Pendidikan sangat tergantung dari para guru, Siapapun guru pastilah dia dianggap memiliki aklak yang baik dibanding pekerja yang lain. Pekerjaan dianggap mulia di masyarakat walau masih dipandang sebelah mata masalah penghasilan yang dihasilkan.
Sayangnya opini masyarakat bahwa guru pasti orang yang baik sudah terlanjur masuk dibenak mereka, sehingga masyarakat kadang lupa bahwa guru juga manusia. Kesalahan pasti akan juga menjadi hal yang biasa. Di negara kita ini, guru masih belum dihargai selayaknya di mata masyarakat. Penghargaan dimata masyarakat hanya sebatas bahwa guru pastilah orang pintar sehingga sangat diperlukan dalam kemasyarakatan. Lihat saja ketika rapat setingkat RT, RW maupun kelurahan. Guru akan mendapatkan jabatan disetiap pekerjaan luar.
Tapi jangan tanya penghasilan guru sebesar apa... bagi guru di sekolah swasta favorit ataupun yang sudah PNS mungkin ok lah... setidaknya mereka pasti diatas UMR. Sedangkan yang masih baru, honore, GTT maupun sekolah dengan dana minim apa bisa mendapatkan gaji selayaknya yang seperti dituntut para buruh / UMR.... padahal tugas guru lebih berat... semoga negara ini semakin lebih menghargai guru agar pendidikan lebih maju kelak.
22 May, 2010
14 May, 2010
PERPUSTAKAAN
Di jaman yang sudah serba online ini ada baiknya kita menengok sesuatu yang sangat berharga dikala dulu belum semaju sekarang ini. Perpustakaan... dimana kita bisa membaca buku, menambah ilmu. Ya... tadi pagi setelah sekian lama merencanakan akhirnya saya mendatangi perpustakaan kabupaten. Sebenarnya bayangan saya seperti 10 tahun yang lalu... bukunya kumel dan lama... jarang ada yang baru ternyata berbeda.
Buku baru juga sudah menghiasi rak di perpustakaan, dengan berbagai model buku yang sangat banyak lumayan kalau dibuat referensi. Walau kalau dipikir masih kalah sama Gramedia basuki rahmat SUrabaya (yang banyak dan semua baru dan tidak boleh dibaca dan dipinjam .. pan harus beli..)
Seneng sih beberapa buku yang saya inginkan ada disini (lumayan bisa menghemat anggaran beli buku hheheheh). MAu pinjam... !?! nanti dulu... harus daftar jadi anggota syaratnya : Fotocopy KTP, foto 3X4 2 lembar, Fotokopy KK, isi form yang harus ada setempel RT... ribet juga... TApi ini demi keamanan buku yang dipinjam (biasa banyak yang pinjam nggak dikembalikan sih..) besok ngurus biar bisa segera pinjam. SIP
Buku baru juga sudah menghiasi rak di perpustakaan, dengan berbagai model buku yang sangat banyak lumayan kalau dibuat referensi. Walau kalau dipikir masih kalah sama Gramedia basuki rahmat SUrabaya (yang banyak dan semua baru dan tidak boleh dibaca dan dipinjam .. pan harus beli..)
Seneng sih beberapa buku yang saya inginkan ada disini (lumayan bisa menghemat anggaran beli buku hheheheh). MAu pinjam... !?! nanti dulu... harus daftar jadi anggota syaratnya : Fotocopy KTP, foto 3X4 2 lembar, Fotokopy KK, isi form yang harus ada setempel RT... ribet juga... TApi ini demi keamanan buku yang dipinjam (biasa banyak yang pinjam nggak dikembalikan sih..) besok ngurus biar bisa segera pinjam. SIP
07 May, 2010
Dosen Indonesia Makin Laris Di Malaysia
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Jumlah dosen Indonesia di Malaysia kecenderungannya makin meningkat seiring dengan makin bertambahnya jumlah universitas dan fakultas yang dibuka di beberapa negara bagian di negeri jiran ini.
"Ya memang jumlah dosen Indonesia makin laris di Malaysia karena industri pendidikan semakin berkembang dan bertambah, baik jumlah institusi pendidikan maupun fakultasnya," kata Dr Riza Muhida, ketua ILRAM (Indonesian Lecturer and Researcher Association in Malaysia), di Kuala Lumpur, Jumat sore.
