11 March, 2013

PEMBAYARAN STNK 5 TAHUNAN

Setelah memakai kendaraan kesayangan.... heheheh Honda Revo selama 5 tahun lamanya ... tiba saatnya mengganti STNK + Pajak, kalau dulu saya bayar pajak tahunan sepeda motor nah sekarang yang 5 tahunan (ganti STNK). Pagi hari ini jam 8 saya berangkat menuju Samsat Sidoarjo, tiba disana langsung mendapat sambutan dari pari calo untuk membantu. Ada yang menawarkan 10 rb - 20 rb terima selesai...

Saya pun menjawab... "terima Kasih Pak... saya mau urus semua sendiri..." Para calo inipun tetap ada yang berulangkali menawarkan diri.... tapi saya cuek saja... langsung ke bagian pemeriksaan berkas.... hehehhe disini saya disuruh beli Map + fotocopy rangkap 2 semua berkas. Berkas yang dibawa harus asli antara lain :
1. BPKB
2. STNK
3. KTP

Setelah difotocopy dan mendapatkan mapnya saya ke cek fisik kendaraan bermotor, diloket ini kita dikasih kertas untuk gesek no rangka dan no mesin. Lalu ada yang bagian cek fisik ini (disini kita nggak bayar lho ... kalau mau kasih gpp). setelah itu dikembalikan kebagian loket cek fisik kendaraan dan akan diberi stempel bahwa sudah dilakukan cek fisik kendaraan (lampu, spion, reting dlll pokoknya kelengkapan sepeda motor).

Berikutnya menuju ke loket pengisian formulir... biasanya kalau pajak tahunan ya langsung ke loket ini. Untuk ganti STNK isi formulirnya sedikit berbeda. Setelah isi baru menuju ke loket pemeriksaan berkas. Disini BPKB akan dikembalikan selanjutnya proses pembayaran pajak tahunan, sepeda motor saya Honda revo tahun 2008 biaya nya Rp 195.0000 + biaya parkir 1 tahun (khusus di sidoarjo nih...) Rp 25.000.

Berkas pajak akan diberikan selanjutnya menunggu pembayaran pembuatan STNK kendaraan roda 2 Rp 80.000 berikutnya menunggu STNK jadi.  Cepat deh prosesnya... setelah itu dipanggil untuk menerima STNK baru dan menunggu lagi no polisi... Alhamdulillaah sesuai yang tertulis di papan pengumuman untuk pengurusan 5 tahunan proses 45 menit. Enak deh... nggak keluar biaya lain-lain. jadi usaha sendiri saja ... ok

18 February, 2013

MARAKNYA PENIPUAN VIA HP

"Selamat Pagi.... Ini dengan Bapak Siapa " itulah awal percakapan penipuan Hp dengan embel-embel uang 5 jt sampai 20 jt. Dua kali lho saya kena telpon.. pertama hari Sabtu dua hari yang lalu hadiahnya 5 jt, katanya dapat hadiah telkomsel point yang akan ditayangkan di Antv. Lalu pada akhir pembicaraan akan mengarahkan kita untuk pergi segera ke ATM. Bahasa yang mereka gunakan sangat halus.. kalau yang lagi kantong kering plus pusing pasti deh ke makan... wkwkkwkwk

Nah tips menghadapi hal ini ajak saja operator tersebut bicara terus sambil berlagak nggak ngerti, dia akan menjelaskan dengan baik dan terperinci. tips penipuan ini pertama ketika dia berbicara tiba-tiba pembicaraan putus... (gayanya tuh) agar yang diajak bicara bisa tertarik dan terpengaruh... beberapa detik kemudian akan di telp lagi. SI penelepon akan sedikit nada keras "Kok teleponya di matikan ?"  hadapi saja dengan sabar agar mereka kehabisan pulsa. penelepon akan bilang uang tersebut berupa deposito yang bisa dicairkan langsung di ATM... (wkwkwkwk dasar penipu... masak ada deposito kok dicairkan di ATM).

