Setelah anaknya melakukan penhinaan terhadap gurunya di sekolah, berakibat dikeluarkan dari sekolah akibat berkomentar di jejaring sosial "facebook" bersama tiga orang temannya yang dituduh menghina salah seorang guru.
"Anak saya sampai saat ini masih terpukul akibat kejadian itu," kata Edy di kediamannya Jalan Brigjend Katamso, Tanjungpinang, Sabtu. Edy merupakan orang tua dari salah seorang siswa SMA 4 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang dikeluarkan dari sekolah karena dituduh menghina salah seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor.
Dia menuturkan, anaknya AN bersama tiga orang temannya MA, AR dan YK sudah berusaha meminta maaf kepada guru yang bersangkutan dan kepada pihak sekolah. "Sampai tengah malam mereka dibantu teman-temannya berusaha mendatangi guru-guru di SMA 4 untuk meminta maaf, bahkan mereka mau bersimpuh dihadapan guru-guru tersebut meminta maaf dan menyatakan penyesalan, namun hanya sebagian guru yang bisa ditemui." ujarnya bersedih.
Yang lebih menyedihkan menurut dia, disaat dia dan istrinya melihat anak mereka hanya duduk dilantai depan kelas karena tidak diizinkan mengikuti pelajaran oleh wali kelas. "Saya bersama istri menangis di sekolah tersebut karena melihat anak saya tidak boleh belajar dan hanya duduk di depan teras ruang kelasnya," ujarnya sambil mengusap air mata yang menetes dipipinya.
"Kami juga kecewa kenapa pihak sekolah tidak memberikan sanksi lain selain dikembalikan kepada orang tua, bukan kami membenarkan tindakan anak kami, karena guru adalah orang tua siswa di sekolah," katanya.
Edy mengaku masih trauma mengingat kejadian yang menimpa anaknya tersebut, namun merasa bersyukur anaknya masih diterima disalah satu SMA negeri di Tanjungpinang.
"Kami merasa bersyukur masih diterima disekolah lain, karena sebelumnya salah seorang teman AN sempat ditolak oleh sekolah itu karena sekolah tersebut sudah mendapat laporan dari SMA 4 kalau anak-anak kami melakukan perbuatan itu," ujarnya.
Edy mengaku anaknya tersebut juga aktif di sekolah dan pernah menjadi utusan sekolah mengikuti lomba grafiti tingkat SMA di Kabupaten Bintan dan mendapat juara pertama.
"Dia juga tercatat sebagai anggota Paskibraka Kota Tanjungpinang tahun 2009," ujarnya. Dia berharap, guru-guru di sekolah proaktif dalam memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai kerugian, bahaya maupun keuntungan dari jejaring sosial "facebook" tersebut, agar siswa dapat memahami.
"Sebagai orang tua disekolah, hendaknya guru memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya maupun manfaat dari jejaring sosial "facebook" ataupun mengenai pengetahuan dalam mengakses "dunia maya" tersebut," harapnya.
Beginilah jadinya kalau Teknologi belum dimanfaatkan secara maksimal, malah dipakai untuk hal yang sama sekali tidak bermanfaat, guru harusnya memberikan arahan agar siswa-siswi menggunakan facebook dengan baik dan memanfaatkannya lebih maksimal
14 February, 2010
11 February, 2010
Facebook senang Facebook malang
Beberapa hari ini kita semua disuguhi berita yang sangat menyedihkan, dimana sebuah kemajuan teknologi dengan menggunakan jejaring sosial salah satunya facebook membuat anak-anak, remaja berani lari dari rumah dan pergi dengan orang yang dikenal hanya lewat facebook. Bahakan mereka menulis sudah berpacaran walau tak bertemu. Perkembangan teknologi memang sulit dibendung dan membuat manusia lebih mudah berinteraksi tanpa harus langsung ketemu dengan orang dimanapun mereka berada.
Sebenarnya kasus seperti ini bisa terjadi karena sebagian besar adalah kesalahan orang tua. Kebanyakan dari mereka merasa ingin mengawasi anaknya, membatasi dan lainnya. pada saat tertentu mungkin ini benar tapi pada saat yang lain ini bisa salah kaprah. Kesedihan anak, terpojok, merasa disalahkan dan merasa tidak ada yang membela mengakibatkan anak mencari pelarian curhat ke orang yang mau menerima dirinya dengan segala kekurangan dan kesedihannya. SO bagaimana mengatasinya ?
menurut saya mungkin ini bisa digunakan sebagai tips orang tua agar anak-anak tidak terlalu masuk ke dunia maya khususnya jejaring sosial :
1. Berilah selalu nasehat yang membangun dengan nada motivasi
2. tanya apa saja kelebihan dan kekurangan kita sebagai orang tua
3. ketahui siapa saja teman dari anak kita baik di offline maupun online.
4. sebagai orang tua jangan gaptek (terus berbenah diri dan belajar)
Sebenarnya kasus seperti ini bisa terjadi karena sebagian besar adalah kesalahan orang tua. Kebanyakan dari mereka merasa ingin mengawasi anaknya, membatasi dan lainnya. pada saat tertentu mungkin ini benar tapi pada saat yang lain ini bisa salah kaprah. Kesedihan anak, terpojok, merasa disalahkan dan merasa tidak ada yang membela mengakibatkan anak mencari pelarian curhat ke orang yang mau menerima dirinya dengan segala kekurangan dan kesedihannya. SO bagaimana mengatasinya ?
menurut saya mungkin ini bisa digunakan sebagai tips orang tua agar anak-anak tidak terlalu masuk ke dunia maya khususnya jejaring sosial :
1. Berilah selalu nasehat yang membangun dengan nada motivasi
2. tanya apa saja kelebihan dan kekurangan kita sebagai orang tua
3. ketahui siapa saja teman dari anak kita baik di offline maupun online.
4. sebagai orang tua jangan gaptek (terus berbenah diri dan belajar)
02 February, 2010
Kebun Binatang Surabaya (KBS) oh nasibmu...
