Ketika pertama kali kereta api Komuter SuSi (Surabaya - Sidoarjo) diperkenalkan masyarakat sangat antusias. Pada saat itu (kurang lebih 3-4 tahun lalu) semua pintu Komuter berfungsi dengan baik, setiap stasiun berhenti pintu terbuka dan tertutup secara otomatis, ruang duduk juga nyaman dikarenakan kipas nyala.
Sekarang ditahun 2010 ini saya sering melihat SuSi terlihat tidak nyaman, tampak kumuh. Lihat saja Pintu otomatisnya tidak bekerja sehingga pintu tetap terbuka (ini sangat membahayakan penumpang), penumpangpun waktu pulang kerja (16.30) berjubel padahal pintu keluar masuk buka terus.
Pemerintah melihat ini seperti hal biasa, demikian juga PT KA, aneh... bagaimana bisa baik / untung kalau melayani masyarakat apa adanya ? Tingkat keselamatan masyarakat yang setiap hari menggantungkan pada Komuter ini sangat berbahaya. Lebih baik kereta api diswastakan saja, jangan mononoli seperti Service provider telepon selular. PErsaingan akan sehat dan ;ebih menguntungkan masyarakat.
29 June, 2010
23 June, 2010
LIburan Sekolah kemana ?
Perlu direnungkan oleh para orang tua agar pendidikan pada anak didik tidak hanya di sekolah saja, tapi juga pada saat liburan. BAgaimana caranya... mungkin bisa diikutkan outbound, atau diajak rekreasi kedaerah yang memiliki arti pendidikan, seperti Kebun Raya, Kebun Binatang dan lainnya.
Ya, pendidikan jangan terlalu menggantungkan pada pihak sekolah saja karena malah lebih banyak waktu di rumah, so perhatikan pendidikan mereka. Sulit juga kalau kedua orang tua pada sibuk bekerja. Solusi paling sederhana dititipkan ke rumah Kakek NEnek. Sambil melepas kangen + belajar hal-hal yang perlu diketahui yang mungkin kakek nenek tahu. Ingat jangan melihat dari mana keluarnya telur (dubur) tapi ambillah telur walau itu keluar dari dubur ayam...
NAh kalau tidak punya kakek / nenek, atau terlalu jauh rumahnya bagaimana ? bisa juga membuat acara bersama tetangga. bisa mengirit diongkos. Nonton Bioskop bersama. AJak anak refreshing... kasihan mereka....
Ya, pendidikan jangan terlalu menggantungkan pada pihak sekolah saja karena malah lebih banyak waktu di rumah, so perhatikan pendidikan mereka. Sulit juga kalau kedua orang tua pada sibuk bekerja. Solusi paling sederhana dititipkan ke rumah Kakek NEnek. Sambil melepas kangen + belajar hal-hal yang perlu diketahui yang mungkin kakek nenek tahu. Ingat jangan melihat dari mana keluarnya telur (dubur) tapi ambillah telur walau itu keluar dari dubur ayam...
NAh kalau tidak punya kakek / nenek, atau terlalu jauh rumahnya bagaimana ? bisa juga membuat acara bersama tetangga. bisa mengirit diongkos. Nonton Bioskop bersama. AJak anak refreshing... kasihan mereka....
08 June, 2010
Kasus Lumpur Lapindo Sidoarjo
Sebenarnya mau saya posting cerita ini beberapa hari yang lalu, berhubung baru bisa sekarang tidak apa-apa daripada terlambat. Bebera[a saat yang lalu saya melihat penayangan dialog di TV nasional antara Aburizal Bakrie dengan mahasiswa dan Masyarakat Umum. Pada mulanya yang dipertanyakan adalah seputar ketua Golkar, Ketua GAbuangan koalisi pemerintah. Ketika salah satu peserta menanyakan kasus lumpur lapindo Sidoarjo.