Karena saya sudah 2 kali di telepon jadi ya tambah pengalaman... soalnya yang pertama saya bilang lagi mengajar pak nggak bisa ke ATM eee hari ini ditelp lagi  hadiahnya naik jadi 10 jt. So berhati-hatilah... kalau dapat hadiah selain di telp nggak mungkin kita disuruh ke ATM... yang dipanggil lah kecabangnya... / pusat perwakilan terdekat. Hati-hati ya prends...

16 January, 2013

Guru Digembleng 52 Jam Pelajaran

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan strategi diklat guru menjelang pelaksanaan kurikulum baru 2013. Diklat tersebut akan melalui beberapa proses dengan lama diklat maksimal 52 jam pelajaran. Wakil Mendikbud, Musliar Kasim mengatakan, ada beberapa proses dalam diklat guru sebelum pelaksanaan kurikulum 2013. Di antaranya menyiapkan nara sumber nasional, instruktur nasional, guru inti (master teacher) dan guru kelas serta guru mata pelajaran sebagai sasaran diklat. “Pertama pemerintah akan menyiapkan nara sumber nasional mulai dari Pak Wapres, DPR, Menko Kesra, Mendikbud, Motivator, Tim pengembangan kurikulum hingga pakar perguruan tinggi. Nara sumber nasional ini akan berperan sebagai tim pengarah,” kata Musliar di Komisi X DPR, Jakarta, Selasa (15/1).

Proses berikutnya menyiapkan 2.529 orang instruktur nasional untuk tingkat SD, SMP, SMA dan SMK. Instruktur nasional ini terdiri dari dosen, guru kelas dan agama berprestasi nasional, kepala sekolah berprestasi nasional, pengawas, dan widyaiswara. Untuk guru kelas akan didiklat selama 52 jam pelajaran dan guru agama 31 jam.

Instruktur nasional ini merupakan tenaga untuk melatih Guru Inti (master teacher) yang jumlah keseluruhan dari SD-SMK sebanyak 34.454 orang guru. Master teacher ini berasal dari guru berprestasi provinsi, kepsek berprestasi, widyaiswara dan LPMP (Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan).

08 January, 2013

Kurikulum "Berpikir" 2013

Oleh Rhenald Kasali

Di banyak negara, saya sering menyaksikan siswa sekolah atau mahasiswa yang aktif berdiskusi dengan guru atau dosennya. Persis seperti yang dulu sering kita lihat dalam iklan margarin pada tahun 1980-an, atau gairah siswa Wellesley College yang kita lihat dalam film Monalisa Smile.

Sewaktu mengajar di University of Illinois, saya kerap berhadapan dengan anak-anak seperti itu. Karena materi yang harus diajarkan begitu banyak, saya menjawab seperti kebiasaan guru di sini. ”Sebentar ya. Biar saya selesaikan dulu.” Namun, anak-anak itu tetap tak mau menurunkan tangannya sebelum dilayani berdiskusi.

Belakangan saya diberi tahu bahwa pendidik yang baik harus cekatan melayani diskusi, bukan meringkas isi buku. Seorang guru besar senior mengingatkan, ”Kami bersusah payah mengubah satu generasi, dari TK hingga SLTA, mengubah kebiasaan siswa yang malas berpikir menjadi aktif mengeksplorasi dengan lebih percaya diri.”

Mengapa tradisi seperti itu tidak terjadi di sini? Bahkan di perguruan tinggi semakin banyak dosen mengeluh bahwa anakanak sekarang tidak gemar membaca sehingga tidak bisa diajak berdiskusi.

Dihafal, bukan dipikir

01 January, 2013

TAHUN BARU KURIKULUM BARU

Pendidikan merupakan salah satu tonggak negara dikatakan maju, dengan pendidikan yang bagus dan tepat buat masyarakat hasilnya juga akan membuat segala aspek menjadi lebih baik. Itu pulalah yang di idamdakan pendiri republik ini sehingga ketika mengalokasikan anggaran pendidikan minimal 20% APBN.