Sementara tidak semua universitas di Malaysia menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Hanya beberapa universitas di Kuala Lumpur menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Banyak universitas gunakan bahasa Melayu jadi banyak peluang bagi dosen Indonesia, kata Dr Rida yang mengajar di Fakultas Teknik Universitas Islam Internasional Malaysia.
Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar bertemu, berdialog dengan para dosen dan peneliti Indonesia sekaligus mendukung terbentuknya ILRAM. Ada sekitar 100 dosen dan peneliti Indonesia dari berbagai universitas di Malaysia berkumpul di KBRI.
"Contohnya di kampus saya, tahun 2007 ada 30 dosen Indonesia dan kini sudah ada 40 dosen Indonesia. Setiap tahun ada tiga atau empat dosen Indonesia baru masuk di Universitas Islam Internasional Malaysia," kata dia.
ILRAM sendiri kini telah memiliki 80 anggota yang terdiri dari dosen dan peneliti warga Indonesia. Diperkirakan jumlah anggotanya akan bertambah menjadi 300 orang dari total sekitar 500 warga Indonesia yang menjadi dosen dan peneliti di Malaysia," katanya.
"Hari Kamis (6/5) warga Indonesia Dr Seca Gandaseca terpilih menjadi dosen terbaik di UPM (Universitas Putra Malaysia). Sultan Selangor langsung memberikan penghargaan kepada beliau. Sayang karena bukan warga Malaysia, dia tidak dikirim untuk bersaing menjadi dosen terbaik antar universitas se Malaysia mewakili kampusnya," kata Rida.
Di Universitas Islam Internasional Malaysia belum lama ini juga memilih dosen Indonesia DR Irwandi Jaswir sebagai peneliti terbaik tahun 2009, mengalahkan dosen Malaysia dan mancanegara di kampusnya. Bahkan mendapatkan award sebagai saintis muda se Asia Pasifik mewakili kampusnya dan Malaysia.
Dubes Da`i Bachtiar mengatakan, sumbangsih warga Indonesia kepada tanah airnya tidak harus berada di dalam negeri. Dari luar negeri pun warga Indonesia bisa tetap menyumbangkan perannya untuk kemajuan bangsa dan negara. "Anda semua menjadi dosen , peneliti sekaligus duta bangsa dan rakyat Indonesia," pesan mantan Kapolri itu. (*)
(T.A029/J006/R009)dikutip dari antaranews
"Ya memang jumlah dosen Indonesia makin laris di Malaysia karena industri pendidikan semakin berkembang dan bertambah, baik jumlah institusi pendidikan maupun fakultasnya," kata Dr Riza Muhida, ketua ILRAM (Indonesian Lecturer and Researcher Association in Malaysia), di Kuala Lumpur, Jumat sore.
Sementara tidak semua universitas di Malaysia menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Hanya beberapa universitas di Kuala Lumpur menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Banyak universitas gunakan bahasa Melayu jadi banyak peluang bagi dosen Indonesia, kata Dr Rida yang mengajar di Fakultas Teknik Universitas Islam Internasional Malaysia.
Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar bertemu, berdialog dengan para dosen dan peneliti Indonesia sekaligus mendukung terbentuknya ILRAM. Ada sekitar 100 dosen dan peneliti Indonesia dari berbagai universitas di Malaysia berkumpul di KBRI.
"Contohnya di kampus saya, tahun 2007 ada 30 dosen Indonesia dan kini sudah ada 40 dosen Indonesia. Setiap tahun ada tiga atau empat dosen Indonesia baru masuk di Universitas Islam Internasional Malaysia," kata dia.
ILRAM sendiri kini telah memiliki 80 anggota yang terdiri dari dosen dan peneliti warga Indonesia. Diperkirakan jumlah anggotanya akan bertambah menjadi 300 orang dari total sekitar 500 warga Indonesia yang menjadi dosen dan peneliti di Malaysia," katanya.
"Hari Kamis (6/5) warga Indonesia Dr Seca Gandaseca terpilih menjadi dosen terbaik di UPM (Universitas Putra Malaysia). Sultan Selangor langsung memberikan penghargaan kepada beliau. Sayang karena bukan warga Malaysia, dia tidak dikirim untuk bersaing menjadi dosen terbaik antar universitas se Malaysia mewakili kampusnya," kata Rida.
