15 January, 2011

Memilih Sekolah dimana..?

Ketika dulu saya melihat sekolah-sekolah yang menawarkan fullday saya merasa kasihan sama anak-anak yang disekolahkan, dan menganggap sekolah fullday merupakan pelarian dari mengasuh anak dari orang tua yang kedua-duanya bekerja. Anak dibuat berangakt pagi danpulang sore hampir sama seperti jam bapak ibunya bekerja sehingga ketika pulang tidak lama kemudian orang tua suda ada di rumah.

tapi lama kelamaan Fullday school menjadi sebuah favorit yang dijalankan di sekolah-sekolah, karena menganggap hasil dari yang diberikan pada siswa akan lebih maksimal. Sekarang ini kartun di televisi juga semakin banyak dan beragama serta ada setiap hari, demikian hiburan lainnya.

Mungkin harapan pendidikan akan menjadi lebih baik kalau dibuat system seperti ini, perlu diingat juga sistem fullday school akan berjalan dengan baik kalau fasilitas sarana dan prasana sudah menunjang sehingga tidak menimbulkan kejenuhan pada siswa. AKhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk memasukkan anak saya ke islamic fullday school (fullday school yang islami). Saya menginginkan pintar plus anak yang taat pada agama hingga nanti dewasa.

Jadi pada intinya sebelum mendaftarkan anak ke sekolahan tersebut, carilah artikel, berita atau cerita dari siapa saja tentang pendidikan di sekolah tersebut, jangan asal ikut-ikutan saja. Lihat semua fasilitas yang disediakan.

03 January, 2011

SOlusi Tol Tengah Kota ?

KArena saya hampir setiap hari perjalanan dari Sidoarjo ke Surabaya naik sepeda motor, setidaknya saya mengalami beberapa hal yang saya ketahui, mungkin juga solusi tol Tengah kota yang di gagas Surabaya (walau masyarakat banyak yang nggak setuju)

Kalau saya pikir sih lebih baik yang dibuat melayang rel kereta apinya, karena selain memang ternyata yang membuat macet ketika kereta api jurusan surabaya malang / Jember yang setiap hari melintas. Ketika jam pulang kerja biasanya kereta api melintas 2-3 kali dan kemacetan di daerah pertigaan Bulog (kalau ke timur ke rungkut/ jemur sari dll). Lihat saja ....

Nah ketika Kereta api dibuat melayang, selain kendaraan tidak kena imbas kereta api, keselamaan penyeberang jalan juga lebih terselamatkan, dan juga kecepatan kereta api bisa lebih cepat. Buat saja rel kereta api melayang mulai dari Gubeng sampai Buduran Sidoarjo, kepadatan lalu lintas akan segera terurai. Hmmmm itu deh uneg-uneg saya dari kemarin.... selesai.

26 December, 2010

ANTRI TIKET FINAL

Di Indonesia masalah urusan antri sangat disepelekan, ya mungkin pembelajaran tentang antri harus lebih ditekankan sejak kecil. Seperti hari ini yang terjadi di GOR Bung KArno JAkarta. Suporter yang ingin membeli tiket Masuk final leg ke 2 di tempat ini sangat tidak teratur. Ini akibat ketidaksiapan panitia penyelenggara dimana PSSI yang punya gawe.

Antri tiket kan harusnya satu-satu... tapi yang terjadi adalah berebut. ya kalo antri tiket final Indonesia MAlaysia ini buka pagi .. lha yang datang saja jam 5 pagi.. sampai jam 12 belas belum dibuka... apa nggak kelelahan.. lemes... makanya banyak yang pingsan, sudah begitu mereka dorong-dorongan. BAhkan kabar terakhir ada seoarang pemulung yang ikut antri pingsan lalu meninggal. SAya kira dia antri.. lalu nggak makan pagi... siang.. desak-desak pingsang.. akhirnya meninggal. LIHAT DONK PSSI...

Pembelian tiket secara online pun tak bisa, benar-benar kasihan negara ini, kelihatannya nggak ada orang yang ahli teknologi yang bantu,... apa memang dibuat begitu ya... semua harus diajari mulai sekarang. Didik, mendidik bangsa menjadi lebih baik, kalau , masyarakat tertib secara tidak langsung akan mendapatkan simpati dari seluruh dunia. Ayo.. bangsa Indonesia... GAruda di dadanya harus menjadi lebih baik dalam kemasyarakatan terutama masalah mengantri ini.

