Ya... selama ini yang menjadi acuan bantuan operasional sekolah adalah pendidikan 9 tahun, yaitu mencakup SD lalu SMP, sehingga SMA/ SMK tak masuk program ini. TApi beberapa kepala daerah mengeluarkan kebijaksanaan tersendiri. Kalau di Jawa Timur sih kelihatannya semua kota sudah mulai merintis program 12 tahun belajar sehinggan ada subsidi khusus bagi SLTA. Kalau tidak salah di Sidoarjo, Surabaya berkisarRp 100.000 / siswaan, kalau di bekasi Jawa BArat Rp 50.000 , nah kalau dikutai Gruuatiiis semua.
Tapi berapapun itu setidaknya ada greget pemerintah yang perlu diapresiasi. Dengan adanya program-program inisiatif semacam inilah yang bisa membuat pendidikan di negara ini bertambah maju, bisa disejajarkan dengan bangsa maju lainnya.
Oh iya belakangan ini pencairan BOS sekolah mulai terlambat, semua harus sedikit maklum, kalau dulu yang mengerjakan ini semua ada lembaga sendiri / LPMP nah sekarang lembaga ini dilebur di bawah kesatuan pendidikan, jadi agak sedikit terlambat. Jadi ada sedikit perubahan sehingga mengakibatkan keterlambatan pembayaran. Tapi semua itu akan teratasi kalau mereka mo belajar... jadi yang sabar ya,..
30 May, 2011
19 May, 2011
Learn For Big Future
Learn for big future emang akan membuat segala sesuatu berubah, belajar dan belajar untuk sesuatu yang kita sendiri tidak tahu dimasa depan nanti, sangat sulit memang untu memahami tapi terus belajar agar bisa menghadapi masa depan yang lebih baik maka semua harus kita lakukan.
Ketidakpastian dimasa data membuat kita semua belajar dari masa yang lalu dan mulai mengerjakan yang menurut kita yang terbaik sehingga di masa yang akan datang tidak membuat kita bertambah parah. Satu hal yang pasti adalah kita akan berbeda dimasa yang akan datang apabila kita belajar lebih keras dari yang lainnya.
MAsa depan memang tak pasti but something harus segera kita kerjakan, Just Do It Now. Take Action. Jangan menyalahkan program pemerintah, keluarga tapi kerjakan yang menurut kita baik... lakukan... perbaiki dan dapatkan yang kauinginkan.
Ketidakpastian dimasa data membuat kita semua belajar dari masa yang lalu dan mulai mengerjakan yang menurut kita yang terbaik sehingga di masa yang akan datang tidak membuat kita bertambah parah. Satu hal yang pasti adalah kita akan berbeda dimasa yang akan datang apabila kita belajar lebih keras dari yang lainnya.
MAsa depan memang tak pasti but something harus segera kita kerjakan, Just Do It Now. Take Action. Jangan menyalahkan program pemerintah, keluarga tapi kerjakan yang menurut kita baik... lakukan... perbaiki dan dapatkan yang kauinginkan.
11 May, 2011
Esensi Ujian Nasional
Mulai hari ini selasa rabu kamis , semua Sekolah dasar melakukan Ujian nasional. Berdasarkan berita yang telah saya baca di JAwapos, bahwa sebenarnya Ujian yang dilakukan Pemerintah ini masih dalam teguran Mahkamah konstitusi.... karena Pemerintah masih dianggap lalai dalam melaksanakan pendidikan, pemerataan pendidikan masih belum rata di seluruh Indonesia sehingga masih belum layak melakukan Ujian nasional.
Dan kemungkinan besar kecurangan yang terjadi, karena adanya tekanan dari pejabat (Kepala sekolah, Cabang UPTD, Kepala Dinas Pendidikan, Bupati, GUbernur). Kalau ada sekolah yang hasilnya jelek akan dipermasalahkan.... padahal pendidikan yang didapat perkotaan dengan pedesaan masak sama... cek aja lah kalau nggak percaya.
