelajari serta bandingkan mana yang paling realistik.
Informasi yang paling baik adalah guru, karena guru dalam memberikan informasi tidak ada kepentingan tertentu. Guru akan memberikan informasi yang lebih objektif dan profesional sesuai dengan panggilan jiwa pendidiknya. Pengalaman empiris bahwa ada beberapa orang yang kecewa karena salah memilih perguruan tinggi.

Informasi penting lain adalah telusuri perguruan tinggi bersangkutan dengan cara datang ke kampus untuk mencocokkan isi promosi tersebut. Misalkan bagaimana sarana dan prasarananya, kinerja layanan, fasilitas laboratorium dll.
Perlengkapan laboratorium praktek pertanian (misalnya anda ingin memilih fakultas pertanian) apakah di lembaga itu memiliki kebun percobaan sendiri? Soal SDM (Sumber Daya Manusia) juga perlu diketahui, misalnya berapa jumlah dosen yang berkualifikasi S3, S2 dan S1 di bidang ilmu tertentu, berapa pula rasio dosen dan mahasiswa?

Dalam menghadapi era yang penuh persaingan di berbagai aspek kehidupan sekarang ini, dosen yang berkualifikasi S1 sudah tidak layak lagi mengajar di perguruan tinggi, namun minimal adalah kualifikasi S2. Mengetahui soal akreditasi program studi/jurusan juga penting. Tujuannya agar calon maba tidak terjebak jika telah lulus dari PT tersebut. (*)

Oleh: Sebastianus Gudat

04 May, 2007

certification teachers

Yesterday in building Islamic center in surabaya performed [a] by theX explanation of problem certification teachers. In all indonesia estimated [by] 200.000 teachers for this year will in certification ( improvement of subsidy addition and profess

Kemarin di gedung Islamic center surabaya diadakan penjelasan masalah sertifikasi guru. Di seluruh indonesia diperkirakan 200.000 guru untuk tahun ini akan di sertifikasi (peningkatan profesi dan tambahan tunjangan).
Semoga aja tahun depan akan lebih banyak lagi guru yang disertifikasi dan membuat profesi guru menjadi semakin disenangi oleh masyarakat. tentunya dengan adanya peningkatan dari APBN sebanyak 20%..... semua akan menjadi nyata...
pendidikan akan semakin maju... walau tidak sekarang tapi the future pasti akan menikmatinya