Karena selama ini hanya melihat di TV, ketepatan hari Sabtu kemarin acara karnaval SCTV berada di GOR Sidoarjo, jadi dekat nich dengan rumah, so sekeluarga berbondong-bondong ke sono. Gimana sih panggungnya, penontonnya, penjualnya dan PArkir Sepeda Motor yang harus dibayar duluan senilai Rp 5.000,- wow .... aji mumpung.
Seneng sekali melihat keramaian sedemikian buanyaknya, anak remaja yang memakai baju dan celana hitam (katanya anak punk gitu) dan banyak sekali yang berpacaran di bebragai sudut tanpa rasa malu. Benar DUnia berubah, adat timur... terlupakan. Tapi saya salut juga sama Pak Polisi yang memberikan pengamanan di setiap sudut ... jadi walau dengan anak-anak terasa aman gitu, cuman saya nggak samapai malam karena penontonya semakin malam semakin bertambah, maklum bawa anak istri, yang penting sudah tahu gitu aja.
Hiburan rakyat memang perlu tapi juga perlu diperhatikan kemanan, kenyamanan yang menikmati. Salut deh buat Pemkab Sidoarjo, walau saya dengar ada tawuran tapi masih bisa diredam dan nggak ada korban, pasti ada saja gesekan-gesekan emosi anak muda.
20 March, 2011
18 March, 2011
MACETNYA JALAN RAYA PORONG... WUIIIHHHH
Posisi rumah yang dekat Lumpur Lapindo membuat setidak-tidaknya berhubungan dengan pengguna jalan + kemacetan. Hari kemarin mengantar Pernikahan tetangga, ke Pandaan, otomatis melewati jalan raya porong... ketika berangkat jalan baik-baik saja,,, walau macet tapi cuman 1,5 jam sudah samapai di Sukorejo. Nah giliran kembali ke Sidoarjo ... Jala mulai bundaran Apolo sudah macet.
Cari jalan alternatif ke Tol lama (mau masuk jalan tikus) karena ada yang nyusur lewat tepi sungai saya ikut saja.. hehehe mungkin bisa lebih cepat, ternyata di pertigaan Gempol tidak boleh kekanan... harus putar dulu... pening deh...
Karena di dalam banyak anak Balitanya saya nggak mau ambil resiko masuk dikemacetan plus mo sholat maghrib juga, so langsung kembali ke Japanan langsung lewat watukosek (sholat di masjid situ). Lalu langsung lewat tembusan pabrik gula krembung. Karena perjalanan melelahkan anak saya yang pertama.. masuk angin akhirnya muntah (lha wong disuruh makan sebelumnya nggak mau..). Alhamdulillaah nyampe juga di Rumah...
MAcet-macet lama banget Pemerintah bangun jalan artileri pengganti.. KAtanya BPLS selesai agustus 2011... katanya...
Cari jalan alternatif ke Tol lama (mau masuk jalan tikus) karena ada yang nyusur lewat tepi sungai saya ikut saja.. hehehe mungkin bisa lebih cepat, ternyata di pertigaan Gempol tidak boleh kekanan... harus putar dulu... pening deh...
Karena di dalam banyak anak Balitanya saya nggak mau ambil resiko masuk dikemacetan plus mo sholat maghrib juga, so langsung kembali ke Japanan langsung lewat watukosek (sholat di masjid situ). Lalu langsung lewat tembusan pabrik gula krembung. Karena perjalanan melelahkan anak saya yang pertama.. masuk angin akhirnya muntah (lha wong disuruh makan sebelumnya nggak mau..). Alhamdulillaah nyampe juga di Rumah...
MAcet-macet lama banget Pemerintah bangun jalan artileri pengganti.. KAtanya BPLS selesai agustus 2011... katanya...