Untuk meperkecil kecuranganpun ternyata pengambilan naskah di Polsek.... wah sebegitu mengkhawatirkannya hingga harus memakai pihak Polisi. Memang para guru, kepala sekolah, murid adalah teroris.... tidak ada relevansi nya antara tingkat keberhasilan siswa dalam Ujian nasional dengan kehidupannya kelak... yang ada malah bisa menambah kehancuran masa depan mereka.... banyak sekali deh masalahnya.... samapi bingung nulisnya.... Semoga Pemerintah memperbaiki sistem yang ada.... Mungkin bisa lihat hasil Kunker DPR diluar negeri (yang pasti mengeluarkan uang dan hasil minim) bagaimana di negara maju menerapkan sistem pendidikan... anehh...
Dan kemungkinan besar kecurangan yang terjadi, karena adanya tekanan dari pejabat (Kepala sekolah, Cabang UPTD, Kepala Dinas Pendidikan, Bupati, GUbernur). Kalau ada sekolah yang hasilnya jelek akan dipermasalahkan.... padahal pendidikan yang didapat perkotaan dengan pedesaan masak sama... cek aja lah kalau nggak percaya.
Untuk meperkecil kecuranganpun ternyata pengambilan naskah di Polsek.... wah sebegitu mengkhawatirkannya hingga harus memakai pihak Polisi. Memang para guru, kepala sekolah, murid adalah teroris.... tidak ada relevansi nya antara tingkat keberhasilan siswa dalam Ujian nasional dengan kehidupannya kelak... yang ada malah bisa menambah kehancuran masa depan mereka.... banyak sekali deh masalahnya.... samapi bingung nulisnya.... Semoga Pemerintah memperbaiki sistem yang ada.... Mungkin bisa lihat hasil Kunker DPR diluar negeri (yang pasti mengeluarkan uang dan hasil minim) bagaimana di negara maju menerapkan sistem pendidikan... anehh...
05 May, 2011
Facebook tak Baik untuk Anak SD
Demam jejaring sosial Facebook saat ini memang bukan hanya melanda orang dewasa. Tak jarang kita jumpai, anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) pun sudah sangat paham menggunakan situs pertemanan di dunia maya tersebut.
Melihat fenomena ini, psikolog anak Dra Rose Mini, MSi mengaku prihatin. Ia menilai, Facebook sebenarnya bukanlah untuk konsumsi anak-anak. Pasalnya, ada ketentuan-ketentuan tertentu yang tidak memperbolehkan seorang anak mengakses situs yang sangat populer itu.
"Facebook bukan konsumsi anak SD. Dalam ketentuan, Facebook harus 17 tahun ke atas," tegas wanita yang akrab dipanggil Bunda Romi ini saat ditemui dalam seminar "Aku Anak Sehat" di Jakarta, Kamis, (5/5/2011). Dia juga menyayangkan, banyak orangtua yang justru membuat akun Facebook untuk anak mereka. "Saya heran kenapa orangtua ijinin. Sebenarnya nggak pake Facebook bisa hidup kok," lanjutnya.
Menurut Rose, seorang anak di usianya yang masih sangat belia seharusnya mendapatkan pengajaran dan pengalaman bagaimana cara berteman dalam bentuk nyata, bukan malah berteman dalam dunia maya. "Si anak harus belajar bagaimana bisa mengambil hati temannya, berinteraksi dengan teman, itu harus dipelajari dalam bentuk nyata, nggak bisa dalam dunia maya," tambahnya.
Bunda Romi mengungkapkan, salah satu alasan mengapa dirinya melarang anak-anak menggunakan Facebook adalah karena kondisi jiwa anak yang belum stabil, terutama dalam mengontrol statement (pernyataan).
Dalam Facebook, setiap ungkapan, baik berupa status maupun pesan, dapat disampaikan melalui teks ataupun gambar secara bebas sehingga rentan menimbulkan kesalahpahaman. Komentar ataupun pernyataan sangat berpotensi memicu konflik dan memengaruhi kejiwaan anak.
"Ada beberapa kasus, ini anak mencela temannya, si anak yang dicela sakit hati, lalu mengadu ke orangtuanya. Akhirnya perang di Facebook. Tapi bukan anak lagi yang perang, tapi orangtua sama orangtua," jelas wanita yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas negeri di Jakarta tersebut.
Lebih lanjut, Bunda Romi mengingatkan, apa yang dikonsumsi untuk khalayak umum atau publik harus ada batasannya. Oleh sebab itu, dia mengimbau anak-anak yang belum menginjak usia 17 tahun tidak menggunakan fasilitas jejaring sosial.
