10 August, 2009

MENABUNG DI BANK TAMBAH MISKIN ?

Sudah lama sebenarnya saya ingin membahas maslah ini, tapi selalu lupa untuk menulisnya di blog. Menabung di Bank sekarang ini sangat merugikan terutama bagi mereka yang tabungannya hanya dibawah 1 Juta. Lho kenapa? kok bisa ?
Oke saya akan cerita masa kecil saya dulu .... sekitar tahun 1990-an. Disaat itu saya sudah diajari oleh orang tua untuk menabung, emang benar sih pada saat itu kalau saya menabung 10 ribu rupiah maka uang akan mendapat bunga, apalagi saat itu penghitungan bunga dilakukan 1 tahun sekali, jadi pas dihitung pasti dapat bunga banyak. Pada saat itu pula penabung tidak kena pajak dan bebas biaya administrasi bunganyapun 12% per tahun. Lumayan kan..... Setiap nabung melihat buku tabungan tak akan berkurang jumlahnya bahkan bertambah.
Nah bandingkan dengan keadaan sekarang ? Coba saja anda menabung di Bank manapun, pasti bunga yang dihasilkan kena pajak, dan kena biaya administrasi antara 5000 -10.000. Nah mari kita itung bersama : kalau uang kita ex : 1 juta maka setiap bulan kena biaya admin 5.000 nah berapa bunga yang didapat/ bulan (sekarang bunga Bank sekitar 6% per tahun jadi 0,5% per bulan) sekitar Rp 5.000... pas sama biaya admin... padahal bunga kena pajak 10 % jadi tinggal 4.000 nah buat bayar administrasi -1.000
Kalau yang sudah diatas 10 Juta ya nggak papa... tapi kalau yang miskin gimana ? mau disimpan di rumah takut hilang kalau disimpan di bank tiba-tiba berkurang terus.... JAdi kasihan bangsa ini..... tak memperhatikan yang mioskin... harusnya dibedakan donk anatar si kaya dan si miskin baik maslah administrasi ataupun pajaknya... MERDEKA

07 August, 2009

Banyak Anak Terpeleset di Kamar Mandi

Setiap tahunnya di Amerika, lebih dari 40.000 anak-anak dan remaja masuk ke ruang gawat darurat karena mengalami kecelakaan di kamar mandi, yaitu terpeleset. Kecelakaan yang tampaknya sepele ini ternyata bisa berakibat fatal jika tidak diwaspadai.

"Kebanyakan anak-anak terluka karena terpeleset atau terjatuh di lantai kamar mandi," ujar Dr Gary Smith, direktur Injury Research and Policy at Columbus, Ohio's Nationwide Children's Hospital, seperti dilansir Reuters, Jumat (7/8/2009).

Smith dan rekan-rekannya telah menganalisis beberapa penyebab anak-anak atau remaja terluka di kamar mandi dan terpaksa masuk ruang gawat darurat.

1. Lebih dari 80 persen kasus kecelakaan di kamar mandi amibat terpeleset, tersandung atau terjatuh.
2. Lebih dari setengah kasus yang terjadi dialami oleh anak-anak di bawah 4 tahun.
3. Hampir 60 persen luka yang paling banyak dialami anak-anak adalah luka goresan.
4. Bagian tubuh yang paling banyak terluka adalah wajah, kepala dan leher.


Smith mengatakan, anehnya 85 persen kecelakaan pada anak-anak terjadi ketika orang tuanya sedang bersama si anak di kamar mandi. "Mereka menasehati anaknya ketika di kamar mandi tapi itu tidak menghalangi si anak untuk terpeleset," ujar Smith.

Sekali anak terpeleset di kamar mandi, orangtua biasanya tidak akan bisa menangkap si anak sebelum terjadi sesuatu. "Satu-satunya strategi yang harus diterapkan adalah mencegah dan melindungi anak sebelum terjadinya kecelakaan itu," jelas Smith.

Menurut Smith, standar ketahanan material bak mandi dan permukaan shower agar seseorang tidak terpeleset yang ditetapkan American Society for Testing and Materials (ASTM) sebagai badan standarisasi produk-produk konsumen sudah kadaluarsa.

