Seperti biasa setiap tahun saya membayar pajak sepeda motor Honda Revo (ini tahun kedua). Sekarang cara membayarnya cukup Mudah. pertama kalau kendaraan atas nama sendiri bisa langsung (kalau bukan harus bawa foto kopi KTP dan surat kuasa). APakah BPKB dimasukkan leasing / Bank ? nah kalau tidak juga bisa langsung sedangkan yang masuk leasing/ bank minta surat keterangan dari pihak Bank. JAdi yang dibawa KTP asli, STNK asli, BPKB asli(Surat keterangan dari BAnk/ Leasing)
Oke setelah lengkap berikutnya adalah masuk ke kantor SAMSAT setempat. Beli map khusus untuk membayar Pajak Kendaraan bermotor (roda 2 atau 4). Lalu minta formulir pengisian. BAru masukkan ke tempat pendaftaran (dicek kelengkapan adaministrasi), selesai itu tinggal tunggu dipanggil untuk pembayaran pajak sepeda motor. Mudah bukan ? jangan memakai calo ! kalau bingung tanya pada petugas yang ada, pasti diajari.
Berapa biaya Pajak Kendaraan bermotor ? Lihat saja di STNK, biasanya disana tertera dengan jelas, kalaupun naik tidak akan jauh dari sebelumnya. Pajak kendaraan bermotor ini digunakan untuk pembangunan infrastuktur seperti jalan, fasilitas public dan lainnya. Ayo Awasi penggunannya !
19 March, 2010
17 March, 2010
Try Out Gratis Via Internet
Siap tidak siap Para pelajar akan menghadapi Ujian Nasional (UN) , perasaan mulai cemas dan panas dingin menghadapi soal-soal ujian menghatui pikiran mereka. Namun, kini para siswa dimudahkan dengan mengakses try out online gratis yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Nasional, Senin (15/3) kemarin.
Try out UN untuk sekolah menengah atas dibuka mulai kemarin dan rencananya akan terus dilakukan hingga 20 Maret mendatang. Semua jenis mata ujian disiapkan, dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Geografi, Kimia, Ekonomi, Biologi, hingga Sosiologi. Cukup klik tryout.telkomspeedy.com atau primagamaplus.com.
Sosialisasi yang kurang membuat sebagian besar siswa tidak mengetahui bahwa ada try out gratis via internet itu. selain itu, jaraknya pun terlalu dekat dengan jadwal UN. Karena untuk siswa SMA, ujian akan digelar pada 22 Maret pekan depan. Dan yang menariknya lagi untuk nilai terbaik akan mendapat hadiah. Peringkat 1 dapat hadiah 10 jt + gratis berlangganan speedy 3 bulan, peringkat 2 7,5 jt dan peringkat 3 berhadiah 5 juta. Sambil belajar bisa berharap dapat hadiah... Semangat
Try out UN untuk sekolah menengah atas dibuka mulai kemarin dan rencananya akan terus dilakukan hingga 20 Maret mendatang. Semua jenis mata ujian disiapkan, dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Geografi, Kimia, Ekonomi, Biologi, hingga Sosiologi. Cukup klik tryout.telkomspeedy.com atau primagamaplus.com.
Sosialisasi yang kurang membuat sebagian besar siswa tidak mengetahui bahwa ada try out gratis via internet itu. selain itu, jaraknya pun terlalu dekat dengan jadwal UN. Karena untuk siswa SMA, ujian akan digelar pada 22 Maret pekan depan. Dan yang menariknya lagi untuk nilai terbaik akan mendapat hadiah. Peringkat 1 dapat hadiah 10 jt + gratis berlangganan speedy 3 bulan, peringkat 2 7,5 jt dan peringkat 3 berhadiah 5 juta. Sambil belajar bisa berharap dapat hadiah... Semangat
16 March, 2010
7 ORANG TERKAYA DI DUNIA DARI INDONESIA
seKALI LAGI fORBES mengumumkan orang terkaya sedunia versi mereka.Dua nama baru berkebangsaan Indonesia yang sukses menembus batas keramat yang disyaratkan Forbes -kekayaan senilai USD 1 miliar- adalah Chaerul Tanjung, bos TransTV, dan Low Tuck Kwong, bos Grup Bayan Resources. Lima orang pengusaha Indonesia yang bertahan di daftar orang kaya tersebut adalah kakak beradik Michael dan Budi Hartono (Grup Djarum), Martua Sitorus (Grup Wilmar), Peter Sondakh (Grup Rajawali), dan Sukanto Tanoto (Grup Raja Garuda).
Secara total, ketujuh pengusaha itu mengalami peningkatan kekayaan bila dibandingkan dengan tahun lalu (2009). Rata-rata, kekayaan mereka naik dua kali lipat, kecuali Sukanto Tanoto yang "hanya" naik USD 300 juta. Tambahan tumpukan harta tersebut membuat peringkat enam pengusaha itu naik di daftar Forbes.
Kakak beradik Hartono mendekati level 200 orang terkaya dengan posisi sekarang di 258 dari sebelumnya di posisi 290. Martua Sitorus pun menjauhi garis 500 dan mendekat ke level 300 dengan bercokol di tangga 316. Lonjakan terbesar dialami Peter Sondakh, dari posisi 701 pada tahun lalu, kini dia bertengger di urutan 437. Sedangkan Sukanto Tanoto ditendang ke luar daftar 500 orang terkaya. Pada tahun lalu, dia masih di posisi 450, tapi kini harus puas di posisi 536.