Sayang posisi sekarang ini kita semua belum tahu apakah dalam perjalanan nanti kebijakan yang diterapkan Pemerintah juga berakibat baik bagi pendidikan kita. Yang paling ngeternd dikalangan pada pendidik adalah Sertifikasi Guru. Yap selain dianggap profesional bayaran pun juga profesional.... hehehehe dapat tunjangan

Tapi kok nggak ada lembaga survey bagaimana peningkatan pendidikan di Indonesia ini selama diterapkan sertifikasi guru... bertambah baik apa tambah lainnya.... yang paling benar adalah tambah konsumtif.... karena para guru ya pasti nggak ada yang memiliki jiwa entrepeneur...

Apalagi tahun 2013 ini akan ada kurikulum baru yang akan lebih baik katanya pak menteri (sekarang sudah selesai uji publik kurikulum 2013 tinggal mengumumkan perbaikan/ terus dijalankan... proyek...) .. yah ... yuk kita lihat dan kalau melenceng mari kita kritisi... pendidikan oooohhh pendidikan

14 December, 2012

UJI PUBLIK KURIKULUM 2013 Dimulai

Kali ini pendidikan Indonesia akan segera mengganti kurikulum KTSP dengan kurikulum 2013, kurikulum yang lebih berbasis ke masyarakat, lebih mengedepankan praktek secara langsung di kehidupan sehari-hari. Uji Publik ini juga dibahas di blog akta4 dengan judul posting UJI Publik Kurikulum 2013 plus materi bisa di download langsung (baca postingan sampai selesai)

Apapun kemauan pemerintah pada intinya ingin membuat lebih baik dan penerapan kurikulum 2013 ini juga tidak langsung di 2013.. untuk kelas / siswa baru 2013, setlah itu naik ke 2014 baru 2015 merupakan penerapan secara full sehingga kurikulum 2013 akan dipakai di semua jenjang pendidikan di tahun 2015. kalau mau baca pdf tentang uji publik kurikulum 2013 silahkan lihat disini 

16 November, 2012

MENDIDIK SATU JUTA SANTRI MENJADI PENGUSAHA

Sebuah cita-cita mulia dan hasilnya sangat diharapkan bangsa ini... MENDIDIK SATU JUTA SANTRI MENJADI PENGUSAHA. Berdasarkan data Biro Pusar Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 120,4 juta orang. Tingkat penganggurannya mencapai 6,32 persen atau sekitar 7,2 juta orang. Melihat itu salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) ingin memiliki kontribusi untuk menekan angka pengangguran dengan mencetak satu juta pengusaha.

Ketua Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi), lembaga di bawah organisasi NU, Aunur Rofiq berkata jumlah anggota NU sekitar 40 persen dari penduduk di Indonesia. NU menaungi sekitar 21.358 pondok pesantren yang tersebar di Indonesia.

"Santri dalam pondok itu merupakan asset bangsa, untuk itu kami akan menggiatkan pelatihan untuk menjadikannya sebagai pengusaha," terangnya saat ditemui di acara Deklarasi Pengurus Hipsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (13/11).

Sejak Februari lalu, pihaknya telah mempersiapkan anang-ancang untuk melaksanakan target 1 juta pengusaha itu. Misalkan saja dengan membangun sebuah training center yang ada di kaki Gunung Bromo. Di sana santri-santri diasah bakat-bakat kewirausahaannya.

13 November, 2012

Pelajar Pertaruhkan Nyawa Hanya Untuk Sekolah

Ketika baca berita ini ... sakit dada rasanya... kasihan Puluhan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yang tinggal di Jorong Lambung Bukik, Nagari Koto Nan Tigo Utara Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terpaksa menyeberangi sungai setiap hari.