Setelah lama sekali (kurang lebih 2 tahun) saya dan keluarga tidak mengunjungi Kebun Binatang Surabaya, minggu tanggal 31 Januari kemarin akhirnya kesana (dapat traktiran dari temannya Umi). Berangkat dari Sidoarjo pukul 08.00 WIB dengan membawa semua perbekalan naik mobil Katan dengan membawa 5 anak-anak dan 3 orang dewasa (termasuk saya sama istri saya).
Sampai di Kebun Binatang Surabaya/ KBS sudah banyak sekali orang yang ingin masuk, maklum kan liburan semester, parkir mobil dan sepeda motor sudah antri. Banyak sekali orang yang ingin menikmati hari liburnya bersama anak-anak mereka. iket masuknya Rp 10.000,- / orang dengan usia minimal 3 tahun harus bayar penuh. Setelah masuk kita akan disuguhi Berbagai macam burung.
Setelah beberapa saat kami berjalan ketemu Aquarium, nah kalau masuk disini juga bayar @Rp 3.000,- didalamnya berisi Kura-kura, berbagai macam ikan, ULar dan lainnya. SAyang sekali mulai masuk di pintu awal sampai di Aquarium ini ada sesuatu yang memprihatinkan. KAndang para binatang ini kelihatan kumuh. Tulisan yang seharusnya bisa dibaca/ menerangkan tentang hewan juga terlihat kusam bahkan banyak yang hilang. Tahu nggak aurium tempat ikannya, sama persis ketika saya masuk kebun binatang ini 20 tahun yang lalu, sepertinya memang dibiarkan begitu. Perawatan hewan juga kurang maksimal, terlalu minimal. BAgaimana ya bisa disebut kebun binatang kalau koleksi hewannya itu-itu saja ? Kalau saya baca dan dengar di beberapa media sih katanya pengurus KBS ini masih belum jelas, sering terjadi saling klaim. Heran.... Oh iya di area sini anak saya yang kecil minta foto sama ular.... saya agak merinding juga tapi berani deh demi anak.
BTW anyway busway.. kami semua langsung menuju ke tempat naik Gajah. Jelas anak-anak ingin naik. Ketika beli tiket eh... berebut.. nggak antri Biaya naik gajah @Rp5.000,- disini juga mau naik harus antri panjang sekali... kurang lebih 30 menit saya antri akhirnya bisa naik gajah. Senang sekali anak-anak saya juga lho. Selesai naik gajah gelar tikar dulu eh.. tikarnya nggak kebawa jadi pakai alas kertas minyak makanan deh. nggak pa pa.. yang penting makan, dengan lauk ayam chicken plus mie goreng
Selesai makan baru kita melanjutkan perjalanan, melihat rumah gajah, harimau, beruang, lalu berhenti di tempat si kancil... kasih makan kacang... anak-anak seneng banget. Terakhir naik perahu. Karena banyak orang perahu sampai fulll.... Sebenarnya ingin naik flying fox (anak pertama saya) tapi berhubung antrinya banyak yah tidak jadi... kapan-kapan kesini lagi dah...
Sampai di Kebun Binatang Surabaya/ KBS sudah banyak sekali orang yang ingin masuk, maklum kan liburan semester, parkir mobil dan sepeda motor sudah antri. Banyak sekali orang yang ingin menikmati hari liburnya bersama anak-anak mereka. iket masuknya Rp 10.000,- / orang dengan usia minimal 3 tahun harus bayar penuh. Setelah masuk kita akan disuguhi Berbagai macam burung.
Setelah beberapa saat kami berjalan ketemu Aquarium, nah kalau masuk disini juga bayar @Rp 3.000,- didalamnya berisi Kura-kura, berbagai macam ikan, ULar dan lainnya. SAyang sekali mulai masuk di pintu awal sampai di Aquarium ini ada sesuatu yang memprihatinkan. KAndang para binatang ini kelihatan kumuh. Tulisan yang seharusnya bisa dibaca/ menerangkan tentang hewan juga terlihat kusam bahkan banyak yang hilang. Tahu nggak aurium tempat ikannya, sama persis ketika saya masuk kebun binatang ini 20 tahun yang lalu, sepertinya memang dibiarkan begitu. Perawatan hewan juga kurang maksimal, terlalu minimal. BAgaimana ya bisa disebut kebun binatang kalau koleksi hewannya itu-itu saja ? Kalau saya baca dan dengar di beberapa media sih katanya pengurus KBS ini masih belum jelas, sering terjadi saling klaim. Heran.... Oh iya di area sini anak saya yang kecil minta foto sama ular.... saya agak merinding juga tapi berani deh demi anak.
BTW anyway busway.. kami semua langsung menuju ke tempat naik Gajah. Jelas anak-anak ingin naik. Ketika beli tiket eh... berebut.. nggak antri Biaya naik gajah @Rp5.000,- disini juga mau naik harus antri panjang sekali... kurang lebih 30 menit saya antri akhirnya bisa naik gajah. Senang sekali anak-anak saya juga lho. Selesai naik gajah gelar tikar dulu eh.. tikarnya nggak kebawa jadi pakai alas kertas minyak makanan deh. nggak pa pa.. yang penting makan, dengan lauk ayam chicken plus mie goreng
Selesai makan baru kita melanjutkan perjalanan, melihat rumah gajah, harimau, beruang, lalu berhenti di tempat si kancil... kasih makan kacang... anak-anak seneng banget. Terakhir naik perahu. Karena banyak orang perahu sampai fulll.... Sebenarnya ingin naik flying fox (anak pertama saya) tapi berhubung antrinya banyak yah tidak jadi... kapan-kapan kesini lagi dah...