Di Universitas Islam Internasional Malaysia belum lama ini juga memilih dosen Indonesia DR Irwandi Jaswir sebagai peneliti terbaik tahun 2009, mengalahkan dosen Malaysia dan mancanegara di kampusnya. Bahkan mendapatkan award sebagai saintis muda se Asia Pasifik mewakili kampusnya dan Malaysia.
Dubes Da`i Bachtiar mengatakan, sumbangsih warga Indonesia kepada tanah airnya tidak harus berada di dalam negeri. Dari luar negeri pun warga Indonesia bisa tetap menyumbangkan perannya untuk kemajuan bangsa dan negara. "Anda semua menjadi dosen , peneliti sekaligus duta bangsa dan rakyat Indonesia," pesan mantan Kapolri itu. (*)
(T.A029/J006/R009)dikutip dari antaranews
02 May, 2010
2 MEI - HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Blog ini adalah Blog Pendidikan, tujuan membuat blog ini adalah memberikan Pendidikan kepada seluruh negeri ini (bagi yang baca :) agar berambah pengetahuannya dalam segala bidang dan langsung aplikasi pada kehidupan keseharian.
Hari Pendidikan diperingati oleh bangasa ini untuk mengingatkan bangsa ini akan pentingnya Pendidikan, masa depan bangsa ini juga ditentukan oleh Pendidikan. Pemerintah sampai menganggarkan 20% dari total APBN untuk membiayai Pendidikan ini.
Saya sebenarnya masih sangat ragu tentang BOS, pemberian dana dari pemerintah ke sekolah dasar dan menengah yang sekarang didengung-dengungkan yaitu Biaya Operasional Sekolah. Pemakaian di sekolah saya lihat tidak begitu wajar, bisa dilihat dari cara mengelola BOS. Semoga semua sadar BAhwa pendidiakn MAsa depan bangsa ini dipengaruhi oleh pendidikan
Hari Pendidikan diperingati oleh bangasa ini untuk mengingatkan bangsa ini akan pentingnya Pendidikan, masa depan bangsa ini juga ditentukan oleh Pendidikan. Pemerintah sampai menganggarkan 20% dari total APBN untuk membiayai Pendidikan ini.
Saya sebenarnya masih sangat ragu tentang BOS, pemberian dana dari pemerintah ke sekolah dasar dan menengah yang sekarang didengung-dengungkan yaitu Biaya Operasional Sekolah. Pemakaian di sekolah saya lihat tidak begitu wajar, bisa dilihat dari cara mengelola BOS. Semoga semua sadar BAhwa pendidiakn MAsa depan bangsa ini dipengaruhi oleh pendidikan
01 May, 2010
Kelulusan SMA
Beberapa hari yang lalu adik-adik kita di SMA/ setara yang kelas tiga telah mendapat pengumuman kelulusan. SUngguh mengagetkan, presentase secara nasional ternyata tingkat kelulusan kembali menurun. BAnyak sekali komentar bermunculan disana-sini, tapi yang pasti adalah ada ujian ulang jadi nggak langsung ikut ujian paket (kelihatannya lebih terhormat kelulusannya hehehh..)
Dan kabar yang paling mencengangkan lagi adalah di JAkarta yang notabenenya Ibu Kota Negara ini ada 7 sekolah yang 0% kelulusannya hebat benar..... Kota yang besar dan anggaran pendidikan pastinya juga besar begitu hebat .... saya tak mau mengomentari hal ini, yang pasti satu pendidikan disana pastilah tidak berjalan apa adanya sesuai kurikulum. Wajar menjadi sorotan, bagaimana untuk daerah lainnya ?
Ada satu yang sampai sekarang saya masih percaya akan hal ini "Sekolah Unggul / favorit pasti menerima siswa unggul juga (pilihan, input baik) wajar nanti lulusannya pasti baik/ unggul. Sedangkan input jelek (buangan) kalau output bisa bagus wow luar biasa, Gurunya pasti pintar karena bisa mendidik siswa minim menjadi maximal. Lebih sulit mengajar siswa yang dibawah rata-rata daripada yang sudah diatas rata-rata."