Melihat fenomena ini, psikolog anak Dra Rose Mini, MSi mengaku prihatin. Ia menilai, Facebook sebenarnya bukanlah untuk konsumsi anak-anak. Pasalnya, ada ketentuan-ketentuan tertentu yang tidak memperbolehkan seorang anak mengakses situs yang sangat populer itu.
"Facebook bukan konsumsi anak SD. Dalam ketentuan, Facebook harus 17 tahun ke atas," tegas wanita yang akrab dipanggil Bunda Romi ini saat ditemui dalam seminar "Aku Anak Sehat" di Jakarta, Kamis, (5/5/2011). Dia juga menyayangkan, banyak orangtua yang justru membuat akun Facebook untuk anak mereka. "Saya heran kenapa orangtua ijinin. Sebenarnya nggak pake Facebook bisa hidup kok," lanjutnya.
Menurut Rose, seorang anak di usianya yang masih sangat belia seharusnya mendapatkan pengajaran dan pengalaman bagaimana cara berteman dalam bentuk nyata, bukan malah berteman dalam dunia maya. "Si anak harus belajar bagaimana bisa mengambil hati temannya, berinteraksi dengan teman, itu harus dipelajari dalam bentuk nyata, nggak bisa dalam dunia maya," tambahnya.
Bunda Romi mengungkapkan, salah satu alasan mengapa dirinya melarang anak-anak menggunakan Facebook adalah karena kondisi jiwa anak yang belum stabil, terutama dalam mengontrol statement (pernyataan).
Dalam Facebook, setiap ungkapan, baik berupa status maupun pesan, dapat disampaikan melalui teks ataupun gambar secara bebas sehingga rentan menimbulkan kesalahpahaman. Komentar ataupun pernyataan sangat berpotensi memicu konflik dan memengaruhi kejiwaan anak.
"Ada beberapa kasus, ini anak mencela temannya, si anak yang dicela sakit hati, lalu mengadu ke orangtuanya. Akhirnya perang di Facebook. Tapi bukan anak lagi yang perang, tapi orangtua sama orangtua," jelas wanita yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas negeri di Jakarta tersebut.
Lebih lanjut, Bunda Romi mengingatkan, apa yang dikonsumsi untuk khalayak umum atau publik harus ada batasannya. Oleh sebab itu, dia mengimbau anak-anak yang belum menginjak usia 17 tahun tidak menggunakan fasilitas jejaring sosial.
STUDI BANDING DPR ?!
Melihat berita di SCTV dan koran Kompas.com hari ini memang benar-benar mengagetkan + sebenarnya sudah bayangkan juga sih. BAgaimana tidak para anggota DPR komis 8 datang di australia mau studi banding dan diajak wawancara sama para mahasiswa disana (muali S2-S3). JAwabanya tidak memuaskan dan membuat yang dengar muak bin emosi. Tapi inilah kenyataan yang terjadi, mereka sebenarnya studi banding tapi asal jalan pokoknya bisa keluar negeri.
Di pernyataan terakhir di kompas juga ada rekaman youtobe nya... hehhe lucu, anggota DPR memiliki email gratisan ... wkwkkwwk.. itupun ketika dicoba di kirm emailnya ke sono kata yahoo sama Google nggak ada ... capek deh.... terus gimana harusnya ? mungkin bagi mereka yang belum kenal email (gaptek banget) bingung... begini : harusnya email komisi resmi dengan nama dedipan komisinya dan @go.id yang berarti goverment / pem erintah id nya Indonesia.....
Kalau seperti ini pastilah mereka para politisi nggak paham betul... suruh mereka belajar semua lagi tentang IT, mbok jangan seperti ini. MEMALUKAN... gaji banyak email gratisan... anggaran dewan dikemanakan itu....
Di pernyataan terakhir di kompas juga ada rekaman youtobe nya... hehhe lucu, anggota DPR memiliki email gratisan ... wkwkkwwk.. itupun ketika dicoba di kirm emailnya ke sono kata yahoo sama Google nggak ada ... capek deh.... terus gimana harusnya ? mungkin bagi mereka yang belum kenal email (gaptek banget) bingung... begini : harusnya email komisi resmi dengan nama dedipan komisinya dan @go.id yang berarti goverment / pem erintah id nya Indonesia.....
Kalau seperti ini pastilah mereka para politisi nggak paham betul... suruh mereka belajar semua lagi tentang IT, mbok jangan seperti ini. MEMALUKAN... gaji banyak email gratisan... anggaran dewan dikemanakan itu....