17 December, 2010

Jangan terlalu Banyak Extra Pelajaran

Jangan menganggap dengan memberikan kegiatan extra pada anak bisa menjadikan anak lebih baik. Beberap anak yang saya temui mereka kebanyakan juga mengeluh akibat presure dari orang tua mereka. Mungkin maksud dari orang tua baik, tapi hal itu tidak bisa dibenarkan juga. ANak-anak harus ada waktu bermain setiap hari... jangan bermain ditentukan harinya, ini bisa merusak kebahagiaan dasar mereka.

Kegiatan extra boleh diberikan selama kegiatan santai mereka juga seimbang. Kadang les pelajaran sekolah juga dilakukan sehingga menyita waktu mereka. Tingkat kejenuhan anak sangatlah tinggi, karena mereka hanya ingin santai, untuk menggapai segala sesuatu saja memang harus diarahkan api jangan terlalu ketat.

Disiplin itu baik, tapi alangkah lebih baik tanyakan pada mereka yang melakukannya, bagaimana agar komunikasi tetap berjalan, prestasi meningkat dan keinginan mereka bisa tersalurkan. Kebahagiaan anak adalah segalanya....

11 December, 2010

SEPAKBOLA MENDIDIK KITA BERSATU

Tahu nggak kenapa PSSI tidak bisa diotak-atik sama pemerintah, karena sepakbola harus independent tak boleh ada campur tangan pemerintah. Lihat saja Nurdin Halid yang samapai sekarang masih tetap bertahan sebagai ketua umum PSSI, sampai-sampai Presiden mengadakan musyawarah bersama sepakbola di Malang guna memajukan Sepakbola Indonesia yang tak kunjung maju.

Nah sekarang ini, piala asia Tenggara menang dan juara group dengan mengantungi 3 kali menang terus. Baru kali ini lho Indonesia menang terus di penyisihan group. Lihat sekarang ini, semua TV, Infotainment menceritakan Timnas Indonesia. Kita semua berharap kali ini Indonesia bawa pulang piala AFF.

Masyarakat seperti bersatu, mendukung Timnas, ya sepakbola juga merupakan alat pemersatu bangsa. Semua dari berbagai suku, adat bersatu fokus menEriakkan INDONESIA MENANG... Bawalah GAruda Terbang tinggi wahai punggawa bangsa....

04 December, 2010

Indonesia Menang

Saya nggak tahu... sekarang ini seneng atau bangga, tapi yang pasti kemenangan Sepakbola Indonesia atas LAos (6-0) dan Malaysia (5-1) merupakan hal yang paling dinanti oleh masyarakat Indonesia. Sudah lama nggak menang, nggak punya piala.

Walau di Timnas saat ini ada pemain naturalisasi yaitu Irfan Bachdim dan Christian Gonzales tapi gol ke gawang lawan diciptakan oleh pemain-pemain Indonesia yang lain juga. Cuman sekarang lebih banyak, jadi jangan sombong dululah.... bahaya... LAwan Thailand, lalu masuk semifinal, ke Final dan menang masih jauh.... moga bisa bawa piala AFF Ke Indonesia... Semangat deh.

Semangat Mengajar Kendur

Setelah mengajar beberapa tahun ini, saya merasakan kebosanan, maklum materi yang diajarkan sudah tidak memenuhi kriteria yang saya inginkan sedangkan siswa harus tetap mendapatkan. Berbagai cara sudah saya coba, kebentur masalah modal.

Memang pemerintah sudah memperhatikan, tapi masih belum bisa kita maksimalkan. Dana BOS lah, ... Pendamping.... atau tunjangan guru.... dan lainnya. Memotivasi sendiri memang agak ribet, lebih enak memotivasi orang lain. Mengajar mungkin sudah menjadi keharusan ya... tapi saya ingin berbuat lain dulu... baru setelah itu akan mengajar lagi.... cuman bagaimana memulainya..?!?