"Membuat kamar mandi dari material yang aman adalah hal yang wajib dan seharusnya dilakukan oleh industri-industri pembuat material kamar andi," ujar Smith.

Namun yang tidak kalah penting adalah pengawasan orang tua ketika anaknya mandi. Lengkapi pula kamar mandi dengan keset agar anak tidak gampang jatuh dan juga pegangan yang dilapisi bahan karet atau lainnya agar ketika anak terbentur tidak akan sakit. dikutip dari detik.com

27 July, 2009

Menghilangkan Kecanduan Online / Internet

Sulit sekali melakukan hal satu ini apabila kamu sudah terbiasa atau mungkin tiada hari tanpa online. Karena sudah terbiasa online, memang sulit melakukannya. Tapi kalau kita sudah bulatkan niat untuk berhenti maka otomatis kita akan berusaha semaksimal mungkin.

Bagaimana caranya menghilangkan kecanduan Online di Internet ini ya ? ada baiknya ikuti tips berikut ini :
1. Putus hubungan dengan dunia online khusus yang ada di rumah (baik melalui kabel maupun dari lainnya)
2. Usahakan semua kegiatan online bisa disatukan di 3 hari atau minimal 2 hari sekali saja (baik email, facebook dll)
3. Harus ada agenda khusus ketika tidak ada kegiatan yang harus dikerjakan di rumah.
4. Selalu mencoba untuk menjadi lebih baik dan menyakini bisa kita lakukan.

Hal tersebut diatas tidak berlaku bagi mereka yang sudah memiliki usaha di Internet, tapi bisa lebih dikurangi, yang bisanya cek email + browsing+ lainnya untuk kali ini cek email saja. Dengan begitu dunia online tidak akan memakan waktu kita beraktivitas dengan teman secara langsung. Mungkin ada tambahan dari teman-teman ?

21 July, 2009

Membayar Pajak Yang repot

Orang taat bayar pajak. Ya... itulah slogan Departemen PAjak. Sayang itu tidak terbukti dengan bagaimana pelayanan mereka masalah pembayaran pajak. Laporan perusahaan yang harus di setor setiap bulan + biaya sebenarnya sudah sangat dipatuhi oleh perusahaan- sayang, ketika waktu pembayaran terakhir biasanya terjadi penumpukan yang mau membayar... nah karena bisa nya bayar di kantor pos saja (Bank hanya menerima sebelum tanggal 10) dan pelayanan di kantor pos ampur dengan yang lain So terjadi keruwetan... biasanya program onlinr Pajak rewel.

Kasihan... wong kita mau bayar untuk kelangsungan negara... e ee kok dipersulit.

15 July, 2009

Penularan Flu Babi Lewat Pesawat Terbang..!!

Virus ganas H1N1 ini sudah menyeberang samapai ke Indonesia, ya bebebrapa hari ini peningkatan flu babi sangat tinggi sampai akhirnya Menteri Kesehatan meningkatkan status menjadi KLB flu babi di Indoensia. Hampir semua kota besar di Indonesia sudah mulai ada penderita flu babi ini.

Beberapa hari belakangan ini saya mulai menyimpulkan sesuatu yang tidak terpikirkan oleh kita sama sekali, atau mungkin para peneliti tidak mau menyampaikan masalah ini. Penularan Flu Babi sebenarnya bukan hanya manusia ke manusia tapi juga melalu media sekitarnya, seperti tempat duduk, ruangan, tempat pegangan, kamar mandi. Nah bisa dipastikan kalau semua ini ada di Pesawat Terbang.... busyeet.

Begini analiasa yang saya perhatikan berdasarkan pengalaman kalau kita terkena flu biasa : salah satunya kalau kita terserang flu pasti kita kontak langsung dengan penderita (berjabat tangan, berdekatan) atau memakai milik yang terkena penyakit... tapi juga apa saja yang mereka pegang ketika setelah dia memegang hidung lalu berpegangan dengan alat disekitarnya. NAh dari asumsi inilah akhirnnya saya mengambil analisa bahwa penyebaran flu .. bahkan Flu babi (karena sifat flu pasti nggak jauh beda) adalah sama.