04 May, 2011
How to learn ?
Bagaimana cara belajar yang baik ? inilah yang terus dicari agar para siswa medapatkan ilmu yang banyak dan bisa menerapkannya dalam kehidupan. KEmarin saya bertemu dengan seorang anak SD (siswa saya) yang kata guru-guru suka sekali belajar... hmmm apa resepnya ?!? saya langsung ajak berdiskusi. Panggilan siswa kelas 5 ini adalah Pingga.
Kamu belajar dirumah itu jam berapa ?
Mulai jam pulang sekolah yaitu jam 1 sampai jam 4, setelah itu mandi lalu ngaji, pulang ngaji sekitar jam 6.30 belajar lagi sampai jam sembilan. MAteri yang dipelajari adalah mengulangi pelajaran hari ini (untuk siang) lalu menyiapkan pelajaran untuk besok (jam malam).
Terus kalau sabtu minggu apa nggak main ?
Nggak, sabtu minggu tetap belajar seperti biasa
Apa nggak bosan ?
Sudah biasa....
Terus nggak ingin main PS misalnya ?
Nggak, lha wong nggak bisa mainnya.. hehheehh
Kamu disuruh belajar sama orang tua dengan paksaan ?
dulu pas kelas 3 ya sih .. tapi sekarang sudah biasa.
Apa sih keinginanmu ?
ya pokoknya Pintar, kan tugas saya cuman belajar-belajar
Begitulah diskusi saya dengan siswa ini, hanya bilang "Istimewa" semoga apa yang dinginkannya tercapai. Mungkin hanya anak inilah yang kuat belajar seperti ini (1000:1). KAlau anak-anak semua seperti ini mungkin masa depan negara ini akan terjamin. Pendidikan Bangsa memang penting tapi lebih penting lagi memberitahu siswa bagaimana cara belajar yang baik !
Kamu belajar dirumah itu jam berapa ?
Mulai jam pulang sekolah yaitu jam 1 sampai jam 4, setelah itu mandi lalu ngaji, pulang ngaji sekitar jam 6.30 belajar lagi sampai jam sembilan. MAteri yang dipelajari adalah mengulangi pelajaran hari ini (untuk siang) lalu menyiapkan pelajaran untuk besok (jam malam).
Terus kalau sabtu minggu apa nggak main ?
Nggak, sabtu minggu tetap belajar seperti biasa
Apa nggak bosan ?
Sudah biasa....
Terus nggak ingin main PS misalnya ?
Nggak, lha wong nggak bisa mainnya.. hehheehh
Kamu disuruh belajar sama orang tua dengan paksaan ?
dulu pas kelas 3 ya sih .. tapi sekarang sudah biasa.
Apa sih keinginanmu ?
ya pokoknya Pintar, kan tugas saya cuman belajar-belajar
Begitulah diskusi saya dengan siswa ini, hanya bilang "Istimewa" semoga apa yang dinginkannya tercapai. Mungkin hanya anak inilah yang kuat belajar seperti ini (1000:1). KAlau anak-anak semua seperti ini mungkin masa depan negara ini akan terjamin. Pendidikan Bangsa memang penting tapi lebih penting lagi memberitahu siswa bagaimana cara belajar yang baik !
30 April, 2011
Mendidik Pendidik
BArangkali kalau kita mendidik siswa itu adalah hal biasa, tapi kalau mendidik pendidik wah ini yang membuat kita semua berpikir berbeda. Walau yang dilatih hanya Komputer Dasar, tapi memang beda apalagi yang dilatih kali ini Master nya para guru... YAitu KEpala Sekolah-Kepala Sekolah se Kecamatan..
KEtika pertama mengajar sih sebenarnya agak kikuk juga, ternya mereka sama saja kok sama kita, sama dengan siswa yang saya ajar lainnya (yang seusia). Suka bercanda, suka kadang bingung, suka bilang "Sudah..". Yp kali ini memang EQ (Emotional Question) lagi diuji kembali. Moga kuat saja dan demi memberikan secuil ilmu yang berarti bagi Pendidikan bangsa ini sehingga membuat bangsa ini bisa menyejajarkan diri dengan negara-negara maju lainnya.