21 January, 2010
Cara Mengajar Agar Siswa BISA
ini lanjutan dari cara mengajar di postingan lalu. jadi pada intinya semua pelajaran itu mudah hanya tinggal cara mengajar yang menyenangkan dan mengulang-ulang yang baik. Siswa tidak pernah diberitahu Guru bagaimana seharusnya mereka belajar, tapi hanya diperintah belajar di rumah ya... (Dulu saya juga begitu). Akhirnya siswa hanya membacanya/ mengerjakan PR sudah... kalau mau ujian baru dihapalkan.. ini salah besar. MAteri pelajaran bukan dihapalkan tapi dipahami dan dimengerti lalu bisa diterapkan dalam kehidupan.
So WAHAI PARA GURU YANG BAIK, TEMUKANLAH METODE YANG BAIK UNTUK SISWA-SISWI AGAR MASA DEPAN MEREKA MENJADI LEBIH BAIK. DUKUNGLAH WAHAI ORANG TUA SISWA. Saya kalau ditanya bagaimana trik nya pak ? saya akan menjawab sebenarnya anda sudah tahu sayang bingung cara mempraktekannya
So WAHAI PARA GURU YANG BAIK, TEMUKANLAH METODE YANG BAIK UNTUK SISWA-SISWI AGAR MASA DEPAN MEREKA MENJADI LEBIH BAIK. DUKUNGLAH WAHAI ORANG TUA SISWA. Saya kalau ditanya bagaimana trik nya pak ? saya akan menjawab sebenarnya anda sudah tahu sayang bingung cara mempraktekannya
15 January, 2010
Cara Mengajar...
Anak-Anak Papua yang Digembleng Matematika dan IPA di Surya Institute
Si Bodoh Melejit Jadi Kontestan Olimpiade
Tak ada anak Indonesia yang bodoh. Itulah yang diyakini pendiri Surya Institute Prof Yohanes Surya PhD. Berbekal keyakinan tersebut, dia merekrut 27 anak Papua secara acak untuk digembleng di lembaga yang dipimpinnya. Kini, setelah sepuluh bulan, sebagian di antara mereka siap diterjunkan dalam ajang olimpiade.
TITIK ANDRIYANI, Jakarta
---
"DELAPAN lima pangkat dua hasilnya berapa Merlin?'' tanya Bambang Susianto, salah seorang pengajar matematika di Surya Institute, sebuah lembaga yang konsen mempersiapkan siswa-siswi Indonesia mengikuti olimpiade matematika dan IPA internasional.
Mendapat pertanyaan tersebut, kening Merlin Kogoya, siswa kelas IV SD YPPGI, Kabupaten Tolikara, Papua, mengernyit sejenak. Sekitar tiga detik kemudian, dia langsung melontarkan jawaban. ''Tujuh ribu dua ratus dua puluh lima,'' jawabnya yakin.
Sejurus kemudian, Bambang mencercanya dengan berbagai pertanyaan hitung-hitungan. ''Kalau 72 x 18 berapa?'' ujarnya lagi. Dengan tangkas bocah berusia sembilan tahun tersebut langsung menjawab, 1.286.
Bambang pun tersenyum puas. Sebab, dari hari ke hari, kemampuan siswa didikannya semakin matang dalam berhitung numerik. Sesaat kemudian, pandangan Bambang tertuju kepada Christian Murib, anak Papua lain dari SD YPPK Betlehem, Wamena.
Lalu, Bambang berjalan menuju papan tulis putih di depan kelas. Dia menuliskan 415.624 akar delapan. Kemudian, dia meminta Christian menghitung jawaban soal itu. Bocah berusia 11 tahun tersebut maju dan langsung menulis jawaban seolah tanpa berpikir.
''Kami memang melatih mereka berhitung cepat dengan metode khusus,'' terang Bambang. Selain Merlin dan Chriatian, 25 anak Papua lainnya saat ini tengah mendapat pelatihan khusus di Surya Institute.
Pendiri Surya Institute, Prof Yohanes Surya, mengungkapkan, sejak setahun lalu pihaknya mengambil para siswa yang berkemampuan kurang untuk dilatih belajar matematika. Dia mengambil para siswa dari Papua. Sebab, Yohanes memiliki pengalaman yang membuat hatinya tergerak untuk mendidik anak-anak Papua. Dia pernah melontarkan soal sederhana tentang penjumlahan kepada salah seorang siswa di Papua. ''Berapa 18 ditambah 5?'' tanyanya ketika itu.
Sang siswa yang mendapat pertanyaan tersebut berpikir cukup lama. Dibuatnya garis-garis kecil sejumlah bilangan yang ditanyakan. Kemudian, dihitungnya garis-garis tersebut satu per satu. Hati Yohanes trenyuh. Sebab, untuk menjawab soal sederhana itu saja dibutuhkan waktu cukup lama.
Yohanes menyakini, bila metode pembelajaran diberikan dengan baik, anak-anak itu pun bisa menyerap pelajaran secara baik. Selain itu, dia percaya anak-anak Papua memiliki kemampuan yang tidak kalah oleh siswa di Jawa atau daerah lain di Indonesia yang lebih maju, asalkan diberi kesempatan yang sama.
Dia ingin membuktikan bahwa keyakinannya tersebut bukanlah sebuah kesalahan. Karena itu, dia memilih Papua -daerah yang dinilai terbelakang dalam banyak hal. Dengan persetujuan sekolah, orang tua, serta pemda setempat, 27 anak Papua dibawa ke Surya Institute, Tangerang. Mereka dipilih secara acak dari Kabupaten Tolikara, Waropen, Sorong Selatan, Lani Jaya, dan Wamena.
Tidak ada seleksi. Sebisa mungkin mereka yang terpilih justru yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata. Mereka digembleng di pusat pelatihan matematika dan fisika tersebut. Para pengajarnya adalah ahli matematika, geometik, dan fisika.
Sepuluh bulan telah berlalu. Merlin dan kawan-kawan semakin jago berhitung. Termasuk, memecahkan soal-soal tersulit sekelas olimpiade. Tak urung, lantaran hasil belajar yang ditunjukkan mereka dinilai memuaskan, Yohanes berencana mengikutsertakan beberapa di antaranya ke olimpiade.