23 November, 2010

Bangga Mendidik Anak menjadi JUARA

Kali ini saya sudah bisa membuktikan, bahwa saya bisa mendidik siswa-siswi menjadi yang disegani. Walau sekolah negeri dan tidak seperti sekolah favorit (karena berada dipinggir) dengan orang tua siswa yang kebanyakan pedagang pasar tapi saya bisa mendapatkan emas dari mereka. Melatih mereka menjadikan juara + mendapat piala.

Kebanggaan tersendiri, tapi semua itu juga harus mendapat dukungan dari guru lainnya dan yang paling penting orang tua. Fungsi saya hanya sekedar melatih. Dukungan full dari orang tua juga sangat saya butuhkan. Ada beberapa yang nakal juga sampai sama orang tuanya tidak dipercaya (karena sering menipu) sehingga ketika dia bilang ikut lomba orang tua tidak percaya sama sekali. Akhirnya saya harus datang kerumahnya dan menjelaskan semua.

Belum menjadi yang nomer satu sih... tapi itu sudah bisa membuat saya bangga sekali. Kebanggaan ini saya rasakan sampai tak bisa menahan haru. Inilah bukti bahwa semua orang itu sama cuman bagaimana mereka mendapatkan perhatian dari siapa saja yang disekitarnya dan memberi motivasi. Cita-cita saya sudah tercapai dalam mengajar, mungkin saya hanya berkeinginan lebih untuk level diatasnya. Hanya satu yang saya tanamkan dan sangat mendasar ... SAYA BISA... SAYA PASTI BISA.... dan berlatih terus menerus...

11 November, 2010

Pendidikan BAngsa

Kali ini kritik terhadap pendidikan bangsa ini sangat perlu dilakukan lagi, maklum.. ternyata korupsi di pemerintahan masih ada, tapi lebih bersifat profesional. Sebenarnya dalam bisnis korupsi sudah tidak ada, tapi coba saja lihat semua dengan teliti. TEtap. TErbukti dari perekrutan CPNS yang bebebrapa hari yang lalu meledak karena calo salah strategi. NAh kalo calo itu benar cara memasukkan CPNS pasti tidak akan terbongkar.

Berhubung yang tertipu banyak akhirnya mereka melaporkan kejadian itu. NAh apakah dikota lain juga seperti itu ? kemungkinan besar masih seperti itu. KOrupsi dan Nepotisme yang masih begitu mengakar di Indonesia memang harus terus dilakukan pemberantasan yang baik dan terus diawasi. Dan Pendidikan bangsa akan korupsi harus segera masuk Kurikulum sekolah. KOrupsi dikehidupan sehari-hari harus juga didisiplinkan bin dihapus. Lihat siswa yang datang terlambat, malas belajr, tidak mengerjakan PR dan bermain sendiri waktu belajar. Ini merupakan korupsi yaitu korupsi waktu..

04 November, 2010

Bimbingan Belajar / BIMBEL / LBB

BEberapa hari ini saya sangat tertarik akan Bimbingan belajar, mencari tahu 5 W 1 H. Ada juga teman yang sudah berhasil mendirikan LBB sehingga membuat saya semakin tertarik. Seharusnya kalau sistem pendidikan di INdonesia baik tidak perlu adanya LBB / BImbel. KArena jaminan lulusan akan baik dan tidak perlu Les lagi.

Ada beberpa pengertian yang salah yang terjadi di masyarakat dan sudah menjadi hal yang biasa. Salah satunya adalah apabila anaknya di masukkan di BImbingan belajar maka mereka akan terjamin masuk di SMP / SMA / Universitas NEgeri sehingga ketika berada di BIMBEL yang ada hanya latihan soal terus menerus. TApi inilah yang menimbulkan pertumbuhan minat yang cukup besar di masyarakat apalagi orang tua kadang tidak sempat mengajari anak-anaknya atau kadang tidak paham pelajaran anak, so LEs kan saja begitu solusinya.

KArena banyak sekali yang menginginkan anaknya ikut Bimbingan belajar maka secara otomatis jumlah BIMBEL meningkat sangat pesat. Biaya ? Orang tua tak begitu peduli apalagi yang berduit banyak....... Apapun akan dilakukan demi anak tercinta