Jadi apabila ada seseorang terkena Flu Babi naik pesawat dapat dipastikan pesawat itu juga menjadi media penyebaran juga. Lihat saja kejadian warga Indonesia yang ketika ikut lomba menyanyi di Korea beberapa hari lalu, mereka berangkat dalam kondisi sehat, beberapa hari setelah sampai disana beberapa diantara dari mereka demam, dan dianggap flu babi. Dari mana mereka terkena virus flu Babi itu... Jadi Bagaimana pendapat anda ?

09 July, 2009

Was-was dengan masa depan anak

Orang tua mana yang tidak bingung ketika menghadapi pilihan anaknya ... sekolah di negeri (yang katanya biaya murah bahkan gratis) atau masuk swasta yang pasti biaya mahal ?!! Memikirkan tentang anak memang mudah sulit bin mumet. Tidak mungkin orang tua menginginkan yang jelek.. pasti yang terbaik minimal lebih baik dari orang tuanya.

Kehidupan sosial masyarakat belakangan ini memang sulit dipahami oleh kaum miskin, karena pendidikan yang baik menjadi hak milik kaum kaya. Kecuali bagi mereka yang berprestasi dan ulet tak kenal putus asa. Mau lihat ketegangan orang tua ketika melihat posisi anaknya diurutan terbawah ketika mendaftar sekolah negeri, tegang, cemas, takut.. meriang sulit tidur... membayangkan biaya nya apabila diterima di sekolah swasta yang di Indonesia dipastikan berbiaya lebih tinggi daripada di Negeri (untuk setingkat SMP dan SMA), belum lagi membayangkan kalau diswasta yang biasa.... banyak anak yang nakal... takut terpengaruh...

PAda dasarnya orang tua harus tetap tenang dan tetap yakin... apapun yang terjadi anak harus sekolah dan terus dalam bimbingan. So Negeri belum tentu menghasilkan masa depan cerah bagi anak... tapi menghemat pengeluaran bagi orang tua.

www.clearvieweducation.com -- Online college degrees

29 June, 2009

Menjadikan siswa Juara

Ada rasa bangga ketika kita para pendidik melihat siswa menjadi juara ketika mengikuti lomba. Rasanya lebih hebat daripada kita sendiri yang menjadi juara. Ingin teriak gembira, senang, akhirnya ingin menangis karena trenyuh. Ya baru kali ini saya merasakannya, sulit diungkapkan dengan kata-kata atau pun ditulis dengan huruf.

Bagaimana cara nya sih agar setidak-tidaknya kita bisa menghasilkan juara ? ini dia yang mungkin diinginkan bagi teman-teman pendidik menjadikan siswa JUARA :
1. Pilihlah siswa yang berbakat pada bidang yang akan dilombakan
2. Lakukan seleksi dengan sebaik-baiknya
3. Setelah terpilih Lakukan pelatihan secara berkala
4. Buat perjanjian dengan para siswa yang terpilih agar mereka mengikuti peraturan yang ditetapkan (ex : jadwal berlatih, saat berlatih dll)
5. Ikutkan lomba bagi mereka yang memiliki nilai terbaik (gratis), sedang yang belum memenuhi target boleh ikut tapi biaya ditanggung sendiri
6. Apabila belum menang tahun ini, buat sebagai sebagai pelajaran untuk tahun depannya baik untuk gurunya maupun murid
7. Selalu memotivasinya

18 June, 2009

Test Ujian Masuk SMP dan SMA

Ada beberapa kota yang menerapkan sistem PSB ? penerimaan siswa barunya dengan menggunakan ujian/ test masuk lagi.... jadi selain nilai UASBN ditambahkan hasil test masuk baik SMP/ SMA dengan perbandingan nilai 40% + 60%.

KAlau dipikir sih ngapain ya pakai UASBN ? kenapa tidak langsung test sekolah saja lalu kalau mau masuk SMP maupun SMA di test sesuai dengan sekolah masing-masing. JAdi kelulusan di tangan gurunya sendiri. BTW Test Ujian masuk SMP dan SMA memang diperlukan untuk melihat kualitas dari anak didik dengan pasti. Bagaimana Hasil Test Ujian masuk SMP dan SMA ini ? apakah juga bisa dinyatakan valid... perasaan ada saja jalan KKN nya... apa sudah terlalu ngakar ya bangsa ini. ?