selanjutnya seluruh pertanyaan menjurus ke arah sana semua.Ada hal yang saya menganggap baru mengetahui sekarang ini yaitu ketika Aburizal Bakrie menjawab kenapa dia harus membayar ganti rugi / membeli tanah dan rumah di area terdampak. Beliau menjawab kalau berdasarkan hukum sebenarnya dia tidak memiliki kewajiban untuk membeli/ mengganti rugi karena sudah diputuskan bahwa Lapindo tak bersalah, alasannya adalah karena Ibu Aburisal Bakrie menginginkan anaknya mengganti semua. Pemerintah sang Ibunda inilah yang dipegang oleh Aburizal Bakrie sehingga harus membeli/ ganti rugi tanah dengan total kurang 7 Trilyun. Uang itu berasal dari penjualan Saham Bumi Resource dan beberapa saham yang dimiliki Aburizal BAkrie.
Kalau melihat dari sisi Aburizal Bakrie saya merasa dia sangat bertanggung JAwab akan amanat Ibunda, berkat dia banyak warga sidoarjo memiliki rumah baru, bahkan bisa pergi haji. Masih ada sekitar 2% yang meminta ganti rugi secara keseluruhan tapi masih terus dinegoisasikan. Lapindo merupakan perusahaan kecil bagi Aburizal Bakrie, tapi ketaatan pada Orang tua menjadikan berkah tersendiri bagi dia dan keluarganya.
Saya bukan membela pihak manapun karena pada akhirnya semua sekarang sudah diuntungkan walau ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan suasana. Lihatlah dari kedua sisi, jangan hanya melihat dari omongan orang. KArena belakangan ini terdengar isu yang merebak bahwa yang keluar bukan lumpur melainkan minyak... kasihan masyarakat selalu mudah terpancing oleh isu-isu semacam itu.
selanjutnya seluruh pertanyaan menjurus ke arah sana semua.Ada hal yang saya menganggap baru mengetahui sekarang ini yaitu ketika Aburizal Bakrie menjawab kenapa dia harus membayar ganti rugi / membeli tanah dan rumah di area terdampak. Beliau menjawab kalau berdasarkan hukum sebenarnya dia tidak memiliki kewajiban untuk membeli/ mengganti rugi karena sudah diputuskan bahwa Lapindo tak bersalah, alasannya adalah karena Ibu Aburisal Bakrie menginginkan anaknya mengganti semua. Pemerintah sang Ibunda inilah yang dipegang oleh Aburizal Bakrie sehingga harus membeli/ ganti rugi tanah dengan total kurang 7 Trilyun. Uang itu berasal dari penjualan Saham Bumi Resource dan beberapa saham yang dimiliki Aburizal BAkrie.
Kalau melihat dari sisi Aburizal Bakrie saya merasa dia sangat bertanggung JAwab akan amanat Ibunda, berkat dia banyak warga sidoarjo memiliki rumah baru, bahkan bisa pergi haji. Masih ada sekitar 2% yang meminta ganti rugi secara keseluruhan tapi masih terus dinegoisasikan. Lapindo merupakan perusahaan kecil bagi Aburizal Bakrie, tapi ketaatan pada Orang tua menjadikan berkah tersendiri bagi dia dan keluarganya.
Saya bukan membela pihak manapun karena pada akhirnya semua sekarang sudah diuntungkan walau ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan suasana. Lihatlah dari kedua sisi, jangan hanya melihat dari omongan orang. KArena belakangan ini terdengar isu yang merebak bahwa yang keluar bukan lumpur melainkan minyak... kasihan masyarakat selalu mudah terpancing oleh isu-isu semacam itu.
22 May, 2010
GURU
Pendidikan sangat tergantung dari para guru, Siapapun guru pastilah dia dianggap memiliki aklak yang baik dibanding pekerja yang lain. Pekerjaan dianggap mulia di masyarakat walau masih dipandang sebelah mata masalah penghasilan yang dihasilkan.