Hal itu mereka lakukan karena ketiadaan infrastruktur jembatan sebagai sarana untuk menyeberang secara aman dan cepat. Sementara lebar Batang (Sungai) Surantih mencapai lebih dari 20 meter dengan arus yang relatif deras meskipun kedalaman sungai rata- rata 50 sentimeter jika tidak terjadi banjir.

Jika hujan deras dan permukaan Batang Surantih meninggi, para pelajar itu terpaksa membatalkan keinginan untuk bersekolah. Sebaliknya, jika saat pulang sekolah air sungai itu meninggi, para pelajar terpaksa menunggu di Nagari Kayu Gadang yang berada di seberang Jorong Lambung Bukik dan terpisah oleh aliran deras Batang Surantih.

Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit, yang dikonfirmasi Kompas, Senin (12/11), mengakui bahwa pihaknya belum mengetahui di mana lokasi Jorong berada. ”(Dinas) Pekerjaan Umum nanti akan saya suruh lihat. Jika memungkinkan, akan kita mulai pembangunan jembatan pada tahun 2013,” katanya.

Kondisi serupa terjadi di Sungai Cipatujah di Kampung Dukuh Handap, Desa Batuhideung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Setiap hari anak-anak menyeberangi sungai yang lebarnya mencapai 32 meter. (dikutip dari kompas.com)

24 October, 2012

PRIA INI RAIH 18 GELAR AKADEMIS DAN PROFESI

Hitung sebentar gelar di belakang nama Anda? Satu, dua, atau tiga? Buat Welin Kusuma, gelarnya tidak cukup jika dihitung dengan sepuluh jari tangan. Pasalnya, dia punya 18 gelar akademis dan profesi. Dia butuh waktu 13 tahun untuk mengumpulkan gelar-gelar itu di berbagai kampus di Surabaya.

Welin Kusuma, 31, mengeluarkan satu per satu ijazah dari dalam tas ranselnya. Saat ditata di atas meja, tinggi tumpukan ijazah itu hampir sejengkal. Maklum, pria asal Kendari tersebut memiliki 18 gelar akademis dan profesi. Rinciannya, dia menyandang delapan gelar sarjana, tiga gelar magister, dan tujuh gelar profesi.

”Ini salinan sertifikat Muri (Museum Rekor-Dunia Indonesia) yang saya dapatkan April lalu,” tutur Welin yang ditemui di Hotel Mercure, Surabaya, kemarin (12/10). Pada penghargaan itu, tertulis nama Welin Kusuma ST, SE, SSos, SH, SKom, SS, SAP, SStat, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, AffWM, BKP, QWP. Saking panjangnya gelar yang menyertai, nama tersebut sampai ditulis dalam tiga baris.

Welin telah mengurutkan gelar-gelar tersebut sesuai dengan periode pendidikan yang ditempuhnya mulai 1999– 2012. Setelah lulus dari SMAN 1 Kendari, dia langsung melanjutkan ke jurusan teknik industri di Ubaya pada 1999. Lima tahun kemudian, dia mendapatkan gelar sarjana teknik (ST) pada 2004.

Saat semester lima di jurusan teknik industri atau pada 2001, Welin mengambil jurusan ekonomi manajemen di STIE Urip Sumoharjo. Pada 2002 dia mengikuti perkuliahan di jurusan ilmu hukum Unair dan jurusan administrasi negara di Universitas Terbuka (UT). Seolah haus dengan dunia pendidikan, pada tahun yang sama Welin mengambil jurusan teknik informatika di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS).

”Pada 2003 saya mengambil jurusan sastra Inggris di UK Petra,” tutur pria kelahiran Makassar itu. Dia juga menempuh pendidikan S-1 di Universitas Terbuka pada jurusan administrasi publik dan statistik.