TApi apapun itu memang pendidikan di Indonesia ini kelihatannya mencari hal yang paling cocok diterapkan di jaman sekarang ini, Inovasi terus. Dengan begitu hasil dari ujian masuk SMP dan SMA bisa diajukan sebagai penilaian bagaimana ke depan sistem pendidikan yang harus kita anut.

09 June, 2009

Prita, Manohara dan pilpres

3 berita Prita, Manohara dan pilpres yang sekarang ngetren banget. Hampir semua stasiun televisi beritanya dipenuhi 3 berita tadi. Mana yang menarik dan mendidik ? kalau dilihat dari sisi blogger yang paling dekat ya Prita donk..... Dia dipenjara gara-gara kirm email ke temanya dan akhirnya kena UU ITE, walah kalau dipikir di blog http://pendidikanbangsa.blogspot.com/ semua juga mengomentari tentang kinerja pemerintah teman, perusahaan,... wah bisa kena penjara juga donk... tambah ruwet juga ya..

Teknologi harusnya disupport ... kok bisa ya jaksanya memutuskan hal seperti itu ? gregetan deh orang indonesia..... Manohara juga dilecehkan pangeran Negara tetangga, TKI nya berarti parah juga ya. Pilpres semakin huangat dan sulit diproduksi eh diprediksi....

kassus ambalat nggak kalah hangat... ya mungkin ada benarnya Malaysia melecehkan seniornya yang sudah tua renta tak bersenjata.. hehehheheh.... Tapi mereka nggak mikir bagaimana semangat patriotisme rakyat Indonesia... karena mereka untuk merdeka nggak perlu merebut dan nyantai... Kalau rakyat Indonesia ini bela negara pasti hancur tuh malaysia.... negara kita santun ... menghormati deh... Tapi malah kita tak menghargai.................................

01 June, 2009

Satu Sekolah Tidak Lulus Perlukah diulang Ujiannya ?

Beberapa hari ini saya merasa agak terpancing emosi ... terbawa berita yang sangat tidak enak kalau kita baca. ya SMAN favorit di Ngawi telah mencoreng pendidikan bangsa ini, gimana tidak,. satu sekolah tidak lulus semua dan dengan nilai tidak jauh beda. Sungguh sangat disayangkan moral anak didik kita ini. Mereka lebih percaya jawaban dari orang daripada jawaban sendiri (dikirim via SMS). KEnapa mereka tidak mencoba menjawab sendiri dulu lalu dicocokkan ?

Inilah sebenarnya potret buram pendidikan kita yang mungkin juga berlaku di beberapa sekolah di Indonesia. Kepercayaan diri, kebanggaan akan hasil sendiri sangat minim sekali. Jujur menjadi kata bahkan perbuatan yang mahal harganya dan sulit direalisasikan.

Kita semua pasti berharap agar penanganan kasus ini cepat terselesaikan dan dapat diketahui sebabnya. Tapi sangat disayangkan keputusan yang diambil Dinas pendidikan terkait.... mereka akan melaksanakan ujian ulang dikarenakan tidak ada yang lulus karena jawaban sama semua... LUCU. Yang salah jawabannya bukan soalnya, ini harus diluruskan. So keputusan dari DInas Pendidikan sangat tidak mendidik bahkan terkesan menghancurkan masa depan bangsa. Mungkin Positif bagi Sekolah tersebut tapi bisa menimbulkan kesalahan penafsiran bagi siswa, masyarakat. Karena ternyata yang salah siswa bisa diulang.

Ingat tidak tahun lalu Juara olimpiade Fisika se Indonesia yang berasal dari kota Semarang harus menerima hasil tidak lulus ? Apa dikarenakan dia sendiri tidak satu sekolah. Anak ini harus ikut ujian ulang bukan SMU tapi Kejar PAket. BAyangkan....
Bagaimana pendapat anda ?