KEtika pertama mengajar sih sebenarnya agak kikuk juga, ternya mereka sama saja kok sama kita, sama dengan siswa yang saya ajar lainnya (yang seusia). Suka bercanda, suka kadang bingung, suka bilang "Sudah..". Yp kali ini memang EQ (Emotional Question) lagi diuji kembali. Moga kuat saja dan demi memberikan secuil ilmu yang berarti bagi Pendidikan bangsa ini sehingga membuat bangsa ini bisa menyejajarkan diri dengan negara-negara maju lainnya.
23 April, 2011
Perlunya Kurikulum Entrepeneurship di Indonesia
Peranan penting untuk menciptakan kemajuan dalam masyarakat dan sebuah bangsa adalah PENDIDIKAN. Dalam praktiknya pendidikan harus mampu melahirkan generasi unggul, berprestasi dan berakhlak mulia, serta terampil dan cakap dalam penguasaan bidang keilmuannya. Bukan produk pendidikan yang makin meresahkan dan menjadi beban.
Penggangguran intelektual merupakan penyakit sosial yang menimbulkan keresahan-keresahan pada masyarakat.Oleh karenanya, bila kita memahami bahwa pendidikan merupakan sarana paling penting untuk menuai kesuksesan di masa depan.pendidikan harus di tempatkan menjadi ujung tombak bagi kemajuan suatu bangsa. Sebab, dengan banyaknya orang yang mengenyam pendidikan, tentunya kualitas suatu bangsa mempunyai nilai tawar yang tinggi pula.
Dalam praksisnya, pendidikan tidak hanya diarahkan menghasilkan manusia terampil dari sisi intelektualitas ataupun tujuan utama pendidikan seperti diungkapan Paulo Freire adalah menciptakan kesadaran masyarakat. Namun, praksis pendidikan juga diarahkan menghasilkan manusia terampil, ahli dalam bidang keilmuannya serta melahirkan generasi unggul dan inspiratif serta berakhlak mulia. Dalam aplikasinya praksis pendidikan dapat diwujudkan melalui kurikulum yang membebaskan, eksplotatif, mencerahkan dan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk belajar seluas-luasnya.
Tidak hanya praksis pendidikan yang berprinsip link and match dengan dunia kerja. Di mana pendidikan hanya menghasilkan lulusan yang hanya bisanya mencari kerja saja tetapi juga melahirkan produk pendidikan yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Pendidikan yang melahirkan manusia mandiri. Fakta bahwa pendidikan hanya mencetak lulusan bermindset pencari kerja tampak dari jumlah angka pengangguran dari kalangan sarjana.
Dapat kita tengok dari data BPS (Februari 2008), jumlah sarjana yang menganggur menembus angka 1,1 juta orang. Akibatnya banyak sekali pengangguran terdidik yang berasal dari lulusan perguruan tinggi yang lebih terampil mengamati lowongan kerja dan membikin lamaran daripada mencipta lapangan kerja. Dari sini, menurut saya penting bagi sekolah untuk membikin kurikulum entrepreneurship. Apa itu kurikulum entrepreneurship?
Istilah entrepreneur berasal dari bahasa Prancis, etre (antara) dan prende (mengambil) yang diartikan orang yang berani mengambil risiko dan memulai yang baru. Di Indonesia istilah entrepreneur lebih dikenal dengan kewirausahaan atau usahawan. Namun, yang mesti dicatat kurikulum entrepreneurship bukan mengarahkan seseorang menjadi pedagang atau wirausaha. Tetapi, pendidikan yang menanamkan semangat, jiwa dan sikap seorang entrepreneur. Entrepreneur sejati ditumbuhkan melalui dorongan kreativitas dan inovasi.
Fakta inilah yang mengindikasikan betapa penerapan kurikulum entrepreneurship dalam kurikulum ajar sangat penting. Dalam konteks negara kita menghadirkan kurikulum entrepreneur menjadi sangat urgen, seperti yang diungkap David Mc Cleland, suatu negara akan makmur dan sejahtera bila sedikitnya memiliki dua persen entrepreneur dari jumlah penduduknya. Dengan jumlah penduduk sekitar 220 juta jiwa, Indonesia membutuhkan 4,4 juta entrepreneur bukanlah hal yang sulit. Bahkan Bapak CIputra sang pengusaha property tersukses di Indonesia juga mensyaratkan hal itu, Dia juga membuat sekolah Entrepeneur.