07 March, 2011
Kena Tilang
Hohoho... mungkin ini menjadi momok bagi semua pengendara baik mobil maupun sepeda motor, kena tilang. Mau bagaimana lagi, khususnya di seluruh Jawa Timur mulai bulan ini untuk pengendara sepeda motor harus menyalakan lampu atau tilang (juga perlengkapan yang lain seperti spion dan lainnya)
Kali ini saya kena tilang bukan naik sepeda motor, tapi naik mobil... sudah lebih dari 2 tahun mempunyai mobil sampai sekarang belum memiliki SIM A, sebenarnya sih kesalahan bukan disini, tapi karena istri saya tidak memakai sabuk pengaman... apes deh. Sudah posisi diluar kota lagi... Ketika di hadang sama pak Polisi kaget juga, wong biasanya yang dihadang itu Sepeda Motor, eee ternyata istri lupa pakai sabuk pengaman, terus dihentikan dan ditanyai STNK + SIM. SIM belum punya jadi melanggar 2 ... sidang langsung kena Rp 110.000,-
Sya tawar Rp 50.000 si Pak Pol bersikeras bilangnya "Wah ini nomor Surabaya Pak!, 100 ribu sajalah saya bisa bantu...." Karena nggak mau (karena luar kota) ribet ya lagsung saja saya bayar.... Shodaqoh kkok ke Pak Polisi... wkwkwwk nggak papa, biar Istri sadar + saya agar selalu ingat memakai sabuk pengaman + punya SIM B
Kali ini saya kena tilang bukan naik sepeda motor, tapi naik mobil... sudah lebih dari 2 tahun mempunyai mobil sampai sekarang belum memiliki SIM A, sebenarnya sih kesalahan bukan disini, tapi karena istri saya tidak memakai sabuk pengaman... apes deh. Sudah posisi diluar kota lagi... Ketika di hadang sama pak Polisi kaget juga, wong biasanya yang dihadang itu Sepeda Motor, eee ternyata istri lupa pakai sabuk pengaman, terus dihentikan dan ditanyai STNK + SIM. SIM belum punya jadi melanggar 2 ... sidang langsung kena Rp 110.000,-
Sya tawar Rp 50.000 si Pak Pol bersikeras bilangnya "Wah ini nomor Surabaya Pak!, 100 ribu sajalah saya bisa bantu...." Karena nggak mau (karena luar kota) ribet ya lagsung saja saya bayar.... Shodaqoh kkok ke Pak Polisi... wkwkwwk nggak papa, biar Istri sadar + saya agar selalu ingat memakai sabuk pengaman + punya SIM B
01 March, 2011
PROGRAM SCHOOLNET BERHENTI ?
Program yang digadang-gadang sama Menkominfo untuk melek Internet dengan memberi sambungan internet gratis ke sekolah-sekolah seluruh Indonesia dan sudah berjalan 2 tahun tiba-tiba berhenti. Telkom Speedy memberitahu bahwa untuk program SCHOOL NET berhenti untuk sementara dikarenakan belum cairnya anggaran dari Pemerintah.
Jadi selama bulan Januari-Februari 2011 ini diputus sama Telkom, kasihan deh bagi mereka yang sudah terbiasa dengan internet dan segala kemudahannya. Sayang sekali permasalahan yang timbul disetiap saat awal tahun tidak di siapkan oleh PEmerintah dan Telkom Speedy yang notabene BUMN pemerintah kok ya nggak koordinasi... kalau memang sudah nggak diberi dana kasih tahu saja.. biar nggak ngambang begini... Aneh
Jadi selama bulan Januari-Februari 2011 ini diputus sama Telkom, kasihan deh bagi mereka yang sudah terbiasa dengan internet dan segala kemudahannya. Sayang sekali permasalahan yang timbul disetiap saat awal tahun tidak di siapkan oleh PEmerintah dan Telkom Speedy yang notabene BUMN pemerintah kok ya nggak koordinasi... kalau memang sudah nggak diberi dana kasih tahu saja.. biar nggak ngambang begini... Aneh
17 February, 2011
Banyaknya BAntuan dari Pusat
Kita semua sih senang saja ketika dunia pendidikan belakangan ini menjadi pusat perhatian, makanya kucuran dana dibidang pendidikan inipun menjadi lebih banyak. Mulai dari pemerintah daerah, Pusat, perusahaan swasta dan lainnya.
Cuman sayang, ternyata hal ini juga dijadikan peluang untuk mengais rejeki yang tak benar... maksudnya ? yap bantuan untuk sekolah contohnya untuk bangunan senilai 100 juta, eee ternyata yang terbangun kalau dihitung denga benar pali juga tinggal 60%... kalau nggak mau nggak akan dapat bantuan lagi... ribet deh.