Jajaran orang terkaya Indonesia 2010 tersebut sedikit berbeda jika dibandingkan dengan data orang terkaya Indonesia 2009 yang sama-sama dikumpulkan Forbes. Daftar baru lebih banyak diisi pengusaha muda. Dalam edisi 3 Desember 2009, Forbes masih memasukkan nama-nama taipan senior seperti Susilo Wonowidjojo, Aburizal Bakrie, Eka Tjipta Widjaja, dan Putera Sampoerna.
Jika ada yang berpendapat bahwa publikasi tahunan daftar orang kaya mencerminkan kebangkitan kekayaan setelah gejolak keuangan 2009, maka dengan mudah disimpulkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang perekonomiannya sedang bangkit. Tapi, ada juga yang bersikap sinis sembari berujar bahwa kebangkitan ekonomi hanya terjadi pada mereka. Yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.
Memiliki pikiran positif, Bersikap bangga dan memberikan apresiasi tentu jauh lebih menguntungkan dan produktif daripada mengumbar sikap sinis. Kehadiran mereka kita jadikan inspirasi agar kita bekerja lebih keras dan tekun. Sebab, bagaimanapun jalan cerita mereka menapaki tangga sukses, pasti dua hal itu (kerja keras dan tekun) selalu ada.
Kebanggaan kita tentu semakin membuncah jika saja "tujuh pendekar" pengusaha itu juga rajin membayar pajak dan rela menyisihkan sebagian harta untuk membantu persoalan sosial di negeri yang akrab disinggahi bencana ini.
Bagi aparat pemerintah, bertambahnya daftar orang kaya di Forbes tersebut harus semakin memicu semangat. Bukan semangat memperkaya diri sendiri dengan melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), melainkan bekerja semakin keras untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi para pebisnis. Dengan demikian, semakin banyak anak negeri yang masuk dalam daftar orang kaya dunia.
Mereka hanya butuh stabilitas sosial dan politik, mengharapkan kepastian hukum, dan mendambakan pembangunan infrastruktur yang memadai. Jika ini terwujud, semoga tahun depan semakin banyak warga Indonesia yang masuk daftar Forbes. Dengan demikian, terbuktilah bahwa kualitas personal manusia Indonesia tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Secara total, ketujuh pengusaha itu mengalami peningkatan kekayaan bila dibandingkan dengan tahun lalu (2009). Rata-rata, kekayaan mereka naik dua kali lipat, kecuali Sukanto Tanoto yang "hanya" naik USD 300 juta. Tambahan tumpukan harta tersebut membuat peringkat enam pengusaha itu naik di daftar Forbes.
Kakak beradik Hartono mendekati level 200 orang terkaya dengan posisi sekarang di 258 dari sebelumnya di posisi 290. Martua Sitorus pun menjauhi garis 500 dan mendekat ke level 300 dengan bercokol di tangga 316. Lonjakan terbesar dialami Peter Sondakh, dari posisi 701 pada tahun lalu, kini dia bertengger di urutan 437. Sedangkan Sukanto Tanoto ditendang ke luar daftar 500 orang terkaya. Pada tahun lalu, dia masih di posisi 450, tapi kini harus puas di posisi 536.
Jajaran orang terkaya Indonesia 2010 tersebut sedikit berbeda jika dibandingkan dengan data orang terkaya Indonesia 2009 yang sama-sama dikumpulkan Forbes. Daftar baru lebih banyak diisi pengusaha muda. Dalam edisi 3 Desember 2009, Forbes masih memasukkan nama-nama taipan senior seperti Susilo Wonowidjojo, Aburizal Bakrie, Eka Tjipta Widjaja, dan Putera Sampoerna.
Jika ada yang berpendapat bahwa publikasi tahunan daftar orang kaya mencerminkan kebangkitan kekayaan setelah gejolak keuangan 2009, maka dengan mudah disimpulkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang perekonomiannya sedang bangkit. Tapi, ada juga yang bersikap sinis sembari berujar bahwa kebangkitan ekonomi hanya terjadi pada mereka. Yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.
Memiliki pikiran positif, Bersikap bangga dan memberikan apresiasi tentu jauh lebih menguntungkan dan produktif daripada mengumbar sikap sinis. Kehadiran mereka kita jadikan inspirasi agar kita bekerja lebih keras dan tekun. Sebab, bagaimanapun jalan cerita mereka menapaki tangga sukses, pasti dua hal itu (kerja keras dan tekun) selalu ada.
Kebanggaan kita tentu semakin membuncah jika saja "tujuh pendekar" pengusaha itu juga rajin membayar pajak dan rela menyisihkan sebagian harta untuk membantu persoalan sosial di negeri yang akrab disinggahi bencana ini.
Bagi aparat pemerintah, bertambahnya daftar orang kaya di Forbes tersebut harus semakin memicu semangat. Bukan semangat memperkaya diri sendiri dengan melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), melainkan bekerja semakin keras untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi para pebisnis. Dengan demikian, semakin banyak anak negeri yang masuk dalam daftar orang kaya dunia.
Mereka hanya butuh stabilitas sosial dan politik, mengharapkan kepastian hukum, dan mendambakan pembangunan infrastruktur yang memadai. Jika ini terwujud, semoga tahun depan semakin banyak warga Indonesia yang masuk daftar Forbes. Dengan demikian, terbuktilah bahwa kualitas personal manusia Indonesia tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
14 March, 2010
Orang Kediri ... ?
Wong Kediri, cah kediri.... setelah lama merantau kesono kesini, dan sekarang tinggal menetap di sidoarjo kegiatan rutin di surabaya tetep saja nggak bisa lupa akan tanah kelahiran Kota Kediri. MAklum di Kediri saya mulai lahir sampai SMA, sekarang orang tua juga di Kediri, jadi nggak pernah deh lupa ...