Sayangnya opini masyarakat bahwa guru pasti orang yang baik sudah terlanjur masuk dibenak mereka, sehingga masyarakat kadang lupa bahwa guru juga manusia. Kesalahan pasti akan juga menjadi hal yang biasa. Di negara kita ini, guru masih belum dihargai selayaknya di mata masyarakat. Penghargaan dimata masyarakat hanya sebatas bahwa guru pastilah orang pintar sehingga sangat diperlukan dalam kemasyarakatan. Lihat saja ketika rapat setingkat RT, RW maupun kelurahan. Guru akan mendapatkan jabatan disetiap pekerjaan luar.
Tapi jangan tanya penghasilan guru sebesar apa... bagi guru di sekolah swasta favorit ataupun yang sudah PNS mungkin ok lah... setidaknya mereka pasti diatas UMR. Sedangkan yang masih baru, honore, GTT maupun sekolah dengan dana minim apa bisa mendapatkan gaji selayaknya yang seperti dituntut para buruh / UMR.... padahal tugas guru lebih berat... semoga negara ini semakin lebih menghargai guru agar pendidikan lebih maju kelak.
Sayangnya opini masyarakat bahwa guru pasti orang yang baik sudah terlanjur masuk dibenak mereka, sehingga masyarakat kadang lupa bahwa guru juga manusia. Kesalahan pasti akan juga menjadi hal yang biasa. Di negara kita ini, guru masih belum dihargai selayaknya di mata masyarakat. Penghargaan dimata masyarakat hanya sebatas bahwa guru pastilah orang pintar sehingga sangat diperlukan dalam kemasyarakatan. Lihat saja ketika rapat setingkat RT, RW maupun kelurahan. Guru akan mendapatkan jabatan disetiap pekerjaan luar.
Tapi jangan tanya penghasilan guru sebesar apa... bagi guru di sekolah swasta favorit ataupun yang sudah PNS mungkin ok lah... setidaknya mereka pasti diatas UMR. Sedangkan yang masih baru, honore, GTT maupun sekolah dengan dana minim apa bisa mendapatkan gaji selayaknya yang seperti dituntut para buruh / UMR.... padahal tugas guru lebih berat... semoga negara ini semakin lebih menghargai guru agar pendidikan lebih maju kelak.
14 May, 2010
PERPUSTAKAAN
Di jaman yang sudah serba online ini ada baiknya kita menengok sesuatu yang sangat berharga dikala dulu belum semaju sekarang ini. Perpustakaan... dimana kita bisa membaca buku, menambah ilmu. Ya... tadi pagi setelah sekian lama merencanakan akhirnya saya mendatangi perpustakaan kabupaten. Sebenarnya bayangan saya seperti 10 tahun yang lalu... bukunya kumel dan lama... jarang ada yang baru ternyata berbeda.
Buku baru juga sudah menghiasi rak di perpustakaan, dengan berbagai model buku yang sangat banyak lumayan kalau dibuat referensi. Walau kalau dipikir masih kalah sama Gramedia basuki rahmat SUrabaya (yang banyak dan semua baru dan tidak boleh dibaca dan dipinjam .. pan harus beli..)
Seneng sih beberapa buku yang saya inginkan ada disini (lumayan bisa menghemat anggaran beli buku hheheheh). MAu pinjam... !?! nanti dulu... harus daftar jadi anggota syaratnya : Fotocopy KTP, foto 3X4 2 lembar, Fotokopy KK, isi form yang harus ada setempel RT... ribet juga... TApi ini demi keamanan buku yang dipinjam (biasa banyak yang pinjam nggak dikembalikan sih..) besok ngurus biar bisa segera pinjam. SIP
Buku baru juga sudah menghiasi rak di perpustakaan, dengan berbagai model buku yang sangat banyak lumayan kalau dibuat referensi. Walau kalau dipikir masih kalah sama Gramedia basuki rahmat SUrabaya (yang banyak dan semua baru dan tidak boleh dibaca dan dipinjam .. pan harus beli..)