Sejatinya, kata Yohanes, awalnya Surya Institute tidak bermaksud menyiapkan anak-anak itu ke olimpiade. Namun, seiring berjalannya waktu, terlihat ada beberapa siswa yang memiliki potensi khusus di bidang matematika dan fisika. Di antaranya, Merlin dan Christian.
Yohanes pun akhirnya ingin mempersiapkan mereka secara khusus untuk bertarung menuju olimpiade sains nasional (OSN) yang tiap tahun dihelat pemerintah. ''Kalau berhasil di OSN, dengan sendirinya mereka akan melenggang menuju olimpiade internasional,'' terang pria kelahiran 6 November 1963 tersebut.
Dia menjelaskan, tiap hari mereka dididik belajar matematika selama empat jam. Mereka diberi materi pelajaran matematika secara intens. Pada bulan pertama, anak-anak itu diberi buku khusus matematika yang amat tebal. Materinya, soal-soal penjumlahan, perkalian, dan pembagian. Selama sebulan soal-soal di buku tersebut harus dituntaskan.
''Jika bisa menyelesaikan materi itu, berarti mereka sudah menguasai kemampuan dasar matematika kelas 1 sampai kelas 6,'' terang fisikawan itu. Mereka diajari berhitung dengan amat cepat.
Pada bulan kedua dan seterusnya, kata Yohanes, mereka diberi metode lanjutan. Termasuk, trik-trik menyelesaikan soal-soal dengan berbagai tingkat kesulitan. Yohanes memiliki metode khusus untuk membuat siswa cepat menangkap materi yang diajarkan. Metode penghitungan yang diberikan berbalik dengan cara penghitungan yang jamak dipakai.
''Kalau biasanya menghitung penjumlahan dari belakang, metode saya justru terbalik. Yaitu, dari depan. Lebih cepat dan mudah,'' ujarnya.
Tak hanya itu, mereka juga dibekali kemampuan bahasa Inggris dan kepribadian. Anak-anak Papua tersebut juga diberi pelajaran komputer. ''Kami juga mengajarkan character building kepada mereka,'' jelasnya.
Kemampuan mereka pun terasah. Merlin mengaku kemampuan berhitungnya berkembang amat pesat. Dia juga tidak mengira bahwa belajar matematika amat menantang dan mengasyikkan. Karena itu, dia menuturkan ingin menjadi profesor matematika kelak.
''Sebab, belajar matematika itu asyik,'' ungkap bocah berambut ikal tersebut. Keinginan Merlin juga diiyakan temannya, Christian. ''Saya juga ingin jadi profesor matematika,'' ujarnya lantas tersenyum.
Yohanes begitu bangga pada cita-cita dua anak itu. Kemudian, mereka diberi soal phytagoras. Dengan tangkas dan penuh antusias, Merlin dan Christian berebut menjawab. ''Keduanya saat ini bahkan bersaing dengan anak saya yang seumuran mereka,'' ujar Yohanes.
Menurut dia, anak-anak Papua memiliki keunikan tersendiri. Pendiri Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) itu menyatakan, mereka tak sekadar diajari hingga pintar matematika dan IPA. Tapi, mereka juga belajar karakter budaya. ''Mereka punya kekhususan. Kalau ditekan, mereka menangis. Ada juga yang melawan. Bergantung sukunya. Karena itu, kami memakai pendekatan budaya,'' jelasnya.
Sebelum membawa 27 siswa dari Papua tersebut, Yohanes mengorbitkan Septinus George Saa dari SMA Negeri 3 Wamena, Papua. Septinus berhasil meraih penghargaan The First Step to Nobel Prize pada 2003. Setahun kemudian, dia membimbing siswi dari Papua lainnya, Anneke Bowaire dari SMA Serui, yang berhasil merebut gelar The First Step to Nobel Prize pada 2004.
Alumnus Fisika College of William and Mary, Virginia, AS, tersebut menuturkan, ke depan, Surya Institute berencana meminta semua kabupaten di Papua memilih anak-anak yang dianggap paling ''bodoh'' di daerahnya. Bakal diminta satu anak dari tiap kabupaten. Mereka akan dididik di Surya Institute selama enam bulan.
Bukan hanya siswa, para guru di daerah tersebut juga akan dilatih. Dari tiap kabupaten akan diambil 10 guru. Bersama LSM World Vision, pihaknya akan menjaring guru serta siswa di daerah terpencil dan suku pedalaman untuk digembleng di lembaganya.
Para guru itu akan diberi pelatihan metode pengajaran yang baik. Mereka akan mempraktikkan langsung materi yang didapatkan kepada para siswa. Tujuannya, memperbaiki metode pengajaran guru-guru tersebut selama ini. Juga, meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Setelah itu, siswa Papua lainnya akan dijaring. Diharapkan, ada 5.000 anak Papua yang nanti pintar matematika. Itulah konsep yang dia gagas. Akhir bulan ini, para guru dan siswa tersebut mulai digembleng di lembaganya. Dikutip dari jawapos
Si Bodoh Melejit Jadi Kontestan Olimpiade
Tak ada anak Indonesia yang bodoh. Itulah yang diyakini pendiri Surya Institute Prof Yohanes Surya PhD. Berbekal keyakinan tersebut, dia merekrut 27 anak Papua secara acak untuk digembleng di lembaga yang dipimpinnya. Kini, setelah sepuluh bulan, sebagian di antara mereka siap diterjunkan dalam ajang olimpiade.
TITIK ANDRIYANI, Jakarta
---
"DELAPAN lima pangkat dua hasilnya berapa Merlin?'' tanya Bambang Susianto, salah seorang pengajar matematika di Surya Institute, sebuah lembaga yang konsen mempersiapkan siswa-siswi Indonesia mengikuti olimpiade matematika dan IPA internasional.