Pendidikan bangsa ini memang layak diperhatikan tapi juga perlu diwaspadai akan adanya oknum-oknum yang memanfaatkan akan banjirnya keuangan di Pendidikan. Semoga semua berjalan lancar sesuai harapan masyarakat dan pemikiran orang-orang pusat.
Cuman sayang, ternyata hal ini juga dijadikan peluang untuk mengais rejeki yang tak benar... maksudnya ? yap bantuan untuk sekolah contohnya untuk bangunan senilai 100 juta, eee ternyata yang terbangun kalau dihitung denga benar pali juga tinggal 60%... kalau nggak mau nggak akan dapat bantuan lagi... ribet deh.
Pendidikan bangsa ini memang layak diperhatikan tapi juga perlu diwaspadai akan adanya oknum-oknum yang memanfaatkan akan banjirnya keuangan di Pendidikan. Semoga semua berjalan lancar sesuai harapan masyarakat dan pemikiran orang-orang pusat.
08 February, 2011
TELKOM SPEEDY
4 Hari yang lalu saya mengalami hal yang tidak mengenakkan berhubungan dengan akses internet yang saya pakai di rumah. Tiba-tiba putus, ketika telpon 147 mereka bilang bahwa speedy diblokir karena masih ada tagihan, padahal sudah terbayar bahkan kelihatannya kebanyakan. rasanya muaaraaah.. pingin tak cabut semua saja speedy + telpon dan nggak berhubungan sama telkom, tapi langsung saja saya berpikir lagi ... coba komplain dululah ke Telkom.
senin akhirnya saya menanyakan hal itu kepada telkom, ternyata setelah dilihat di customer service memang tagihan yang biasanya cuman 100 rb menjadi 200 rb + tagihan bulan ini berubah menjadi 900 rb... jreeengg.. kaget bin ruwet, tapi si mbak customer service menjelaskan bahwa beberapa hari ini ada kesalahan dalam billing telkom khusunya client yang membayar 100 rb.
Setelah beberpa saat menunggu dan petugas nya mondar-mandir akhirnya dia akan selesaikan semua satu persatu, sampai akhirnya saya hanya membayar speedy 110 rb (+PPN). tenang deh jadinya, maklum internet sudah terlalu merasuk dijiwa... sulit untuk tidak masuk ke internet barang sehari... kayak ada yang kurang. Untung komplain langsung ditanggapi dan selsai dengan baik sesuai keinginan pelanggan kalau nggak pasti sudah daku tulis dengan mengerikan di blok ini... trim's deh telkom....
senin akhirnya saya menanyakan hal itu kepada telkom, ternyata setelah dilihat di customer service memang tagihan yang biasanya cuman 100 rb menjadi 200 rb + tagihan bulan ini berubah menjadi 900 rb... jreeengg.. kaget bin ruwet, tapi si mbak customer service menjelaskan bahwa beberapa hari ini ada kesalahan dalam billing telkom khusunya client yang membayar 100 rb.
Setelah beberpa saat menunggu dan petugas nya mondar-mandir akhirnya dia akan selesaikan semua satu persatu, sampai akhirnya saya hanya membayar speedy 110 rb (+PPN). tenang deh jadinya, maklum internet sudah terlalu merasuk dijiwa... sulit untuk tidak masuk ke internet barang sehari... kayak ada yang kurang. Untung komplain langsung ditanggapi dan selsai dengan baik sesuai keinginan pelanggan kalau nggak pasti sudah daku tulis dengan mengerikan di blok ini... trim's deh telkom....
31 January, 2011
Siswa SMP Nggak Bisa Matematika
Banyaknya Kemenangan siswa Indonesia di berbagai ajang olimpiade internasional rupanya tak membuat kualitas siswa Indonesia meningkat. Justru sebaliknya, sekitar 76,6 persen siswa setingkat SMP ternyata dinilai ”buta” matematika.
Demikian diungkapkan Iwan Pranoto, pakar matematika dari Institut Teknologi Bandung, dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia, Jumat (28/1/2011). Hadir dalam diskusi yang dilangsungkan di Sekretariat Gerakan Indonesia Mengajar (GIM), antara lain, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Ketua Program GIM Anies Baswedan (tuan rumah), guru besar ITB Bana Kartasasmita, serta sejumlah dosen dan guru.