Seneng sih beberapa buku yang saya inginkan ada disini (lumayan bisa menghemat anggaran beli buku hheheheh). MAu pinjam... !?! nanti dulu... harus daftar jadi anggota syaratnya : Fotocopy KTP, foto 3X4 2 lembar, Fotokopy KK, isi form yang harus ada setempel RT... ribet juga... TApi ini demi keamanan buku yang dipinjam (biasa banyak yang pinjam nggak dikembalikan sih..) besok ngurus biar bisa segera pinjam. SIP
07 May, 2010
Dosen Indonesia Makin Laris Di Malaysia
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Jumlah dosen Indonesia di Malaysia kecenderungannya makin meningkat seiring dengan makin bertambahnya jumlah universitas dan fakultas yang dibuka di beberapa negara bagian di negeri jiran ini.
"Ya memang jumlah dosen Indonesia makin laris di Malaysia karena industri pendidikan semakin berkembang dan bertambah, baik jumlah institusi pendidikan maupun fakultasnya," kata Dr Riza Muhida, ketua ILRAM (Indonesian Lecturer and Researcher Association in Malaysia), di Kuala Lumpur, Jumat sore.
Sementara tidak semua universitas di Malaysia menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Hanya beberapa universitas di Kuala Lumpur menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Banyak universitas gunakan bahasa Melayu jadi banyak peluang bagi dosen Indonesia, kata Dr Rida yang mengajar di Fakultas Teknik Universitas Islam Internasional Malaysia.
Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar bertemu, berdialog dengan para dosen dan peneliti Indonesia sekaligus mendukung terbentuknya ILRAM. Ada sekitar 100 dosen dan peneliti Indonesia dari berbagai universitas di Malaysia berkumpul di KBRI.
"Contohnya di kampus saya, tahun 2007 ada 30 dosen Indonesia dan kini sudah ada 40 dosen Indonesia. Setiap tahun ada tiga atau empat dosen Indonesia baru masuk di Universitas Islam Internasional Malaysia," kata dia.
ILRAM sendiri kini telah memiliki 80 anggota yang terdiri dari dosen dan peneliti warga Indonesia. Diperkirakan jumlah anggotanya akan bertambah menjadi 300 orang dari total sekitar 500 warga Indonesia yang menjadi dosen dan peneliti di Malaysia," katanya.
"Hari Kamis (6/5) warga Indonesia Dr Seca Gandaseca terpilih menjadi dosen terbaik di UPM (Universitas Putra Malaysia). Sultan Selangor langsung memberikan penghargaan kepada beliau. Sayang karena bukan warga Malaysia, dia tidak dikirim untuk bersaing menjadi dosen terbaik antar universitas se Malaysia mewakili kampusnya," kata Rida.
Di Universitas Islam Internasional Malaysia belum lama ini juga memilih dosen Indonesia DR Irwandi Jaswir sebagai peneliti terbaik tahun 2009, mengalahkan dosen Malaysia dan mancanegara di kampusnya. Bahkan mendapatkan award sebagai saintis muda se Asia Pasifik mewakili kampusnya dan Malaysia.
Dubes Da`i Bachtiar mengatakan, sumbangsih warga Indonesia kepada tanah airnya tidak harus berada di dalam negeri. Dari luar negeri pun warga Indonesia bisa tetap menyumbangkan perannya untuk kemajuan bangsa dan negara. "Anda semua menjadi dosen , peneliti sekaligus duta bangsa dan rakyat Indonesia," pesan mantan Kapolri itu. (*)
(T.A029/J006/R009)dikutip dari antaranews
"Ya memang jumlah dosen Indonesia makin laris di Malaysia karena industri pendidikan semakin berkembang dan bertambah, baik jumlah institusi pendidikan maupun fakultasnya," kata Dr Riza Muhida, ketua ILRAM (Indonesian Lecturer and Researcher Association in Malaysia), di Kuala Lumpur, Jumat sore.
Sementara tidak semua universitas di Malaysia menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Hanya beberapa universitas di Kuala Lumpur menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Banyak universitas gunakan bahasa Melayu jadi banyak peluang bagi dosen Indonesia, kata Dr Rida yang mengajar di Fakultas Teknik Universitas Islam Internasional Malaysia.
Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar bertemu, berdialog dengan para dosen dan peneliti Indonesia sekaligus mendukung terbentuknya ILRAM. Ada sekitar 100 dosen dan peneliti Indonesia dari berbagai universitas di Malaysia berkumpul di KBRI.
"Contohnya di kampus saya, tahun 2007 ada 30 dosen Indonesia dan kini sudah ada 40 dosen Indonesia. Setiap tahun ada tiga atau empat dosen Indonesia baru masuk di Universitas Islam Internasional Malaysia," kata dia.
ILRAM sendiri kini telah memiliki 80 anggota yang terdiri dari dosen dan peneliti warga Indonesia. Diperkirakan jumlah anggotanya akan bertambah menjadi 300 orang dari total sekitar 500 warga Indonesia yang menjadi dosen dan peneliti di Malaysia," katanya.
"Hari Kamis (6/5) warga Indonesia Dr Seca Gandaseca terpilih menjadi dosen terbaik di UPM (Universitas Putra Malaysia). Sultan Selangor langsung memberikan penghargaan kepada beliau. Sayang karena bukan warga Malaysia, dia tidak dikirim untuk bersaing menjadi dosen terbaik antar universitas se Malaysia mewakili kampusnya," kata Rida.
Di Universitas Islam Internasional Malaysia belum lama ini juga memilih dosen Indonesia DR Irwandi Jaswir sebagai peneliti terbaik tahun 2009, mengalahkan dosen Malaysia dan mancanegara di kampusnya. Bahkan mendapatkan award sebagai saintis muda se Asia Pasifik mewakili kampusnya dan Malaysia.
Dubes Da`i Bachtiar mengatakan, sumbangsih warga Indonesia kepada tanah airnya tidak harus berada di dalam negeri. Dari luar negeri pun warga Indonesia bisa tetap menyumbangkan perannya untuk kemajuan bangsa dan negara. "Anda semua menjadi dosen , peneliti sekaligus duta bangsa dan rakyat Indonesia," pesan mantan Kapolri itu. (*)
(T.A029/J006/R009)dikutip dari antaranews
02 May, 2010
2 MEI - HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Blog ini adalah Blog Pendidikan, tujuan membuat blog ini adalah memberikan Pendidikan kepada seluruh negeri ini (bagi yang baca :) agar berambah pengetahuannya dalam segala bidang dan langsung aplikasi pada kehidupan keseharian.
Hari Pendidikan diperingati oleh bangasa ini untuk mengingatkan bangsa ini akan pentingnya Pendidikan, masa depan bangsa ini juga ditentukan oleh Pendidikan. Pemerintah sampai menganggarkan 20% dari total APBN untuk membiayai Pendidikan ini.
Saya sebenarnya masih sangat ragu tentang BOS, pemberian dana dari pemerintah ke sekolah dasar dan menengah yang sekarang didengung-dengungkan yaitu Biaya Operasional Sekolah. Pemakaian di sekolah saya lihat tidak begitu wajar, bisa dilihat dari cara mengelola BOS. Semoga semua sadar BAhwa pendidiakn MAsa depan bangsa ini dipengaruhi oleh pendidikan
Hari Pendidikan diperingati oleh bangasa ini untuk mengingatkan bangsa ini akan pentingnya Pendidikan, masa depan bangsa ini juga ditentukan oleh Pendidikan. Pemerintah sampai menganggarkan 20% dari total APBN untuk membiayai Pendidikan ini.
Saya sebenarnya masih sangat ragu tentang BOS, pemberian dana dari pemerintah ke sekolah dasar dan menengah yang sekarang didengung-dengungkan yaitu Biaya Operasional Sekolah. Pemakaian di sekolah saya lihat tidak begitu wajar, bisa dilihat dari cara mengelola BOS. Semoga semua sadar BAhwa pendidiakn MAsa depan bangsa ini dipengaruhi oleh pendidikan
01 May, 2010
Kelulusan SMA
Beberapa hari yang lalu adik-adik kita di SMA/ setara yang kelas tiga telah mendapat pengumuman kelulusan. SUngguh mengagetkan, presentase secara nasional ternyata tingkat kelulusan kembali menurun. BAnyak sekali komentar bermunculan disana-sini, tapi yang pasti adalah ada ujian ulang jadi nggak langsung ikut ujian paket (kelihatannya lebih terhormat kelulusannya hehehh..)