Pendidikan magister teknik industri ditempuhnya di ITS pada 2004. Welin kemudian meraih gelar magister sains manajemen (MSM) dan magister kenotariatan (MKn) di Universitas Airlangga (Unair). Pria 31 tahun tersebut sengaja mengambil program magister di perguruan tinggi negeri untuk mendapatkan pendidikan yang lebih bermutu.

Pendidikan profesi yang pernah dia dapatkan adalah registered financial planner Indonesia (RFP-I), certified professional in brand development (CPBD), certified professional in product management (CPPM), certified financial planner (CFP), affiliate wealth manager (AffWM), bersertifikat konsultan pajak (BKP), qualified wealth planner (QWP), dan certified professional human resource (CPHR). ”Gelar profesi itu berkaitan dengan manajemen, keuangan, dan perpajakan,” urainya.

Selama menjalani pendidikan tersebut hampir tiap tahun, dia menempuh sampai seratus SKS tiap pekan. Bahkan, dia pernah menempuh 111 SKS dalam satu semester genap pada periode Februari–Agustus 2003. Saat itu Welin menempuh kuliah di lima jurusan S-1 sekaligus. Yakni, teknik industri Ubaya (9 mata kuliah/MK-24 SKS), ekonomi manajemen STIE Urip Sumoharjo (4 MK-11 SKS), administrasi negara UT (10 MK-28 SKS), teknik informatika STTS (9 MK-25 SKS), dan hukum Unair (7 MK-23 SKS).

Welin memperoleh rekor Muri yang kedua atas 111 SKS yang ditempuhnya. Penghargaan tersebut dia dapatkan pada Agustus lalu. Dia menuturkan, setiap hari dirinya mengikuti kuliah mulai pukul 07.00 dan baru selesai pada pukul 22.00. Bahkan, pada Sabtu dan Minggu dia juga mengambil kuliah. Misalnya, jurusan ilmu hukum di Unair yang dia tempuh di kelas ekstensi.

Padatnya jadwal kuliah itu membuat dia pontang-panting dari satu kampus ke kampus lain. Bahkan, dia harus pintar-pintar menyesuaikan jadwal perkuliahan pada satu jurusan agar tidak bertabrakan dengan jadwal kuliah di jurusan lain. ”Saya sediakan buku khusus untuk mencatat jadwal kuliah agar lebih cermat,” tutur pria berkacamata tersebut.

Namun, sepandai-pandainya mengatur jadwal, anak kedua di antara tiga bersaudara itu menemui jadwal yang benar-benar mepet. Saat itu, pada 2003, dia mengambil kuliah di jurusan sastra Inggris UK Petra dan teknik komputer STTS. Di UK Petra ada jam kuliah mulai pukul 13.30–15.30. Pada hari yang sama di STTS dia harus mengikuti kuliah pada pukul 15.00–18.00.

08 October, 2012

CIRI ANAK KECANDUAN TEKNOLOGI

Kadang kita bangga sekali ketika mengetahui anak kita yang masih kecil sudah bisa menggunakan peralatan teknologi seperti Komputer, smartphone / Hp, Ipad, Netbook, maupun peralatan teknologi lainnya. Tapi perlu juga diperhatikan dan ditimbang lho dampaknya kalau terlalu menyukai teknologi .... suka boleh kalau berlebih ya jangan....

Berikut adalah gejala kecanduan teknologi :
1. Lupa waktu atau mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu lama.
2. Menarik diri seperti merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses.
3. Kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki memiliki derajat kepuasan yang sama.
4. Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. Ini merupakan dampak negatif dari penggunaan Internet yang berkepanjangan.
5. Kurang perhatian, gangguan hiperaktif, depresi, kecemasan, rendah kepercayaan diri, impulsif, tak tahu malu, dan cenderung mau bunuh diri.
6. Biasanya kalau disuruh belajar nggak mau...

So manfaat boleh oke tetapi untuk pendidikan anak kita tetep harus diawasi... demi masa depan mereka.