Mendapat pertanyaan tersebut, kening Merlin Kogoya, siswa kelas IV SD YPPGI, Kabupaten Tolikara, Papua, mengernyit sejenak. Sekitar tiga detik kemudian, dia langsung melontarkan jawaban. ''Tujuh ribu dua ratus dua puluh lima,'' jawabnya yakin.
Sejurus kemudian, Bambang mencercanya dengan berbagai pertanyaan hitung-hitungan. ''Kalau 72 x 18 berapa?'' ujarnya lagi. Dengan tangkas bocah berusia sembilan tahun tersebut langsung menjawab, 1.286.
Bambang pun tersenyum puas. Sebab, dari hari ke hari, kemampuan siswa didikannya semakin matang dalam berhitung numerik. Sesaat kemudian, pandangan Bambang tertuju kepada Christian Murib, anak Papua lain dari SD YPPK Betlehem, Wamena.
Lalu, Bambang berjalan menuju papan tulis putih di depan kelas. Dia menuliskan 415.624 akar delapan. Kemudian, dia meminta Christian menghitung jawaban soal itu. Bocah berusia 11 tahun tersebut maju dan langsung menulis jawaban seolah tanpa berpikir.
''Kami memang melatih mereka berhitung cepat dengan metode khusus,'' terang Bambang. Selain Merlin dan Chriatian, 25 anak Papua lainnya saat ini tengah mendapat pelatihan khusus di Surya Institute.
Pendiri Surya Institute, Prof Yohanes Surya, mengungkapkan, sejak setahun lalu pihaknya mengambil para siswa yang berkemampuan kurang untuk dilatih belajar matematika. Dia mengambil para siswa dari Papua. Sebab, Yohanes memiliki pengalaman yang membuat hatinya tergerak untuk mendidik anak-anak Papua. Dia pernah melontarkan soal sederhana tentang penjumlahan kepada salah seorang siswa di Papua. ''Berapa 18 ditambah 5?'' tanyanya ketika itu.
Sang siswa yang mendapat pertanyaan tersebut berpikir cukup lama. Dibuatnya garis-garis kecil sejumlah bilangan yang ditanyakan. Kemudian, dihitungnya garis-garis tersebut satu per satu. Hati Yohanes trenyuh. Sebab, untuk menjawab soal sederhana itu saja dibutuhkan waktu cukup lama.
Yohanes menyakini, bila metode pembelajaran diberikan dengan baik, anak-anak itu pun bisa menyerap pelajaran secara baik. Selain itu, dia percaya anak-anak Papua memiliki kemampuan yang tidak kalah oleh siswa di Jawa atau daerah lain di Indonesia yang lebih maju, asalkan diberi kesempatan yang sama.
Dia ingin membuktikan bahwa keyakinannya tersebut bukanlah sebuah kesalahan. Karena itu, dia memilih Papua -daerah yang dinilai terbelakang dalam banyak hal. Dengan persetujuan sekolah, orang tua, serta pemda setempat, 27 anak Papua dibawa ke Surya Institute, Tangerang. Mereka dipilih secara acak dari Kabupaten Tolikara, Waropen, Sorong Selatan, Lani Jaya, dan Wamena.
Tidak ada seleksi. Sebisa mungkin mereka yang terpilih justru yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata. Mereka digembleng di pusat pelatihan matematika dan fisika tersebut. Para pengajarnya adalah ahli matematika, geometik, dan fisika.
Sepuluh bulan telah berlalu. Merlin dan kawan-kawan semakin jago berhitung. Termasuk, memecahkan soal-soal tersulit sekelas olimpiade. Tak urung, lantaran hasil belajar yang ditunjukkan mereka dinilai memuaskan, Yohanes berencana mengikutsertakan beberapa di antaranya ke olimpiade.
Sejatinya, kata Yohanes, awalnya Surya Institute tidak bermaksud menyiapkan anak-anak itu ke olimpiade. Namun, seiring berjalannya waktu, terlihat ada beberapa siswa yang memiliki potensi khusus di bidang matematika dan fisika. Di antaranya, Merlin dan Christian.
Yohanes pun akhirnya ingin mempersiapkan mereka secara khusus untuk bertarung menuju olimpiade sains nasional (OSN) yang tiap tahun dihelat pemerintah. ''Kalau berhasil di OSN, dengan sendirinya mereka akan melenggang menuju olimpiade internasional,'' terang pria kelahiran 6 November 1963 tersebut.
Dia menjelaskan, tiap hari mereka dididik belajar matematika selama empat jam. Mereka diberi materi pelajaran matematika secara intens. Pada bulan pertama, anak-anak itu diberi buku khusus matematika yang amat tebal. Materinya, soal-soal penjumlahan, perkalian, dan pembagian. Selama sebulan soal-soal di buku tersebut harus dituntaskan.
''Jika bisa menyelesaikan materi itu, berarti mereka sudah menguasai kemampuan dasar matematika kelas 1 sampai kelas 6,'' terang fisikawan itu. Mereka diajari berhitung dengan amat cepat.
Pada bulan kedua dan seterusnya, kata Yohanes, mereka diberi metode lanjutan. Termasuk, trik-trik menyelesaikan soal-soal dengan berbagai tingkat kesulitan. Yohanes memiliki metode khusus untuk membuat siswa cepat menangkap materi yang diajarkan. Metode penghitungan yang diberikan berbalik dengan cara penghitungan yang jamak dipakai.
''Kalau biasanya menghitung penjumlahan dari belakang, metode saya justru terbalik. Yaitu, dari depan. Lebih cepat dan mudah,'' ujarnya.
Tak hanya itu, mereka juga dibekali kemampuan bahasa Inggris dan kepribadian. Anak-anak Papua tersebut juga diberi pelajaran komputer. ''Kami juga mengajarkan character building kepada mereka,'' jelasnya.