Di tempat kerja baik di sekolah, di kantor dan tempat lainnya pasti ada orang Kediri. Nah Dini hari kemarin sekitar jam 2 pagi pulang ketemu Webmaster (yang juga ada orang kedirinya) saya mampir di STMJ gajahmada. Dari logatnya kelihatannya dar kediri. Omong-omong eh ternyata banyak orang Kediri yang merantau. Pak STMJ inipun bilang " Adik saya lahir di kediri pak sedangkan saya di Nganjuk, tapi tinggal lama di Kediri- Dandangan". hehehe Kediri memang mendarah daging.... Persik Mania..
Di tempat kerja baik di sekolah, di kantor dan tempat lainnya pasti ada orang Kediri. Nah Dini hari kemarin sekitar jam 2 pagi pulang ketemu Webmaster (yang juga ada orang kedirinya) saya mampir di STMJ gajahmada. Dari logatnya kelihatannya dar kediri. Omong-omong eh ternyata banyak orang Kediri yang merantau. Pak STMJ inipun bilang " Adik saya lahir di kediri pak sedangkan saya di Nganjuk, tapi tinggal lama di Kediri- Dandangan". hehehe Kediri memang mendarah daging.... Persik Mania..
10 March, 2010
Bayar PLN tgl 1-10
Seperti apa yang saya bayangkan sebelumnya, pembayaran PLN akan membludak di tanggal 9 dan 10, karena baru mengalami bulan ini maka terjadilah error program di sejumlah tempat pembayaran PLN (maklum tanggal 10 terakhir), jadi yang biasa membayar di tanggal lain akhirnya bertumpuk di hari yang sama.
Karena saya ingin mengalami langsung (sebenarnya bisa pakai pembayaran online sih..) dan ingin merasakan apa yang terjadi so rela berantri ria deh.. Ibu-ibu banyak yang berkomentar, wah jadi agak rumit dan mereka yang sebelumnya membayar 3 bulan sekali dikarenakan denda dulu masih 3 ribu sekarang jadi ikut bayar perbulan (denda naik). Ketika antri inilah terjadi error program dari PLN, maklum PLN mungkin belum meyediakan bandwidth yang gede, so yang masukkan program ya antri juga. Tapi antri kali ini adalah paling lama ketika saya bayar PLN, kalau di telkom sih sudah biasa.
Tip agar nggak antri PLN : bayarlah PLN sebelum tanggal 8, ini untuk menghindari antrian panjang.
Karena saya ingin mengalami langsung (sebenarnya bisa pakai pembayaran online sih..) dan ingin merasakan apa yang terjadi so rela berantri ria deh.. Ibu-ibu banyak yang berkomentar, wah jadi agak rumit dan mereka yang sebelumnya membayar 3 bulan sekali dikarenakan denda dulu masih 3 ribu sekarang jadi ikut bayar perbulan (denda naik). Ketika antri inilah terjadi error program dari PLN, maklum PLN mungkin belum meyediakan bandwidth yang gede, so yang masukkan program ya antri juga. Tapi antri kali ini adalah paling lama ketika saya bayar PLN, kalau di telkom sih sudah biasa.
Tip agar nggak antri PLN : bayarlah PLN sebelum tanggal 8, ini untuk menghindari antrian panjang.
07 March, 2010
SISWA SANGAT MISKIN
Mungkin ini kedengarannya seperti lelucon abunawas, tapi tidak. Ini merupakan kenyataan hidup di negara tercintaku ini, dikota tempatku mencari nasi dan tinggal bersama anak istri (kayak puisi saja). Negara yang seharusnya kaya raya, bisa menghidupi seluruh rakyatnya bahkan paling subur dibanding negara manapun tapi sayang belum bisa memakmurkan rakyatnya dengan baik.
Orang miskin, sangat miskin sangat banyak.... sangat miskin disini maksudnya untuk menghidupi setiap harinya masih kurang sekali, kadang makan hanya sekali itupun dikasih tetangga apalagi biaya kehidupan lainnya seperti pendidikan. Beberapa hari yang lalu saya singah disekolah menengah kejuruan tempat teman saya mengajar. ketika disana saya bersamaan dengan orang tua siswa. Dan ternyata teman saya ini yang mengurusi siswa-siswa yang akan pindah maupun masuk.
Orang tua perempuan berjilbab ini mengatakan mau minta surat pindah/ keluar dari SMK tersebut. Teman saya bertanya (saat itu saya juga berada disitu jadi ikut mendengarkan deh...) apakah anak ini akan dipindah sekolah ? atau keluar sekolah ?. "Kasihan bu, kalau sampai anak ini tidak sekolah lagi, dia kan sudah klas XI tinggal satu tahun lagi lulus. Anak ini juga baik menurut para guru yang mengajarnya dan nilainya lumayan. Selama ini kan biaya juga dibantu sekolah, kalau ibu masih belum bisa bayar ya tinggal bilang ke sekolah, kapan bisa bayarnya.. sekolah tetap akan membantu.. Kewajiban Orang tua kan menyekolahkan anakanya, maap lho bu bukan saya memarahi atau menggurui ibu, cuman kasihan bu" (mata ibu siswa ini menangis, dia tak bisa berkat-kata lagi dan masih bertahan ingin anaknya keluar dari sekolah yang katanya mau dititipkan ke kakek neneknya di luar kota dan anak ini menerima).
karena sekolah sudah tahu kondisi keluarga dari ibu ini, maka teman saya ini mengatakan, "kalau mau buat surat pindah itu mudah kok bu.. tinggal buat, begini saja ! suruh anak ibu besok masuk sekolah, saya akan tanyakan langsung ke dia dan bagaimana pendapat dia..."