Menurut dia, dihitung dari skala 6, kemampuan matematika siswa Indonesia hanya berada di level kedua. Ironisnya, lanjut Iwan, kondisi itu bertahan sejak 2003. Artinya, selama tujuh tahun,kondisi itu stagnan alias tak berubah.
"Di sini tampak bahwa siswa Indonesia dengan profisiensi di bawah level dua sangat tinggi, mencapai 76,6 persen dari populasi. Juga tampak, jika dibandingkan dengan 2003, kondisinya hampir tidak berubah. Ini menunjukkan bahwa pengajaran matematika yang sekarang tidak mampu mengangkat ke level dua atau lebih. Pembenahan pendidikan matematika sekolah kita belum berhasil," ujar Iwan dihubungi di Jakarta, Senin.
Menurut Iwan, berdasarkan hasil The Program for International Student Assessment 2010, posisi Indonesia mengenaskan, yaitu hanya juara ketiga dari bawah. Indonesia hanya lebih baik daripada Kirgistan dan Panama. "Berdasarkan penyajian grafik, yang harus diperhatikan bukan posisi Indonesia yang di posisi tiga dari bawah," papar Iwan.
Namun, dia melanjutkan, yang justru merisaukan adalah dua fakta berikut, yaitu persentase siswa Indonesia yang di bawah level kedua sangat besar (76,6 persen) dan persentase siswa yang di level 5 dan 6 secara statistika tidak ada.
Ia menuturkan, menurut definisi level profisiensi matematika dari OECD, siswa di bawah level dua dianggap tidak akan mampu berfungsi efektif di kehidupan abad ke-21. Menurut dia, penyebab utama hasil terburuk ini adalah ketidaksesuaian ekspektasi kebermatematikaan di program pendidikan matematika di Indonesia dan dunia pada abad ke-21.
"Kegiatan bermatematika yang dituntut dunia adalah bermatematika utuh, sedangkan yang dilakukan siswa kita hanyalah parsial. Selain itu, proses belajar matematika di Indonesia masih berpusat pada penyerapan pengetahuan tanpa pemaknaan. Padahal, yang dituntut di dunia global justru berpusat pada pemanfaatan hasil belajar matematika dalam kehidupan, yaitu pemahaman, keterampilan, dan karakter," ungkapnya. (dikutip dari kompas)
BAgaimana Negara Indonesia ini mau maju ? MAtematikanya saja kayak begini.... Ada salah satu yang membuat matematika menjadi momok yaitu sugeti atau sering kali menganggap tidak bisa (baik orang tua maupun orang sekitar bahkan gurunya..)
Demikian diungkapkan Iwan Pranoto, pakar matematika dari Institut Teknologi Bandung, dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia, Jumat (28/1/2011). Hadir dalam diskusi yang dilangsungkan di Sekretariat Gerakan Indonesia Mengajar (GIM), antara lain, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Ketua Program GIM Anies Baswedan (tuan rumah), guru besar ITB Bana Kartasasmita, serta sejumlah dosen dan guru.
Menurut dia, dihitung dari skala 6, kemampuan matematika siswa Indonesia hanya berada di level kedua. Ironisnya, lanjut Iwan, kondisi itu bertahan sejak 2003. Artinya, selama tujuh tahun,kondisi itu stagnan alias tak berubah.
"Di sini tampak bahwa siswa Indonesia dengan profisiensi di bawah level dua sangat tinggi, mencapai 76,6 persen dari populasi. Juga tampak, jika dibandingkan dengan 2003, kondisinya hampir tidak berubah. Ini menunjukkan bahwa pengajaran matematika yang sekarang tidak mampu mengangkat ke level dua atau lebih. Pembenahan pendidikan matematika sekolah kita belum berhasil," ujar Iwan dihubungi di Jakarta, Senin.
Menurut Iwan, berdasarkan hasil The Program for International Student Assessment 2010, posisi Indonesia mengenaskan, yaitu hanya juara ketiga dari bawah. Indonesia hanya lebih baik daripada Kirgistan dan Panama. "Berdasarkan penyajian grafik, yang harus diperhatikan bukan posisi Indonesia yang di posisi tiga dari bawah," papar Iwan.
Namun, dia melanjutkan, yang justru merisaukan adalah dua fakta berikut, yaitu persentase siswa Indonesia yang di bawah level kedua sangat besar (76,6 persen) dan persentase siswa yang di level 5 dan 6 secara statistika tidak ada.