Namun, penduduk Indonesia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang membuat mereka merasa cerdas, tercerahkan dan memiliki keberanian dalam menentukan masa depannya, walau ada … pasti di sekolah-sekolah yang biaya mahal + STandar Internasional. Oleh karena itu, penerapan kurikulum berbasis entrepreneurship menjadi sangat penting untuk dikenalkan sejak dini. Gurunya diberikan pendidikan masalah entrepeneurship dulu baru ditularkan ke anak didik. Mari kita mulai dari diri kita berikutnya lingkungan sekitar kita.
Penggangguran intelektual merupakan penyakit sosial yang menimbulkan keresahan-keresahan pada masyarakat.Oleh karenanya, bila kita memahami bahwa pendidikan merupakan sarana paling penting untuk menuai kesuksesan di masa depan.pendidikan harus di tempatkan menjadi ujung tombak bagi kemajuan suatu bangsa. Sebab, dengan banyaknya orang yang mengenyam pendidikan, tentunya kualitas suatu bangsa mempunyai nilai tawar yang tinggi pula.
Dalam praksisnya, pendidikan tidak hanya diarahkan menghasilkan manusia terampil dari sisi intelektualitas ataupun tujuan utama pendidikan seperti diungkapan Paulo Freire adalah menciptakan kesadaran masyarakat. Namun, praksis pendidikan juga diarahkan menghasilkan manusia terampil, ahli dalam bidang keilmuannya serta melahirkan generasi unggul dan inspiratif serta berakhlak mulia. Dalam aplikasinya praksis pendidikan dapat diwujudkan melalui kurikulum yang membebaskan, eksplotatif, mencerahkan dan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk belajar seluas-luasnya.
Tidak hanya praksis pendidikan yang berprinsip link and match dengan dunia kerja. Di mana pendidikan hanya menghasilkan lulusan yang hanya bisanya mencari kerja saja tetapi juga melahirkan produk pendidikan yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Pendidikan yang melahirkan manusia mandiri. Fakta bahwa pendidikan hanya mencetak lulusan bermindset pencari kerja tampak dari jumlah angka pengangguran dari kalangan sarjana.
Dapat kita tengok dari data BPS (Februari 2008), jumlah sarjana yang menganggur menembus angka 1,1 juta orang. Akibatnya banyak sekali pengangguran terdidik yang berasal dari lulusan perguruan tinggi yang lebih terampil mengamati lowongan kerja dan membikin lamaran daripada mencipta lapangan kerja. Dari sini, menurut saya penting bagi sekolah untuk membikin kurikulum entrepreneurship. Apa itu kurikulum entrepreneurship?
Istilah entrepreneur berasal dari bahasa Prancis, etre (antara) dan prende (mengambil) yang diartikan orang yang berani mengambil risiko dan memulai yang baru. Di Indonesia istilah entrepreneur lebih dikenal dengan kewirausahaan atau usahawan. Namun, yang mesti dicatat kurikulum entrepreneurship bukan mengarahkan seseorang menjadi pedagang atau wirausaha. Tetapi, pendidikan yang menanamkan semangat, jiwa dan sikap seorang entrepreneur. Entrepreneur sejati ditumbuhkan melalui dorongan kreativitas dan inovasi.
Fakta inilah yang mengindikasikan betapa penerapan kurikulum entrepreneurship dalam kurikulum ajar sangat penting. Dalam konteks negara kita menghadirkan kurikulum entrepreneur menjadi sangat urgen, seperti yang diungkap David Mc Cleland, suatu negara akan makmur dan sejahtera bila sedikitnya memiliki dua persen entrepreneur dari jumlah penduduknya. Dengan jumlah penduduk sekitar 220 juta jiwa, Indonesia membutuhkan 4,4 juta entrepreneur bukanlah hal yang sulit. Bahkan Bapak CIputra sang pengusaha property tersukses di Indonesia juga mensyaratkan hal itu, Dia juga membuat sekolah Entrepeneur.
Namun, penduduk Indonesia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang membuat mereka merasa cerdas, tercerahkan dan memiliki keberanian dalam menentukan masa depannya, walau ada … pasti di sekolah-sekolah yang biaya mahal + STandar Internasional. Oleh karena itu, penerapan kurikulum berbasis entrepreneurship menjadi sangat penting untuk dikenalkan sejak dini. Gurunya diberikan pendidikan masalah entrepeneurship dulu baru ditularkan ke anak didik. Mari kita mulai dari diri kita berikutnya lingkungan sekitar kita.