Itulah sepenggal cerita yang membuat saya merasakan betapa menyakitkannya jadi orang miskin. Sebenarnya dengan berbagai kreativitas yang dimiliki semua itu bisa teratasi. Sayang memang, kadang mereka memiliki kenalan, tetangga yang henya bisa bilang kasihan... tanpa bisa memberi solusi...
Orang miskin, sangat miskin sangat banyak.... sangat miskin disini maksudnya untuk menghidupi setiap harinya masih kurang sekali, kadang makan hanya sekali itupun dikasih tetangga apalagi biaya kehidupan lainnya seperti pendidikan. Beberapa hari yang lalu saya singah disekolah menengah kejuruan tempat teman saya mengajar. ketika disana saya bersamaan dengan orang tua siswa. Dan ternyata teman saya ini yang mengurusi siswa-siswa yang akan pindah maupun masuk.
Orang tua perempuan berjilbab ini mengatakan mau minta surat pindah/ keluar dari SMK tersebut. Teman saya bertanya (saat itu saya juga berada disitu jadi ikut mendengarkan deh...) apakah anak ini akan dipindah sekolah ? atau keluar sekolah ?. "Kasihan bu, kalau sampai anak ini tidak sekolah lagi, dia kan sudah klas XI tinggal satu tahun lagi lulus. Anak ini juga baik menurut para guru yang mengajarnya dan nilainya lumayan. Selama ini kan biaya juga dibantu sekolah, kalau ibu masih belum bisa bayar ya tinggal bilang ke sekolah, kapan bisa bayarnya.. sekolah tetap akan membantu.. Kewajiban Orang tua kan menyekolahkan anakanya, maap lho bu bukan saya memarahi atau menggurui ibu, cuman kasihan bu" (mata ibu siswa ini menangis, dia tak bisa berkat-kata lagi dan masih bertahan ingin anaknya keluar dari sekolah yang katanya mau dititipkan ke kakek neneknya di luar kota dan anak ini menerima).
karena sekolah sudah tahu kondisi keluarga dari ibu ini, maka teman saya ini mengatakan, "kalau mau buat surat pindah itu mudah kok bu.. tinggal buat, begini saja ! suruh anak ibu besok masuk sekolah, saya akan tanyakan langsung ke dia dan bagaimana pendapat dia..."
Itulah sepenggal cerita yang membuat saya merasakan betapa menyakitkannya jadi orang miskin. Sebenarnya dengan berbagai kreativitas yang dimiliki semua itu bisa teratasi. Sayang memang, kadang mereka memiliki kenalan, tetangga yang henya bisa bilang kasihan... tanpa bisa memberi solusi...
05 March, 2010
BAGAIMANA BERSIKAP SEBAGAI SEORANG ATASAN..!
Sulit memang dipahami, apalagi kalau kita berposisi sebagai bawahan. Memang pada awalnya kita berpikir bahwa melaporkan segala sesuatu kepada atasan merupakan tanggung jawab seorang bawahan. Tapi ternyata segala sesuatunya tidak/ belum tentu seperti biasanya atau ang kita harapkan.
So kalau kamu jadi bawahan jangan terlalu berharap bahwa apabila melaporkan segala sesuatu yang kita anggap benar jadi salah maka berhati-hatilah dengan atasan seperti ini. Perasaan kita jadi nggak menentu, dan posisi kita diperusahaan tersebut menjadi lebih mengkhawatirkan. KAlau dikucilkan ya paling parah dipecat.... heheheh
So kalau kamu jadi bawahan jangan terlalu berharap bahwa apabila melaporkan segala sesuatu yang kita anggap benar jadi salah maka berhati-hatilah dengan atasan seperti ini. Perasaan kita jadi nggak menentu, dan posisi kita diperusahaan tersebut menjadi lebih mengkhawatirkan. KAlau dikucilkan ya paling parah dipecat.... heheheh
28 February, 2010
Generasi 20 tahun mendatang..!
Kalau kita perhatikan sekarang ini merupakan saat yang tepat dan tidak dapat ditunda-tunda lagi dalam peningkatan pendidikan mengejar ketertinggalan kita. Mumpung anggaran pemerintah ke arah pendidikan paling besar (20% APBN) sehingga dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik.
20 tahun yang akan datang merupakan hasil pendidikan dijaman sekarang ini, bagaimana berjalannya Negara ini dan bagaimana pemimpin kelak maka hari ini merupakan tolak ukurnya. Jangan terlalu memikirkan masa lalu, beri garis mulai hari ini kita semua akan lebih baik. Investasi yang paling baik adalah pendidikan bangsa (Education Country). Semoga semua pihak bisa memanfaatkan kondisi sekarang ini menjadikan tombak perubahan bangsa. Kita PASTI BISA, dengan segala apa yang kita punya..!
20 tahun yang akan datang merupakan hasil pendidikan dijaman sekarang ini, bagaimana berjalannya Negara ini dan bagaimana pemimpin kelak maka hari ini merupakan tolak ukurnya. Jangan terlalu memikirkan masa lalu, beri garis mulai hari ini kita semua akan lebih baik. Investasi yang paling baik adalah pendidikan bangsa (Education Country). Semoga semua pihak bisa memanfaatkan kondisi sekarang ini menjadikan tombak perubahan bangsa. Kita PASTI BISA, dengan segala apa yang kita punya..!