Ia menuturkan, menurut definisi level profisiensi matematika dari OECD, siswa di bawah level dua dianggap tidak akan mampu berfungsi efektif di kehidupan abad ke-21. Menurut dia, penyebab utama hasil terburuk ini adalah ketidaksesuaian ekspektasi kebermatematikaan di program pendidikan matematika di Indonesia dan dunia pada abad ke-21.
"Kegiatan bermatematika yang dituntut dunia adalah bermatematika utuh, sedangkan yang dilakukan siswa kita hanyalah parsial. Selain itu, proses belajar matematika di Indonesia masih berpusat pada penyerapan pengetahuan tanpa pemaknaan. Padahal, yang dituntut di dunia global justru berpusat pada pemanfaatan hasil belajar matematika dalam kehidupan, yaitu pemahaman, keterampilan, dan karakter," ungkapnya. (dikutip dari kompas)
BAgaimana Negara Indonesia ini mau maju ? MAtematikanya saja kayak begini.... Ada salah satu yang membuat matematika menjadi momok yaitu sugeti atau sering kali menganggap tidak bisa (baik orang tua maupun orang sekitar bahkan gurunya..)
22 January, 2011
Buka Sekolah Baru...
Dikarenakan perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah ke arah pendidikan, maka maklum kalau anggaran baik APBN dan APBD mengarah semua ke pendidikan. Untuk pendidikan wajib belajar 9 tahun disubsidi dengan BOS (SD dan SMP) sedangkan untuk SMA/ SMK sederajat dengan BPOM. Di awal tahun pemeberian BOS ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah, di Tahun 2011 ini dana BOS dimasukkan ke DAU sehingga yang mengeluarkan nanti APBD daerah. hal ini bisa menimbulkan sedikit permasalahan diantaranya pemberian BOS tidak sama antara daerah satu dengan lainnya dikarenakan kebijakan masing-masing daerah.
Dari berbagai masalah yang terjadi muncul lagi keinginan untuk mendirikan sekolah, baik SD-SMP-SMA/SMK karena terlihat seperti bisnis yang menggiurkan. Lihat saja beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali sekolah-sekolah baru, akibatnya seleksi untuk perijinanpun menjadi sangat ketat. Selain Sarana dan Prasarana yang harus terpenuhi dulu, juga ada lai-lain. Persyaratan Kepemilikan tanah dan bangunan yang tidak boleh atas nama pribadi, dan luas yang juga ditentukan (standart mininalnya).
HAl ini sangat berbeda dengan perijinan sebelum ada bantuan dari pemerintah, pada saat itu bahkan nggak ada yang ingin buka sekolah, bangunan sekolah juga jelek.... sekarang orang berebut menikmati kue 20% minimal anggaran APBN. Semoga semua ini tidak membuat pendidikan di INdonesia bertambah mundur dan hancur, akan tetapi lebih termotivasi menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik.
Dari berbagai masalah yang terjadi muncul lagi keinginan untuk mendirikan sekolah, baik SD-SMP-SMA/SMK karena terlihat seperti bisnis yang menggiurkan. Lihat saja beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali sekolah-sekolah baru, akibatnya seleksi untuk perijinanpun menjadi sangat ketat. Selain Sarana dan Prasarana yang harus terpenuhi dulu, juga ada lai-lain. Persyaratan Kepemilikan tanah dan bangunan yang tidak boleh atas nama pribadi, dan luas yang juga ditentukan (standart mininalnya).
HAl ini sangat berbeda dengan perijinan sebelum ada bantuan dari pemerintah, pada saat itu bahkan nggak ada yang ingin buka sekolah, bangunan sekolah juga jelek.... sekarang orang berebut menikmati kue 20% minimal anggaran APBN. Semoga semua ini tidak membuat pendidikan di INdonesia bertambah mundur dan hancur, akan tetapi lebih termotivasi menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik.
15 January, 2011
Memilih Sekolah dimana..?