Kemampuan mereka pun terasah. Merlin mengaku kemampuan berhitungnya berkembang amat pesat. Dia juga tidak mengira bahwa belajar matematika amat menantang dan mengasyikkan. Karena itu, dia menuturkan ingin menjadi profesor matematika kelak.
''Sebab, belajar matematika itu asyik,'' ungkap bocah berambut ikal tersebut. Keinginan Merlin juga diiyakan temannya, Christian. ''Saya juga ingin jadi profesor matematika,'' ujarnya lantas tersenyum.
Yohanes begitu bangga pada cita-cita dua anak itu. Kemudian, mereka diberi soal phytagoras. Dengan tangkas dan penuh antusias, Merlin dan Christian berebut menjawab. ''Keduanya saat ini bahkan bersaing dengan anak saya yang seumuran mereka,'' ujar Yohanes.
Menurut dia, anak-anak Papua memiliki keunikan tersendiri. Pendiri Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) itu menyatakan, mereka tak sekadar diajari hingga pintar matematika dan IPA. Tapi, mereka juga belajar karakter budaya. ''Mereka punya kekhususan. Kalau ditekan, mereka menangis. Ada juga yang melawan. Bergantung sukunya. Karena itu, kami memakai pendekatan budaya,'' jelasnya.
Sebelum membawa 27 siswa dari Papua tersebut, Yohanes mengorbitkan Septinus George Saa dari SMA Negeri 3 Wamena, Papua. Septinus berhasil meraih penghargaan The First Step to Nobel Prize pada 2003. Setahun kemudian, dia membimbing siswi dari Papua lainnya, Anneke Bowaire dari SMA Serui, yang berhasil merebut gelar The First Step to Nobel Prize pada 2004.
Alumnus Fisika College of William and Mary, Virginia, AS, tersebut menuturkan, ke depan, Surya Institute berencana meminta semua kabupaten di Papua memilih anak-anak yang dianggap paling ''bodoh'' di daerahnya. Bakal diminta satu anak dari tiap kabupaten. Mereka akan dididik di Surya Institute selama enam bulan.
Bukan hanya siswa, para guru di daerah tersebut juga akan dilatih. Dari tiap kabupaten akan diambil 10 guru. Bersama LSM World Vision, pihaknya akan menjaring guru serta siswa di daerah terpencil dan suku pedalaman untuk digembleng di lembaganya.
Para guru itu akan diberi pelatihan metode pengajaran yang baik. Mereka akan mempraktikkan langsung materi yang didapatkan kepada para siswa. Tujuannya, memperbaiki metode pengajaran guru-guru tersebut selama ini. Juga, meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Setelah itu, siswa Papua lainnya akan dijaring. Diharapkan, ada 5.000 anak Papua yang nanti pintar matematika. Itulah konsep yang dia gagas. Akhir bulan ini, para guru dan siswa tersebut mulai digembleng di lembaganya. Dikutip dari jawapos
06 January, 2010
KERJA ? IJASAH DISITA
Ini mungkin cerita udah agak lama cuman saya baru merasakan kepedihan teman-teman yang bekerja di perusahaan yang mengharuskan memberikan ijasah asli ke perusahaan. Saya nggak tahu ini termasuk melanggar Hak Manusia ... tapi yang jelas hal ini terjadi.
Beberapa perusahaan besar mensyaratkan apabila diterima kerja harus mengumpulkan ijasah asli (kasarannya disita kali) . Nah bagi siswa yang baru lulus kadang mereka senang sekali sampai kelupaan ketika memberikan ijasah asli tidak meminta tanda terima (takut + lupa karena seneng) dan perusahaan juga tidak menyiapkan tanda bukti itu kalau tidak diminta. Ketika setelah bekerja selama 2 tahun dan ingin pindah (mendapat tawaran lebih baik) maka otomatis mengambil ijasah, kalau alasan tidak bisa diterima kadang mengambil diruwetkan. ini nggak masalah yang penting ijasah bisa diambil, kalau dinyatakan hilang waduuuuhh.... apalagi ketika menyerahkan ijasah tidak diberi tanda terima....
Mengurus ijasah sangat sulit, apalagi kehilangan.. ke Kepolisian, diknas, kanwil sampai pusat.. beberapa bulan baru kelar. apa selama itu harus nganggur..? So bagi siswa yang barusan lulus (SMK sma, Kuliah dll) pastikan apabila perusahaan minta ijasah asli harus meminta tanda terima, jadi kalau ijasah hilang perusahaan bisa kita tuntut.
Beberapa perusahaan besar mensyaratkan apabila diterima kerja harus mengumpulkan ijasah asli (kasarannya disita kali) . Nah bagi siswa yang baru lulus kadang mereka senang sekali sampai kelupaan ketika memberikan ijasah asli tidak meminta tanda terima (takut + lupa karena seneng) dan perusahaan juga tidak menyiapkan tanda bukti itu kalau tidak diminta. Ketika setelah bekerja selama 2 tahun dan ingin pindah (mendapat tawaran lebih baik) maka otomatis mengambil ijasah, kalau alasan tidak bisa diterima kadang mengambil diruwetkan. ini nggak masalah yang penting ijasah bisa diambil, kalau dinyatakan hilang waduuuuhh.... apalagi ketika menyerahkan ijasah tidak diberi tanda terima....
Mengurus ijasah sangat sulit, apalagi kehilangan.. ke Kepolisian, diknas, kanwil sampai pusat.. beberapa bulan baru kelar. apa selama itu harus nganggur..? So bagi siswa yang barusan lulus (SMK sma, Kuliah dll) pastikan apabila perusahaan minta ijasah asli harus meminta tanda terima, jadi kalau ijasah hilang perusahaan bisa kita tuntut.
31 December, 2009
SELAMAT JALAN GURU BANGSA
Kemarin malam Indonesia berduka... kehilangan seorang Bapak Bangsa, pembela semua golongan, cucu pendiri NU "Abdurrahman Wahid" Gus Dur meninggal dunia dikarenakan sakit komplikasi. Mantan Presiden RI ke 4 merupakan salah satu contoh Presiden yang benar-benar dihormati seluruh komponen bangsa.