22 February, 2010
TEMPE Tetap Milik Indonesia
Mungkin Teman-teman semua pernah mendengar bahwa Tempe sudah dipatenkan oleh Jepang, ternyata tidak, Jepang hanya mematenkan olahan burgernya, bukan tempenya ! Darimana saya tahu tentang masalah ini. berikut kutipan (kompas) dari King of Tempe dari Indonesia yang tinggal di Jepang dan telah berhasil punya pabrik tempe :
Rustono, "King of Tempe" Jepang dari Grobogan
GM SUDARTA
Perjalanan dalam udara dingin musim gugur ke daerah pegunungan di Katsuragawa yang terletak sekitar 30 kilometer dari Kyoto adalah perjalanan yang menyajikan keindahan alam Jepang.
Jalan menanjak berliku dihiasi pepohonan momiji yang daunnya mulai memerah cerah di sepanjang jalan. Kabut meliputi puncak-puncak gunung dan hutan pinus lalu berakhir di sebuah lembah hijau. Rumah tradisional Jepang beratap rumbia tebal masih tampak di sana-sini dengan tamannya yang khas seakan bersatu dengan alam. Itulah awal perjumpaan saya dengan Rustono (41), sang Raja Tempe, sebagaimana teman-teman Jepang menyebutnya.
Di kawasan desa yang indah inilah konotasi yang menyepelekan tempe, seperti sebutan bangsa tempe atau mental tempe, sirna. Dari sinilah tempe mulai dikenal dan merambah hampir ke seluruh Jepang. Kemasan seberat 200 gram dengan label Rusto’s Tempeh bergambar ilustrasi suasana kehidupan kampung di Jawa tersebar di berbagai toko swalayan di Jepang.
Sebuah rumah tradisional Jepang, cagar budaya yang telah berusia dua abad, adalah tempat perjanjian saya bertemu dengan Rustono. Ketika kaki mulai melangkah memasuki gerbang kayu di halaman berpagar bambu, terdengar tiupan saksofon sopran yang mendendangkan lagu ”Going Home” dari Kenny G.
Rupanya sang raja sedang asyik melantunkan lagu penuh kerinduan yang menghanyutkan itu dengan duduk santai di batu besar di tengah taman di bawah rindangnya pohon momiji, ditingkah suara gemercik sungai jernih yang membelah desa, ditemani sang istri di sampingnya.
Semangat dari kerinduan
”Kampung halaman di tanah kelahiran memang selalu mendatangkan rindu,” Rustono menjelaskan ketika ditanya tentang lagu favoritnya itu. ”Dan berdendang dengan tiupan saksofon adalah alunan suara jiwa paling dalam,” tambahnya.
Kerinduan akan tanah kelahiran di sebuah kota kecil Grobogan, nun jauh di pedalaman Jawa Tengah dengan hamparan sawah dan hutan jati, rupanya masih saja mengusik Rustono meskipun sudah 13 tahun dia menetap di Jepang.
Bagi Rustono yang alumnus Akademi Perhotelan Sahid (masuk tahun 1987), kerinduan tersebut bukanlah bernuansa sendu berlarut-larut, melainkan pembawa semangat menentukan keputusan jalan hidup.
Tahun 1997, setelah enam tahun bekerja di Hotel Sahid Yogyakarta, perubahan jalan hidup mulai menunjukkan arahnya. Ketika sebuah grup wisatawan Jepang berkunjung ke Yogya, seorang bidadari dari Negeri Matahari Terbit, Tsuruko Kuzumoto, yang tinggi semampai berkulit kuning langsat menambat hati Rustono. Dan rupanya dia tidak bertepuk sebelah tangan. Tahun itu juga berangkatlah Rustono menyusul ke Jepang dan mulai menempuh hidup barunya di Kyoto.
Berbagai pekerjaan pernah dia lakukan. Dari bekerja di perusahaan roti sampai ke perusahaan sayur-mayur. Di situ Rustono banyak memerhatikan etos kerja karyawan Jepang. Selain penuh tanggung jawab, mereka juga berupaya mencapai target dan ikut serta dalam menjaga kualitas produksi. Pun Pemerintah Jepang sangat teliti dengan secara periodik memeriksa kualitas produksi, meninjau perusahaan, sampai memerhatikan kebersihan ruangan, termasuk peralatan dan meja kerja.
Menurut pengamatan Rustono, makanan adalah kebutuhan paling pokok kehidupan manusia. Itu sebabnya mengapa segala bentuk makanan diproduksi di Jepang dan industrinya sangat maju. Terbetik dalam pikiran Rustono, kenapa tidak mencoba membuka usaha makanan yang belum ada di Jepang. Inspirasinya datang setelah mengenal nato, sebangsa makanan dari kedelai yang rasanya sangat khas untuk lidah Jepang.
Jadilah dia mencoba membuat tempe dengan sedikit pengetahuan yang pernah dia kenal. Selama empat bulan dia berkutat mencoba membuat tempe, dengan ragi dari Indonesia dan kedelai Jepang, tetapi selalu gagal. Hingga kemudian dengan menggunakan air dari sumber mata air di kediaman mertua, dia berhasil membuat tempe.
Perjalanan panjang
Jalan untuk mencapai keberhasilan usaha yang dia tempuh sangatlah panjang dan terjal. Meskipun berhasil dalam percobaan membuat tempe, dia belum yakin benar. Pastilah itu bukan hanya karena menggunakan air asli dari mata air langsung.
Setelah anak pertamanya, Noemi Kuzumoto, berusia tiga tahun, dengan izin istrinya Rustono kembali ke Indonesia selama tiga bulan untuk belajar membuat tempe kepada 60 perajin tempe di seluruh Jawa.