Ketika dulu saya melihat sekolah-sekolah yang menawarkan fullday saya merasa kasihan sama anak-anak yang disekolahkan, dan menganggap sekolah fullday merupakan pelarian dari mengasuh anak dari orang tua yang kedua-duanya bekerja. Anak dibuat berangakt pagi danpulang sore hampir sama seperti jam bapak ibunya bekerja sehingga ketika pulang tidak lama kemudian orang tua suda ada di rumah.
tapi lama kelamaan Fullday school menjadi sebuah favorit yang dijalankan di sekolah-sekolah, karena menganggap hasil dari yang diberikan pada siswa akan lebih maksimal. Sekarang ini kartun di televisi juga semakin banyak dan beragama serta ada setiap hari, demikian hiburan lainnya.
Mungkin harapan pendidikan akan menjadi lebih baik kalau dibuat system seperti ini, perlu diingat juga sistem fullday school akan berjalan dengan baik kalau fasilitas sarana dan prasana sudah menunjang sehingga tidak menimbulkan kejenuhan pada siswa. AKhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk memasukkan anak saya ke islamic fullday school (fullday school yang islami). Saya menginginkan pintar plus anak yang taat pada agama hingga nanti dewasa.
Jadi pada intinya sebelum mendaftarkan anak ke sekolahan tersebut, carilah artikel, berita atau cerita dari siapa saja tentang pendidikan di sekolah tersebut, jangan asal ikut-ikutan saja. Lihat semua fasilitas yang disediakan.
tapi lama kelamaan Fullday school menjadi sebuah favorit yang dijalankan di sekolah-sekolah, karena menganggap hasil dari yang diberikan pada siswa akan lebih maksimal. Sekarang ini kartun di televisi juga semakin banyak dan beragama serta ada setiap hari, demikian hiburan lainnya.
Mungkin harapan pendidikan akan menjadi lebih baik kalau dibuat system seperti ini, perlu diingat juga sistem fullday school akan berjalan dengan baik kalau fasilitas sarana dan prasana sudah menunjang sehingga tidak menimbulkan kejenuhan pada siswa. AKhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk memasukkan anak saya ke islamic fullday school (fullday school yang islami). Saya menginginkan pintar plus anak yang taat pada agama hingga nanti dewasa.
Jadi pada intinya sebelum mendaftarkan anak ke sekolahan tersebut, carilah artikel, berita atau cerita dari siapa saja tentang pendidikan di sekolah tersebut, jangan asal ikut-ikutan saja. Lihat semua fasilitas yang disediakan.
03 January, 2011
SOlusi Tol Tengah Kota ?
KArena saya hampir setiap hari perjalanan dari Sidoarjo ke Surabaya naik sepeda motor, setidaknya saya mengalami beberapa hal yang saya ketahui, mungkin juga solusi tol Tengah kota yang di gagas Surabaya (walau masyarakat banyak yang nggak setuju)
Kalau saya pikir sih lebih baik yang dibuat melayang rel kereta apinya, karena selain memang ternyata yang membuat macet ketika kereta api jurusan surabaya malang / Jember yang setiap hari melintas. Ketika jam pulang kerja biasanya kereta api melintas 2-3 kali dan kemacetan di daerah pertigaan Bulog (kalau ke timur ke rungkut/ jemur sari dll). Lihat saja ....
Nah ketika Kereta api dibuat melayang, selain kendaraan tidak kena imbas kereta api, keselamaan penyeberang jalan juga lebih terselamatkan, dan juga kecepatan kereta api bisa lebih cepat. Buat saja rel kereta api melayang mulai dari Gubeng sampai Buduran Sidoarjo, kepadatan lalu lintas akan segera terurai. Hmmmm itu deh uneg-uneg saya dari kemarin.... selesai.
Kalau saya pikir sih lebih baik yang dibuat melayang rel kereta apinya, karena selain memang ternyata yang membuat macet ketika kereta api jurusan surabaya malang / Jember yang setiap hari melintas. Ketika jam pulang kerja biasanya kereta api melintas 2-3 kali dan kemacetan di daerah pertigaan Bulog (kalau ke timur ke rungkut/ jemur sari dll). Lihat saja ....
Nah ketika Kereta api dibuat melayang, selain kendaraan tidak kena imbas kereta api, keselamaan penyeberang jalan juga lebih terselamatkan, dan juga kecepatan kereta api bisa lebih cepat. Buat saja rel kereta api melayang mulai dari Gubeng sampai Buduran Sidoarjo, kepadatan lalu lintas akan segera terurai. Hmmmm itu deh uneg-uneg saya dari kemarin.... selesai.
Subscribe to:
Posts (Atom)