Dan kabar yang paling mencengangkan lagi adalah di JAkarta yang notabenenya Ibu Kota Negara ini ada 7 sekolah yang 0% kelulusannya hebat benar..... Kota yang besar dan anggaran pendidikan pastinya juga besar begitu hebat .... saya tak mau mengomentari hal ini, yang pasti satu pendidikan disana pastilah tidak berjalan apa adanya sesuai kurikulum. Wajar menjadi sorotan, bagaimana untuk daerah lainnya ?
Ada satu yang sampai sekarang saya masih percaya akan hal ini "Sekolah Unggul / favorit pasti menerima siswa unggul juga (pilihan, input baik) wajar nanti lulusannya pasti baik/ unggul. Sedangkan input jelek (buangan) kalau output bisa bagus wow luar biasa, Gurunya pasti pintar karena bisa mendidik siswa minim menjadi maximal. Lebih sulit mengajar siswa yang dibawah rata-rata daripada yang sudah diatas rata-rata."
25 April, 2010
Pramuka = Praja Muda Karana
Symbol yang diambil adalah unas kelapa, Pramuka, disetiap sekolah diseluruh Indonesia harus mengenalkan Pramuka. Pramuka menciptakan siswa menjadi mandiri, menyanyang sesama, TAqwa, suka menolong dan lainnya sesuai dasa dharma Pramuka.
KAdang kalau kita lihat ada juga sih beberapa sekolahan yang tidak menerapkan Pramuka, kasihan, hanya dengan kegiatan outdoor di Pramuka ini siswa mengalami hal sesungguhnya. Mungkin kita semua tahu, para motivator, outbond, pendakian, dan pokonya kegiatan yang positip didasari dari kegiatan pramuka. So jangan hilangkan kegiatan Pramuka dari sekolah pertahankan kalau bisa lebih maju lagi.
KAdang kalau kita lihat ada juga sih beberapa sekolahan yang tidak menerapkan Pramuka, kasihan, hanya dengan kegiatan outdoor di Pramuka ini siswa mengalami hal sesungguhnya. Mungkin kita semua tahu, para motivator, outbond, pendakian, dan pokonya kegiatan yang positip didasari dari kegiatan pramuka. So jangan hilangkan kegiatan Pramuka dari sekolah pertahankan kalau bisa lebih maju lagi.
18 April, 2010
Kasus Plagiat (Suka meng Copy)
Kali ini dunia pendidikan di INdonesia dihebohkan oleh salah satu dosen ITB yang menggunakan tugas akhir S 3 bukan murni hasil karyanya melainkan meng copy paste saja milik Universitas Belanda (yang sedang bekerja sama dengan ITB). Tentu saja keadaan ini mencoreng dunia pendidikan kita.
Sayangnya pemerintah ternyata belum menyadari bahwa sebenarnya kejadian ini merupakan hal yang sudah biasa di kalangan pendidik khususnya PNS. Lho apa hubungannya ? Oke mari kita kupas perlahan agar nantinya tidak salah dalam menafsirkan kata-kata.
Pertama apabila benar semua tugas Mahasiswa, Dosen dan Guru di INdonesia mengerjakan sesuai yang diarahkan oleh peraturan pemerintah maka dunia pendidikan di Indonesia sudah pasti maju. Sebagai contoh untuk naik ke golongan 4 A seorang guru PNS harus melakukan / membuat karya Ilmiah dan juga Penelitian Tindakan Kelas (PTK). KAlau memang para guru ini benar-benar mengerjakan sesuai peraturan tentu hasilnya bisa diaplikasikan di sekolah dan membuat kinerja pendidikan di sekolah guru mengadakan penelitian tersebut menjadi lebih baik. Kenyataannya, pendidikan di sekolahan monoton, tak ada perkembangan bahkan sekarang malah les/ kursus tambahan di luar sekolah malah tumbuh subur. SIswa/ orang tua siswa menganggap kalau hanya disekolah kurang hasilnya. Dan ternyata sebagian besar dari mereka memang melakukan plagiat (meng copy) mengganti nama, sekolah, siswa, mengubah sedikit judul. Tidak percaya ? silahkan diteliti langsung ke dinas pendidikan dimana tempat mengumpulkan Karya Ilmiah, dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Inilah kondisi yang dialami bangsa ini, sangat kronis, kasihan masa depan anak didik kita. Bahkan mungkin mereka juga akan melakukan kegiatan serupa. JAdi jangan ditanya bagaimana perkembangan pendidikan kita ... Tapi tidak semua melakukan kok, ada sedikit memang yang masih jujur melakukan tugas dengan benar. Kapan-kapan kita bahas lagi ya..