Beberapa perajin memang ada yang tidak sepenuhnya memberi rahasia pembuatan tempe, tetapi banyak hal yang bisa dia serap dari pengalaman para perajin tempe di Jawa Tengah. Misalnya, kenapa tempe bisa lebih terasa gurih, bagaimana hasilnya tempe yang dibungkus dengan daun bambu atau daun pisang, ataupun dengan plastik, dan bagaimana bisa menghasilkan fermentasi tempe dengan baik.
Yang kemudian tak kalah berat adalah memperoleh izin produksi di Jepang. Dia harus melalui penelitian dan tes di laboratorium, hingga harus memenuhi kesanggupan bertanggung jawab atas kualitas dan kandungan bahan produksi sesuai dengan yang tertera di kemasan bahwa kandungan gizi tempe kedelai setara dan kandungan gizi daging, termasuk mematuhi peraturan daur ulang kemasan.
Kendala cukup berat yang juga dapat dia lalui adalah soal menghadapi iklim alam di Jepang. Fermentasi tempe hanya bisa berhasil dalam cuaca kelembaban 60 persen hingga 90 persen, yang tentu saja tidak masalah di Indonesia. Di Jepang yang mempunyai empat musim, mempunyai kelembaban udara yang dibutuhkan tempe hanya pada musim panas. Tetapi, lewat penelitian kecil-kecilan dan telaten, hasilnya sangat besar. Dia bisa mengatur kelembaban pada segala musim di dalam ruangan produksi.
Peralatan produksi juga hasil inovasi Rustono sendiri. Alat pencuci kedelai dia modifikasi dari bekas mesin pencuci cumi-cumi yang dia dapat dari perusahaan perikanan. Begitu pula untuk pengemasan, dia datangkan mesin bikinan Bantul dan Surabaya.
The King of Tempe
Meskipun julukan ini hanya gurauan teman-teman sejawatnya, rasanya memang tak ada yang salah. Kini kapasitas produksi Rustono setiap lima hari bisa mencapai 16.000 bungkus tempe dengan kemasan 200 gram. Untuk mendukung produksi, dia mengadakan kontrak kerja sama dengan petani kedelai di Nagahama, kawasan Shiga.
Dari peta penyebaran Rusto’s Tempeh yang tertera di ruang kerjanya, terlihat konsumennya tersebar di kota-kota hampir seluruh Jepang. Selain masyarakat Indonesia di Jepang dan masyarakat Jepang sendiri, konsumennya juga meliputi perusahaan jasa boga, rumah makan vegetarian, toko swalayan, sekolah, hingga rumah sakit di Fukuoka.
Memang usahanya berawal dari skala kecil dengan pemasaran dari pintu ke pintu. Rumah produksi dia bangun sendiri tanpa tukang bangunan dan tanpa pemikiran arsitektural, tetapi hanya dengan intuisi yang mirip intuisi seniman. Dan dari usaha rumahan itu sekarang Rustono mencapai taraf pembangunan pabrik tempe di kawasan pinggir hutan yang bermata air, di atas lahan 1.000 meter persegi.
Penghargaan
Di Jepang sudah banyak buku mengupas tentang tempe. Di antaranya yang terkenal adalah The Book of Tempeh, tulisan William Shurtleft dan Akiko Aoujaga. Buku besar ini lengkap dengan uraian dan ilustrasi menarik tentang pembuatan dan manfaat tempe dengan latar belakang budaya Indonesia, terutama Jawa.
Ada juga buku terbitan Asosiasi Tempe di Jepang yang dikelola para profesor dan ahli gizi. Asosiasi ini mengadakan penelitian dan setiap tahun mengadakan seminar tentang tempe. Salah satu kajiannya adalah kandungan gizi tempe tak kalah dari daging sapi.
Berbagai restoran vegetarian di Jepang banyak menyajikan olahan tempe dengan berbagai bentuk olahan Jepang, seperti misoshiru tempe dan tempura tempe. Yang paling terkenal adalah burger tempe.
Mereka memperkenalkan tempe dengan semboyan ”Makanan enak belum tentu menyehatkan, makanan tidak enak bisa menyehatkan. Tetapi, makanan enak dan menyehatkan adalah tempe!” Terberitakan pula sebuah perusahaan kosmetik memproduksi bahan kecantikan dengan jamur hasil fermentasi tempe ke dalam kapsul yang konon bisa menghaluskan kulit.
Soal hak paten yang pernah jadi pergunjingan di negara kita bahwa tempe diklaim Jepang, Rustono menjelaskan, ”Ah, itu kesalahpahaman. Bagaimana kita mematenkan tempe yang semua orang sampai di Amerika pun tahu tempe adalah makanan asli Indonesia. Apakah Jepang juga akan mematenkan sashimi atau sushi? Mereka hanya mematenkan olahan burgernya, bukan tempenya.”
Rustono, "King of Tempe" Jepang dari Grobogan
GM SUDARTA
Perjalanan dalam udara dingin musim gugur ke daerah pegunungan di Katsuragawa yang terletak sekitar 30 kilometer dari Kyoto adalah perjalanan yang menyajikan keindahan alam Jepang.
Jalan menanjak berliku dihiasi pepohonan momiji yang daunnya mulai memerah cerah di sepanjang jalan. Kabut meliputi puncak-puncak gunung dan hutan pinus lalu berakhir di sebuah lembah hijau. Rumah tradisional Jepang beratap rumbia tebal masih tampak di sana-sini dengan tamannya yang khas seakan bersatu dengan alam. Itulah awal perjumpaan saya dengan Rustono (41), sang Raja Tempe, sebagaimana teman-teman Jepang menyebutnya.