Pembebasan Pers, mengganti nama Irian JAya kembali ke PApua, Tunjangan Fungsional untuk guru, HAri Imlek ... persamaan ras dan masih banyak lagi. SIapapun yang dianggap masyarakat musuh malah Gus Dur dekati dan diajak menjadi teman .... sistem yang dianut sungguh sulit dimengerti masyarakat Umum. Dan saya masih ingat satu keputusan saat dia jadi presiden yang paling kontroversial adalah membuka hubungan diplomatik dengan Israel... Musuh Palestina.. Aneh bin membingungkan.
TApi apapun yang dilakukan Gus Dur baru kita semua tahu maksudnya beberapa saat (bisa hari bahkan tahun) kemudian. Terima kasih Gus Dur, atas jasamu dan prilakumu akhirnya bangsa ini mengerti tidak semua orang yang jelek, jahat harus kita musuhi dan perangi, dengan melakukan pendekatan itulah jurusmu Gus. SELAMAT JALAN GURU BANGSA... NAMA MU AKAN DIKENANG DI HATI BANGSA INDONESIA.
17 December, 2009
NISN = Nomor Induk Siswa Nasional
NISN = Nomor Induk Siswa Nasional merupakan hal yang sangat penting, dikarenakan setiap pindahan/ siswa pindah sekolah harus tetap memakai NISN ini, dimaapun sekolahnya diseluruh Indonesia. Nah ini terjadi di sekolah dimana saya mengajar, siswa baru tersebut berada di kelas 6 persyaratan untuk mengikuti ujian nasional harus memiliki NISN, sedangkan asal sekolah siswa ini adalah Tangerang.... kalau dia kesana / telepon maka proses nya akan memakan waktu yang lama.
Cara cepatnya ya kita bisa langsung akses di Internet nisn.jardiknas.org di website ini kita bisa menemukan NISN siswa dari seluruh Indonesia. dari sini kita bisa langsung akses menu data siswa (di sebelah kanan blog). setelah itu masukkan Propinsi, kab/ kota dan jenjang sekolah (negeri / swasta) siswa pindahan tadi. Setelah itu akan secara otomatis mengeluarkan data sesuai dengan kota/kab yang dipilih dengan tampilan seluruh sekolah negeri. Setelah itu klik download (hanya terlihat Down) disebelah kanan nama sekolah siswa tadi.
Setelah file sudah diunduh, buka file tersebut dengan klik kiri 2 kali. Akan keluar data sekolah siswa pindahan berupa nama siswa, alamat, tempat tanggal lahir dan NISN. Untuk mempercepat bisa dengan cara tekan ctrl + f lalu ketik nama siswa... cepet ketemu.
Cara cepatnya ya kita bisa langsung akses di Internet nisn.jardiknas.org di website ini kita bisa menemukan NISN siswa dari seluruh Indonesia. dari sini kita bisa langsung akses menu data siswa (di sebelah kanan blog). setelah itu masukkan Propinsi, kab/ kota dan jenjang sekolah (negeri / swasta) siswa pindahan tadi. Setelah itu akan secara otomatis mengeluarkan data sesuai dengan kota/kab yang dipilih dengan tampilan seluruh sekolah negeri. Setelah itu klik download (hanya terlihat Down) disebelah kanan nama sekolah siswa tadi.
Setelah file sudah diunduh, buka file tersebut dengan klik kiri 2 kali. Akan keluar data sekolah siswa pindahan berupa nama siswa, alamat, tempat tanggal lahir dan NISN. Untuk mempercepat bisa dengan cara tekan ctrl + f lalu ketik nama siswa... cepet ketemu.
04 December, 2009
Pengobatan Alternative Untuk ANak
Tadi sore merupakan pengalaman yang lucu dalam hidup sekaligus menakjubkan, Saya punya anak laki-laki yang berumur sekitar 2 tahun, belakangan ini dia sulit sekali makan, kalau makan yang paling banyak maksimal 3 sendok berikutnya dia akan bilang "Mmoh" / tidak mau. KArena kejadian ini sering terulang dan terjadi setiap hari lama- kelamaan badan si kecilku ini bertambah langsing, sampai sama sepupunya sipanggil wayang kulit.
Nah sebagai orang tua kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk si kecil agar bisa tampil lebih sehat + bugar. Berbagai cara ditempuh. mulai dari dokter spesialis anak, samapai ke pengobatan alternatif. Saudara istri saya pernah membawa anaknya ke pengobatan alternatif dan hasilnya lumayan, so akhirnya kita berangkat sore tadi Sekitar pukul 16.30. lho kenapa sore tadi... ya karena sudah kami rencanakan sekitar sebulan yang lalu dan hari ini adalah Jum'at Legi yang katanya lebih oke.
Nama dari pengobatan alternative khusus anak-anak ini adalah Ibu Hj. Nur Chamidah yang biasa dipanggil "Mbah Mus" Kedayon Kecamatan Sukodono KAbupaten Sidoarjo. Ketika samapai disana ternyata Pasiennya buuaaanyyaaak sekali... ya semua anak-anak...+ kelaurga yang bawa jadi daerah situ jadi ruuuaammaaai banget. Ketika saya minta nomor urut dikasih no 81 dengan kartu berwarna kuning. Nah saat itu masih no 77 dengan kartu warna biru. Nah kita nunggu dulu sampai warna biru no. 100 baru kartu warna kuning kembali ke no 1. Setelah kami perkirakan menunggu sekitar 2 jam oke kita tunggu saja sambil lihat lihat daerah sekitar... banyak yang berjualan juga dan ada mainan anak-anak.