Sayangnya pemerintah ternyata belum menyadari bahwa sebenarnya kejadian ini merupakan hal yang sudah biasa di kalangan pendidik khususnya PNS. Lho apa hubungannya ? Oke mari kita kupas perlahan agar nantinya tidak salah dalam menafsirkan kata-kata.
Pertama apabila benar semua tugas Mahasiswa, Dosen dan Guru di INdonesia mengerjakan sesuai yang diarahkan oleh peraturan pemerintah maka dunia pendidikan di Indonesia sudah pasti maju. Sebagai contoh untuk naik ke golongan 4 A seorang guru PNS harus melakukan / membuat karya Ilmiah dan juga Penelitian Tindakan Kelas (PTK). KAlau memang para guru ini benar-benar mengerjakan sesuai peraturan tentu hasilnya bisa diaplikasikan di sekolah dan membuat kinerja pendidikan di sekolah guru mengadakan penelitian tersebut menjadi lebih baik. Kenyataannya, pendidikan di sekolahan monoton, tak ada perkembangan bahkan sekarang malah les/ kursus tambahan di luar sekolah malah tumbuh subur. SIswa/ orang tua siswa menganggap kalau hanya disekolah kurang hasilnya. Dan ternyata sebagian besar dari mereka memang melakukan plagiat (meng copy) mengganti nama, sekolah, siswa, mengubah sedikit judul. Tidak percaya ? silahkan diteliti langsung ke dinas pendidikan dimana tempat mengumpulkan Karya Ilmiah, dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Inilah kondisi yang dialami bangsa ini, sangat kronis, kasihan masa depan anak didik kita. Bahkan mungkin mereka juga akan melakukan kegiatan serupa. JAdi jangan ditanya bagaimana perkembangan pendidikan kita ... Tapi tidak semua melakukan kok, ada sedikit memang yang masih jujur melakukan tugas dengan benar. Kapan-kapan kita bahas lagi ya..
13 April, 2010
Persiapan Ujian Nasional membuat tertekan...
Ini merupakan cerita nyata yang baru saja saya alami. Kemarin seperti biasa saya mengajar anak kelas 6 SD (TIK), ada kejadian yang aneh karena saya jarang mengalami kejadian ini. Ketika masu saya beri keterangan bagaimana nanti mereka menghadapi Ujian baik praktek maupun teori semua terlihat tak terkendali bahkan yang notabene anak pintar dan selalu rangking 1 juga terlihat liar.
Setelah beberapa saat saya bisa menguasai kelas dan berikutnya saya menjelaskan materi kemudian semua mempraktekan. Nah disaat sela-sela praktek ini saya tanya sama si pintar ini. Kok sekarang jadi ramai dan sulit dikendalikan begini ? mereka menjawab, pelajaran TIK sangat kami tunggu karena selain pelajaran ini guru yang mengajar sangat keras, dan memberikan latihan ujian terus menerus, jadi ketika TIK mereka semua seperti mendapat kebebasan yang luar biasa. Mereka senang, karena sistem pembelajaran yang saya pakai sangat familiar dan menyenangkan walau terkadang mereka kebablasan.
KAsihan mereka, tapi apa mau dikata, Ujian Nasional sudah dekat, mereka harus berlatih terus menerus agar nilai mereka baik dan bisa masuk ke sekolah yang mereka inginkan. Sebenarnya saya berharap pada semua guru khususnya guru kelas 6, berilah siswa ketenangan, bukan keetegangan, menakut-nakuti ... Trik macam itu adalah sudah ketinggalan, buatlah trik yang lebih membuat siswa senang.
Setelah beberapa saat saya bisa menguasai kelas dan berikutnya saya menjelaskan materi kemudian semua mempraktekan. Nah disaat sela-sela praktek ini saya tanya sama si pintar ini. Kok sekarang jadi ramai dan sulit dikendalikan begini ? mereka menjawab, pelajaran TIK sangat kami tunggu karena selain pelajaran ini guru yang mengajar sangat keras, dan memberikan latihan ujian terus menerus, jadi ketika TIK mereka semua seperti mendapat kebebasan yang luar biasa. Mereka senang, karena sistem pembelajaran yang saya pakai sangat familiar dan menyenangkan walau terkadang mereka kebablasan.