Di kawasan desa yang indah inilah konotasi yang menyepelekan tempe, seperti sebutan bangsa tempe atau mental tempe, sirna. Dari sinilah tempe mulai dikenal dan merambah hampir ke seluruh Jepang. Kemasan seberat 200 gram dengan label Rusto’s Tempeh bergambar ilustrasi suasana kehidupan kampung di Jawa tersebar di berbagai toko swalayan di Jepang.
Sebuah rumah tradisional Jepang, cagar budaya yang telah berusia dua abad, adalah tempat perjanjian saya bertemu dengan Rustono. Ketika kaki mulai melangkah memasuki gerbang kayu di halaman berpagar bambu, terdengar tiupan saksofon sopran yang mendendangkan lagu ”Going Home” dari Kenny G.
Rupanya sang raja sedang asyik melantunkan lagu penuh kerinduan yang menghanyutkan itu dengan duduk santai di batu besar di tengah taman di bawah rindangnya pohon momiji, ditingkah suara gemercik sungai jernih yang membelah desa, ditemani sang istri di sampingnya.
Semangat dari kerinduan
”Kampung halaman di tanah kelahiran memang selalu mendatangkan rindu,” Rustono menjelaskan ketika ditanya tentang lagu favoritnya itu. ”Dan berdendang dengan tiupan saksofon adalah alunan suara jiwa paling dalam,” tambahnya.
Kerinduan akan tanah kelahiran di sebuah kota kecil Grobogan, nun jauh di pedalaman Jawa Tengah dengan hamparan sawah dan hutan jati, rupanya masih saja mengusik Rustono meskipun sudah 13 tahun dia menetap di Jepang.
Bagi Rustono yang alumnus Akademi Perhotelan Sahid (masuk tahun 1987), kerinduan tersebut bukanlah bernuansa sendu berlarut-larut, melainkan pembawa semangat menentukan keputusan jalan hidup.
Tahun 1997, setelah enam tahun bekerja di Hotel Sahid Yogyakarta, perubahan jalan hidup mulai menunjukkan arahnya. Ketika sebuah grup wisatawan Jepang berkunjung ke Yogya, seorang bidadari dari Negeri Matahari Terbit, Tsuruko Kuzumoto, yang tinggi semampai berkulit kuning langsat menambat hati Rustono. Dan rupanya dia tidak bertepuk sebelah tangan. Tahun itu juga berangkatlah Rustono menyusul ke Jepang dan mulai menempuh hidup barunya di Kyoto.
Berbagai pekerjaan pernah dia lakukan. Dari bekerja di perusahaan roti sampai ke perusahaan sayur-mayur. Di situ Rustono banyak memerhatikan etos kerja karyawan Jepang. Selain penuh tanggung jawab, mereka juga berupaya mencapai target dan ikut serta dalam menjaga kualitas produksi. Pun Pemerintah Jepang sangat teliti dengan secara periodik memeriksa kualitas produksi, meninjau perusahaan, sampai memerhatikan kebersihan ruangan, termasuk peralatan dan meja kerja.
Menurut pengamatan Rustono, makanan adalah kebutuhan paling pokok kehidupan manusia. Itu sebabnya mengapa segala bentuk makanan diproduksi di Jepang dan industrinya sangat maju. Terbetik dalam pikiran Rustono, kenapa tidak mencoba membuka usaha makanan yang belum ada di Jepang. Inspirasinya datang setelah mengenal nato, sebangsa makanan dari kedelai yang rasanya sangat khas untuk lidah Jepang.
Jadilah dia mencoba membuat tempe dengan sedikit pengetahuan yang pernah dia kenal. Selama empat bulan dia berkutat mencoba membuat tempe, dengan ragi dari Indonesia dan kedelai Jepang, tetapi selalu gagal. Hingga kemudian dengan menggunakan air dari sumber mata air di kediaman mertua, dia berhasil membuat tempe.
Perjalanan panjang
Jalan untuk mencapai keberhasilan usaha yang dia tempuh sangatlah panjang dan terjal. Meskipun berhasil dalam percobaan membuat tempe, dia belum yakin benar. Pastilah itu bukan hanya karena menggunakan air asli dari mata air langsung.
Setelah anak pertamanya, Noemi Kuzumoto, berusia tiga tahun, dengan izin istrinya Rustono kembali ke Indonesia selama tiga bulan untuk belajar membuat tempe kepada 60 perajin tempe di seluruh Jawa.
Beberapa perajin memang ada yang tidak sepenuhnya memberi rahasia pembuatan tempe, tetapi banyak hal yang bisa dia serap dari pengalaman para perajin tempe di Jawa Tengah. Misalnya, kenapa tempe bisa lebih terasa gurih, bagaimana hasilnya tempe yang dibungkus dengan daun bambu atau daun pisang, ataupun dengan plastik, dan bagaimana bisa menghasilkan fermentasi tempe dengan baik.
Yang kemudian tak kalah berat adalah memperoleh izin produksi di Jepang. Dia harus melalui penelitian dan tes di laboratorium, hingga harus memenuhi kesanggupan bertanggung jawab atas kualitas dan kandungan bahan produksi sesuai dengan yang tertera di kemasan bahwa kandungan gizi tempe kedelai setara dan kandungan gizi daging, termasuk mematuhi peraturan daur ulang kemasan.
Kendala cukup berat yang juga dapat dia lalui adalah soal menghadapi iklim alam di Jepang. Fermentasi tempe hanya bisa berhasil dalam cuaca kelembaban 60 persen hingga 90 persen, yang tentu saja tidak masalah di Indonesia. Di Jepang yang mempunyai empat musim, mempunyai kelembaban udara yang dibutuhkan tempe hanya pada musim panas. Tetapi, lewat penelitian kecil-kecilan dan telaten, hasilnya sangat besar. Dia bisa mengatur kelembaban pada segala musim di dalam ruangan produksi.