Saat magrib pengobatan alternatif ini berhenti dulu, Sholat, posisi sudah no 30 kartu kuning. Kami pun sholat magrib di masjid sebelah tempat pengobatan alternatif ini. Selesai itu pengobatanpun dilanjutkan. Tepat jam tujuh malam no kami dipanggil, sikecil kami periksakan, ditanya sama Mbah Mus : "keno opo ? niki lho mbah boten purun maem.. (kenapa ? Ini lho mbah tidak mau makan). Lalu mbah Mus menyuruh membukan baju bagian perut sikecil. dengan gerakan tangan sederhana di daerah perut lalu meniup perut + kepala sikecil, selanjutnya tangan sikecil dikasih tali. Sudah selesai, disuruh beli jamu di toko sebelah (kelihatannya saudara mbah mus).
Ya baru kali ini saya datang di pengobatan alternatif dengan jumlah peserta yang banyak, maklum biasanya ya antri Dokter spesialis. BAgaimana antri nya Ponari si dukun cilik +batu asal Jombang ya....
Nah sebagai orang tua kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk si kecil agar bisa tampil lebih sehat + bugar. Berbagai cara ditempuh. mulai dari dokter spesialis anak, samapai ke pengobatan alternatif. Saudara istri saya pernah membawa anaknya ke pengobatan alternatif dan hasilnya lumayan, so akhirnya kita berangkat sore tadi Sekitar pukul 16.30. lho kenapa sore tadi... ya karena sudah kami rencanakan sekitar sebulan yang lalu dan hari ini adalah Jum'at Legi yang katanya lebih oke.
Nama dari pengobatan alternative khusus anak-anak ini adalah Ibu Hj. Nur Chamidah yang biasa dipanggil "Mbah Mus" Kedayon Kecamatan Sukodono KAbupaten Sidoarjo. Ketika samapai disana ternyata Pasiennya buuaaanyyaaak sekali... ya semua anak-anak...+ kelaurga yang bawa jadi daerah situ jadi ruuuaammaaai banget. Ketika saya minta nomor urut dikasih no 81 dengan kartu berwarna kuning. Nah saat itu masih no 77 dengan kartu warna biru. Nah kita nunggu dulu sampai warna biru no. 100 baru kartu warna kuning kembali ke no 1. Setelah kami perkirakan menunggu sekitar 2 jam oke kita tunggu saja sambil lihat lihat daerah sekitar... banyak yang berjualan juga dan ada mainan anak-anak.
Saat magrib pengobatan alternatif ini berhenti dulu, Sholat, posisi sudah no 30 kartu kuning. Kami pun sholat magrib di masjid sebelah tempat pengobatan alternatif ini. Selesai itu pengobatanpun dilanjutkan. Tepat jam tujuh malam no kami dipanggil, sikecil kami periksakan, ditanya sama Mbah Mus : "keno opo ? niki lho mbah boten purun maem.. (kenapa ? Ini lho mbah tidak mau makan). Lalu mbah Mus menyuruh membukan baju bagian perut sikecil. dengan gerakan tangan sederhana di daerah perut lalu meniup perut + kepala sikecil, selanjutnya tangan sikecil dikasih tali. Sudah selesai, disuruh beli jamu di toko sebelah (kelihatannya saudara mbah mus).
Ya baru kali ini saya datang di pengobatan alternatif dengan jumlah peserta yang banyak, maklum biasanya ya antri Dokter spesialis. BAgaimana antri nya Ponari si dukun cilik +batu asal Jombang ya....
17 November, 2009
Mata Uangku.... Rupiah
KAlau dipikir-pikir aneh juga... yap... tahu nggak kondisi mata uang kita ? Rupiah yang selalu terombang-ambing di pertukaran mata uang dunia. Belakangan ini menguat atas U$D amerika sih... tapi mari kita tinjau mata uang kita ini.
Ketika di kasir salah satu BAnk terkenal di Indonesia BCA.. saya nabung dengan uang 100 ribuan,kasir menghitung.. lalu mengumpulkan uang dari saya tadi dengan uang yang ada di lacinya... setelah di bendel langsung ditulisi pake spidol (bagian lain). Buset.. Bank aja melakukan ini. BAgaimana kita bisa menghargai uang kita.. wong di bank terkenal saja mencoret-coret uang Rupiah seenaknya. Adalagi... ketika gajian dari sebuah perusahaan yang kontrak saya,,.. uangnya di jepret (pakai steples)... kan uangnya bolong bin rusak...??! belum lagi kalau melihat uang di Pasar -pasar tradisional ... tambah nrunyam.
Tahu tidak kalau kita punya uang dollar amerika belum tentu dihargaisesuai kurs jual /beli. Kenapa? mereka lihat dulu kondisi uangnya.. kalau lusuh, apalagi lubang harganya bisa turun sampai separuh. Gilaaaa... Ayo kita hargai rupiah kita... mata uang kita. Apapun orang perbuat beri pengertian pada mereka atau setidaknya kita dulu yang berbuat.
Ketika di kasir salah satu BAnk terkenal di Indonesia BCA.. saya nabung dengan uang 100 ribuan,kasir menghitung.. lalu mengumpulkan uang dari saya tadi dengan uang yang ada di lacinya... setelah di bendel langsung ditulisi pake spidol (bagian lain). Buset.. Bank aja melakukan ini. BAgaimana kita bisa menghargai uang kita.. wong di bank terkenal saja mencoret-coret uang Rupiah seenaknya. Adalagi... ketika gajian dari sebuah perusahaan yang kontrak saya,,.. uangnya di jepret (pakai steples)... kan uangnya bolong bin rusak...??! belum lagi kalau melihat uang di Pasar -pasar tradisional ... tambah nrunyam.
Tahu tidak kalau kita punya uang dollar amerika belum tentu dihargaisesuai kurs jual /beli. Kenapa? mereka lihat dulu kondisi uangnya.. kalau lusuh, apalagi lubang harganya bisa turun sampai separuh. Gilaaaa... Ayo kita hargai rupiah kita... mata uang kita. Apapun orang perbuat beri pengertian pada mereka atau setidaknya kita dulu yang berbuat.
Subscribe to:
Posts (Atom)