KAsihan mereka, tapi apa mau dikata, Ujian Nasional sudah dekat, mereka harus berlatih terus menerus agar nilai mereka baik dan bisa masuk ke sekolah yang mereka inginkan. Sebenarnya saya berharap pada semua guru khususnya guru kelas 6, berilah siswa ketenangan, bukan keetegangan, menakut-nakuti ... Trik macam itu adalah sudah ketinggalan, buatlah trik yang lebih membuat siswa senang.
10 April, 2010
VIDEO PORNO PARA ARTIS
Beberapa hari ini dunia selebritis digoncang dengan video porno para artis terkenal dan beken, antara lain Ariel, Luna maya, Cut tari. Sebenarnya banyak juga sih yang lain, tapi kali ini merekalah yang lagi hot dibicarakan di jagad media di Indonesia
Kalau dilihat sih sepertinya mereka asli, tapi kalau mirip juga mungkin. Kita semua berharap pelaku dari pemeran utama itu ditangkap,, dan semoga ini benar-benar bukan mereka, kalau benar benar mereka ini bisa berakibat buruk pada dunia artis kita. Lihat saja yang terjadi di dunia maya, orang-orang sampai berebut ingin mendapatkan film tersebut, bahkan di Televisi ada yang menjual berupa DVD. Kok nggak langsung ditangkap pengedarnya ya. Ayo Pak Polisi, tangkap mereka demi masa depan anak cucu kita
Kalau dilihat sih sepertinya mereka asli, tapi kalau mirip juga mungkin. Kita semua berharap pelaku dari pemeran utama itu ditangkap,, dan semoga ini benar-benar bukan mereka, kalau benar benar mereka ini bisa berakibat buruk pada dunia artis kita. Lihat saja yang terjadi di dunia maya, orang-orang sampai berebut ingin mendapatkan film tersebut, bahkan di Televisi ada yang menjual berupa DVD. Kok nggak langsung ditangkap pengedarnya ya. Ayo Pak Polisi, tangkap mereka demi masa depan anak cucu kita
06 April, 2010
BAYAR PAJAK ? LAPOR PAJAK !?
Belakangan ini muncul berita-berita yang tidak sedap menyangkut Pajak, Dirjen Pajak yang belakan tergoyang kasus pajak "Gayus" sangat memmpengaruh opini masyarakat terhadap Pajak. PAjak diurus oleh bagian Menteri Keuangan yang diwakili oleh DirJen PAjak. NAh Makelar kasus Pajak terjadi dilevel tertinggi di Dirjen PAjak.
Heran juga masak hanya seorang Gaus bisa menghasilkan 24 Milyar ? bagaimana dengan yang lainnya. Slogan Pajak : "bayar pajak awasi penggunannya" menjadi semakin kabur.. bagamana masyarakat mengawasinya ? Saat sekarang ini opini masyarakat akan membayar pajak menjadi turun.
Ternyata ada berita baru LAgi, ketika Pimpinan Dirjen Pajak diperiksa kekayaan nya, ternyata beberapa kekayaan yang didapatnya belum dilaporkan ke Pajak ?!?!? Kami saja yang rakyat kecil disruh jujur untuk melaporkan kekayaan, gimana dengan mereka yang notabene ahli pajak..??!?!?!?!
Heran juga masak hanya seorang Gaus bisa menghasilkan 24 Milyar ? bagaimana dengan yang lainnya. Slogan Pajak : "bayar pajak awasi penggunannya" menjadi semakin kabur.. bagamana masyarakat mengawasinya ? Saat sekarang ini opini masyarakat akan membayar pajak menjadi turun.
Ternyata ada berita baru LAgi, ketika Pimpinan Dirjen Pajak diperiksa kekayaan nya, ternyata beberapa kekayaan yang didapatnya belum dilaporkan ke Pajak ?!?!? Kami saja yang rakyat kecil disruh jujur untuk melaporkan kekayaan, gimana dengan mereka yang notabene ahli pajak..??!?!?!?!
Subscribe to:
Posts (Atom)