Dan kabar yang paling mencengangkan lagi adalah di JAkarta yang notabenenya Ibu Kota Negara ini ada 7 sekolah yang 0% kelulusannya hebat benar..... Kota yang besar dan anggaran pendidikan pastinya juga besar begitu hebat .... saya tak mau mengomentari hal ini, yang pasti satu pendidikan disana pastilah tidak berjalan apa adanya sesuai kurikulum. Wajar menjadi sorotan, bagaimana untuk daerah lainnya ?
Ada satu yang sampai sekarang saya masih percaya akan hal ini "Sekolah Unggul / favorit pasti menerima siswa unggul juga (pilihan, input baik) wajar nanti lulusannya pasti baik/ unggul. Sedangkan input jelek (buangan) kalau output bisa bagus wow luar biasa, Gurunya pasti pintar karena bisa mendidik siswa minim menjadi maximal. Lebih sulit mengajar siswa yang dibawah rata-rata daripada yang sudah diatas rata-rata."
Dan kabar yang paling mencengangkan lagi adalah di JAkarta yang notabenenya Ibu Kota Negara ini ada 7 sekolah yang 0% kelulusannya hebat benar..... Kota yang besar dan anggaran pendidikan pastinya juga besar begitu hebat .... saya tak mau mengomentari hal ini, yang pasti satu pendidikan disana pastilah tidak berjalan apa adanya sesuai kurikulum. Wajar menjadi sorotan, bagaimana untuk daerah lainnya ?
Ada satu yang sampai sekarang saya masih percaya akan hal ini "Sekolah Unggul / favorit pasti menerima siswa unggul juga (pilihan, input baik) wajar nanti lulusannya pasti baik/ unggul. Sedangkan input jelek (buangan) kalau output bisa bagus wow luar biasa, Gurunya pasti pintar karena bisa mendidik siswa minim menjadi maximal. Lebih sulit mengajar siswa yang dibawah rata-rata daripada yang sudah diatas rata-rata."
25 April, 2010
Pramuka = Praja Muda Karana
Symbol yang diambil adalah unas kelapa, Pramuka, disetiap sekolah diseluruh Indonesia harus mengenalkan Pramuka. Pramuka menciptakan siswa menjadi mandiri, menyanyang sesama, TAqwa, suka menolong dan lainnya sesuai dasa dharma Pramuka.
KAdang kalau kita lihat ada juga sih beberapa sekolahan yang tidak menerapkan Pramuka, kasihan, hanya dengan kegiatan outdoor di Pramuka ini siswa mengalami hal sesungguhnya. Mungkin kita semua tahu, para motivator, outbond, pendakian, dan pokonya kegiatan yang positip didasari dari kegiatan pramuka. So jangan hilangkan kegiatan Pramuka dari sekolah pertahankan kalau bisa lebih maju lagi.
KAdang kalau kita lihat ada juga sih beberapa sekolahan yang tidak menerapkan Pramuka, kasihan, hanya dengan kegiatan outdoor di Pramuka ini siswa mengalami hal sesungguhnya. Mungkin kita semua tahu, para motivator, outbond, pendakian, dan pokonya kegiatan yang positip didasari dari kegiatan pramuka. So jangan hilangkan kegiatan Pramuka dari sekolah pertahankan kalau bisa lebih maju lagi.
18 April, 2010
Kasus Plagiat (Suka meng Copy)
Kali ini dunia pendidikan di INdonesia dihebohkan oleh salah satu dosen ITB yang menggunakan tugas akhir S 3 bukan murni hasil karyanya melainkan meng copy paste saja milik Universitas Belanda (yang sedang bekerja sama dengan ITB). Tentu saja keadaan ini mencoreng dunia pendidikan kita.