Peralatan produksi juga hasil inovasi Rustono sendiri. Alat pencuci kedelai dia modifikasi dari bekas mesin pencuci cumi-cumi yang dia dapat dari perusahaan perikanan. Begitu pula untuk pengemasan, dia datangkan mesin bikinan Bantul dan Surabaya.
The King of Tempe
Meskipun julukan ini hanya gurauan teman-teman sejawatnya, rasanya memang tak ada yang salah. Kini kapasitas produksi Rustono setiap lima hari bisa mencapai 16.000 bungkus tempe dengan kemasan 200 gram. Untuk mendukung produksi, dia mengadakan kontrak kerja sama dengan petani kedelai di Nagahama, kawasan Shiga.
Dari peta penyebaran Rusto’s Tempeh yang tertera di ruang kerjanya, terlihat konsumennya tersebar di kota-kota hampir seluruh Jepang. Selain masyarakat Indonesia di Jepang dan masyarakat Jepang sendiri, konsumennya juga meliputi perusahaan jasa boga, rumah makan vegetarian, toko swalayan, sekolah, hingga rumah sakit di Fukuoka.
Memang usahanya berawal dari skala kecil dengan pemasaran dari pintu ke pintu. Rumah produksi dia bangun sendiri tanpa tukang bangunan dan tanpa pemikiran arsitektural, tetapi hanya dengan intuisi yang mirip intuisi seniman. Dan dari usaha rumahan itu sekarang Rustono mencapai taraf pembangunan pabrik tempe di kawasan pinggir hutan yang bermata air, di atas lahan 1.000 meter persegi.
Penghargaan
Di Jepang sudah banyak buku mengupas tentang tempe. Di antaranya yang terkenal adalah The Book of Tempeh, tulisan William Shurtleft dan Akiko Aoujaga. Buku besar ini lengkap dengan uraian dan ilustrasi menarik tentang pembuatan dan manfaat tempe dengan latar belakang budaya Indonesia, terutama Jawa.
Ada juga buku terbitan Asosiasi Tempe di Jepang yang dikelola para profesor dan ahli gizi. Asosiasi ini mengadakan penelitian dan setiap tahun mengadakan seminar tentang tempe. Salah satu kajiannya adalah kandungan gizi tempe tak kalah dari daging sapi.
Berbagai restoran vegetarian di Jepang banyak menyajikan olahan tempe dengan berbagai bentuk olahan Jepang, seperti misoshiru tempe dan tempura tempe. Yang paling terkenal adalah burger tempe.
Mereka memperkenalkan tempe dengan semboyan ”Makanan enak belum tentu menyehatkan, makanan tidak enak bisa menyehatkan. Tetapi, makanan enak dan menyehatkan adalah tempe!” Terberitakan pula sebuah perusahaan kosmetik memproduksi bahan kecantikan dengan jamur hasil fermentasi tempe ke dalam kapsul yang konon bisa menghaluskan kulit.
Soal hak paten yang pernah jadi pergunjingan di negara kita bahwa tempe diklaim Jepang, Rustono menjelaskan, ”Ah, itu kesalahpahaman. Bagaimana kita mematenkan tempe yang semua orang sampai di Amerika pun tahu tempe adalah makanan asli Indonesia. Apakah Jepang juga akan mematenkan sashimi atau sushi? Mereka hanya mematenkan olahan burgernya, bukan tempenya.”
19 February, 2010
PLN Merubah tanggal pembayaran + Denda...!
Sistem monopoli pemerintah yang masih membuat rakyat bertekuk lutut adalah Listrik. Sebagai pengelola Listrik = PLN memang membuat masyarakat tak berdaya, apalagi beredar surat yang dikirm ke rumah dan ditempelkan di tempat-tempat pembayaran PLN bahwa per 1 februari pembayaran PLN tidak ada gelombang yang ada adalah pembayaran tanggal 1-10 setiap bulannya dan apabila terlambat kalau dulu dendan hanya Rp 3000,- sekarang keterlambatan akan didenda sesuai Daya yang dimiliki masing-masing pemakai.
Contohnya saya memakai 2,200 VA maka kalau terlambat dendanya Rp 20.000,- berlaku per 1 Maret wiihh keren. BAgaimana dengan pelayanan PLN ya... apa kalau telat kita juga bisa komplain... heheheh pasti takut.. takut diputus. Sejak dipimpin Dahlan Iskan memang PLN ingin melakukan terobosan yang bermanfaat, efisien dan menguntungkan. Masak Perusahaan Monopoli masih rugi terus kan aneh... Hebat sih inovasinya dan tetap didukung walau untuk kebijakan yang denda saya kok nggak setuju ya... (maklum Uang lagi diirit-irit)
Contohnya saya memakai 2,200 VA maka kalau terlambat dendanya Rp 20.000,- berlaku per 1 Maret wiihh keren. BAgaimana dengan pelayanan PLN ya... apa kalau telat kita juga bisa komplain... heheheh pasti takut.. takut diputus. Sejak dipimpin Dahlan Iskan memang PLN ingin melakukan terobosan yang bermanfaat, efisien dan menguntungkan. Masak Perusahaan Monopoli masih rugi terus kan aneh... Hebat sih inovasinya dan tetap didukung walau untuk kebijakan yang denda saya kok nggak setuju ya... (maklum Uang lagi diirit-irit)
Subscribe to:
Posts (Atom)