18 April, 2011
Melatih Komputer Dasar
Walau ilmu yang masih secuil... dan samapi sekarang mungkin sudah banyak orang yang bisa, ternyata sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin belajar mengenal teknologi. Yap Komputer, mengenal lebih jauh komputer, mulai dari pemakaian mouse, Keyboard dan cara mengetik yang baik.
KAdang merasa kurang, dan ingin menuntut ilmu lebih banyak lagi, sayang waktu memang harus diatur sedemikian rupa. Dulu cita-citaku yang ingin menjadi pengusaha yang berhasil dan kaya raya, sekarang malah keputusan hati yang kepilih... yaitu mengajar, mengamalkan ilmu semua yang dimiliki. Ternyata masih bermanfaat. Windows, Microsoft Word, Excel, Powerpoint, Internet sampai facebook.
Senang sih rasanya bermanfaat bagi semua orang, sayang kadang merasa kurang apalagi masalah penghasilan. Dulu sampai punya CV... pengadaan komputer di pemerintahan, sekarang kelihatannya menjadi fokus ke pengajaran. Demi Pendidikan Bangsa Indonesia dan mas depan anak didik semua akan kita lakukan. hehheheheh semangat.
KAdang merasa kurang, dan ingin menuntut ilmu lebih banyak lagi, sayang waktu memang harus diatur sedemikian rupa. Dulu cita-citaku yang ingin menjadi pengusaha yang berhasil dan kaya raya, sekarang malah keputusan hati yang kepilih... yaitu mengajar, mengamalkan ilmu semua yang dimiliki. Ternyata masih bermanfaat. Windows, Microsoft Word, Excel, Powerpoint, Internet sampai facebook.
Senang sih rasanya bermanfaat bagi semua orang, sayang kadang merasa kurang apalagi masalah penghasilan. Dulu sampai punya CV... pengadaan komputer di pemerintahan, sekarang kelihatannya menjadi fokus ke pengajaran. Demi Pendidikan Bangsa Indonesia dan mas depan anak didik semua akan kita lakukan. hehheheheh semangat.
28 March, 2011
PENDIDIKAN BANGSA
kALI INI, hari ini, apa yang selama ini saya tulis, saya komentari sekarang saya berikan sumbangsih ilmu yang saya miliki. Mengajar / mendidik memang menjadi kesenangan hati karena menjadi berharga, Terima kasih Tuhan. Jadi tidak omong doang...tapi Do.. it.
Di sekolah memberikan Ide untuk kemajuan baik siswa, guru, sekolah dan di lain tempat memberikan peningkatan Sumber Daya MAnusia. Menghapus Gagap Teknologi di Bumi Indonesia, menyejajarkan diri dengan Negara Maju. Siapa bilang tidak bisa... Pasti bisa, mulai dulu dari sekitar kita. Maju, Berilmu Pengetahuan Tinggi dan memiliki Iman plus memiliki EQ yang oke. Walau kalau dihitung jumlahnya masih belum bisa disamakan dengan proyek pemerintah... tapi setidaknya saya sudah mulai... Semoga Tuhan memberikan kesehatan selalu, dan kebahagiaan kepadaku. Saya yakin sebenarnya semua manusia sama yang membedakan adalah mereka sudah terlebih dulu mengetahui dan telah mencoba lalu terus memperbaiki diri.
Di sekolah memberikan Ide untuk kemajuan baik siswa, guru, sekolah dan di lain tempat memberikan peningkatan Sumber Daya MAnusia. Menghapus Gagap Teknologi di Bumi Indonesia, menyejajarkan diri dengan Negara Maju. Siapa bilang tidak bisa... Pasti bisa, mulai dulu dari sekitar kita. Maju, Berilmu Pengetahuan Tinggi dan memiliki Iman plus memiliki EQ yang oke. Walau kalau dihitung jumlahnya masih belum bisa disamakan dengan proyek pemerintah... tapi setidaknya saya sudah mulai... Semoga Tuhan memberikan kesehatan selalu, dan kebahagiaan kepadaku. Saya yakin sebenarnya semua manusia sama yang membedakan adalah mereka sudah terlebih dulu mengetahui dan telah mencoba lalu terus memperbaiki diri.
Subscribe to:
Posts (Atom)