Sayangnya pemerintah ternyata belum menyadari bahwa sebenarnya kejadian ini merupakan hal yang sudah biasa di kalangan pendidik khususnya PNS. Lho apa hubungannya ? Oke mari kita kupas perlahan agar nantinya tidak salah dalam menafsirkan kata-kata.
Pertama apabila benar semua tugas Mahasiswa, Dosen dan Guru di INdonesia mengerjakan sesuai yang diarahkan oleh peraturan pemerintah maka dunia pendidikan di Indonesia sudah pasti maju. Sebagai contoh untuk naik ke golongan 4 A seorang guru PNS harus melakukan / membuat karya Ilmiah dan juga Penelitian Tindakan Kelas (PTK). KAlau memang para guru ini benar-benar mengerjakan sesuai peraturan tentu hasilnya bisa diaplikasikan di sekolah dan membuat kinerja pendidikan di sekolah guru mengadakan penelitian tersebut menjadi lebih baik. Kenyataannya, pendidikan di sekolahan monoton, tak ada perkembangan bahkan sekarang malah les/ kursus tambahan di luar sekolah malah tumbuh subur. SIswa/ orang tua siswa menganggap kalau hanya disekolah kurang hasilnya. Dan ternyata sebagian besar dari mereka memang melakukan plagiat (meng copy) mengganti nama, sekolah, siswa, mengubah sedikit judul. Tidak percaya ? silahkan diteliti langsung ke dinas pendidikan dimana tempat mengumpulkan Karya Ilmiah, dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Inilah kondisi yang dialami bangsa ini, sangat kronis, kasihan masa depan anak didik kita. Bahkan mungkin mereka juga akan melakukan kegiatan serupa. JAdi jangan ditanya bagaimana perkembangan pendidikan kita ... Tapi tidak semua melakukan kok, ada sedikit memang yang masih jujur melakukan tugas dengan benar. Kapan-kapan kita bahas lagi ya..
Sayangnya pemerintah ternyata belum menyadari bahwa sebenarnya kejadian ini merupakan hal yang sudah biasa di kalangan pendidik khususnya PNS. Lho apa hubungannya ? Oke mari kita kupas perlahan agar nantinya tidak salah dalam menafsirkan kata-kata.
Pertama apabila benar semua tugas Mahasiswa, Dosen dan Guru di INdonesia mengerjakan sesuai yang diarahkan oleh peraturan pemerintah maka dunia pendidikan di Indonesia sudah pasti maju. Sebagai contoh untuk naik ke golongan 4 A seorang guru PNS harus melakukan / membuat karya Ilmiah dan juga Penelitian Tindakan Kelas (PTK). KAlau memang para guru ini benar-benar mengerjakan sesuai peraturan tentu hasilnya bisa diaplikasikan di sekolah dan membuat kinerja pendidikan di sekolah guru mengadakan penelitian tersebut menjadi lebih baik. Kenyataannya, pendidikan di sekolahan monoton, tak ada perkembangan bahkan sekarang malah les/ kursus tambahan di luar sekolah malah tumbuh subur. SIswa/ orang tua siswa menganggap kalau hanya disekolah kurang hasilnya. Dan ternyata sebagian besar dari mereka memang melakukan plagiat (meng copy) mengganti nama, sekolah, siswa, mengubah sedikit judul. Tidak percaya ? silahkan diteliti langsung ke dinas pendidikan dimana tempat mengumpulkan Karya Ilmiah, dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Inilah kondisi yang dialami bangsa ini, sangat kronis, kasihan masa depan anak didik kita. Bahkan mungkin mereka juga akan melakukan kegiatan serupa. JAdi jangan ditanya bagaimana perkembangan pendidikan kita ... Tapi tidak semua melakukan kok, ada sedikit memang yang masih jujur melakukan tugas dengan benar. Kapan-kapan kita bahas lagi ya..
Subscribe to:
Posts (Atom)